Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk membayar pajak, dan sebagai warga negara yang baik tentunya wajib melaksanakan perintah tersebut. Apalagi dasar hukumnya sudah ada. Kita tau bahwa tak ada di dunia ini yang ditawarkan secara Cuma-Cuma atau gratis, semua pasti ada nilainya. Begitu juga sebagai orang yang tinggal dan menghuni suatu wilayah. Kita bisa mendapatkan jaminan keamanan dan juga perlindungan secara hukum itu semua harus ada timbal baliknya, dan di Indonesia sendiri hal tersebut dikenal dengan istilah pajak atau iuran negara. Pajak dibagi lagi atas beberapa jenis, pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan, pajak pendapatan, reklame hingga pajak honorarium kegiatan.

pajak penghasilan

 

Beberapa diantara Anda tentunya sudah tak begitu asing dengan nama pajak bumi dan bangunan, mengingat apa yang kita tempati baik itu tanah, hingga bangunan ada nilainya. Beruntung di Indonesia ini ada aturan yang memberikan kepemilikan tanah pada setiap orang, beberapa negara maju tak memungkinkan hal tersebut. Tanah dan semuanya merupakan milik negara, jadi yang ingin menghuni sistemnya adalah kontrak hingga beberapa tahun, tentunya akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan.

 

Sedangkan untuk pajak pendapatan, merupakan potongan dari gaji tiap bulan dalam rangka iuran negara. Negara dengan sistem ekonomi sosialis mungkin memberikan potongan atau pajak yang sama dalam rangka mempersamakan income, namun berbeda dengan kapitalis. Disini setiap orang memang memiliki pendapatan yang berbeda, namun potongan juga, semakin banyak semakin kecil. Ada rasa tak adil memang, namun hal ini sengaja dibuat untuk mensejahterakan masyarakatnya sendiri.

 

Kemudian juga ada undang-undang yang mengatur mengenai pajak reklame, tahukah Anda bahwa ternyata hanya memasang banner di pinggir jalan dalam ukuran tertentu Anda dikenakan biaya tiap tahun, apalagi yang jenisnya permanen seperti mereka yang memiliki bidang usaha sendiri, ada biaya yang harus dikeluarkan berdasarkan besar kecilnya dan jenis reklame yang dipasang. Teknik marketing menggunakan reklame memang menjadi yang paling tradisional, namun cukup efektif, selain itu juga tak mengeluarkan banyak biaya.

 

Selanjutnya adalah pajak honorarium kegiatan, jenis yang satu ini sebenarnya termasuk dalam pajak pendapatan, namun dari sumber yang berbeda. Kegiatan sendiri dapat didefinisikan sebagai orang atau individu yang terlibat dalam suatu kegiatan tertentu, termasuk diantaranya adalah dengan mengikuti rapat, lokakarya, seminar, sidang, pendidikan, olahraga dan sebagainya. Nah jenis kegiatan tersebut terkadang berkesempatan untuk menerima atau memperoleh sejumlah uang untuk pesertanya, dari sini ada wajib pajak yang harus dibayarkan.

 

Peserta kegiatan yang diwajibkan untuk membayar pajak sehubungan dengan acara tersebut diantaranya adalah:

 

  1. Peserta yang mengikuti perlombaan, mencakup semua bidang baik itu olahraga maupun pendidikan, nantinya bagi pemenang tentu ada hadiah berupa uang, dari sini mereka yang mendapatkan harus mau dipotong pajak.
  2. Peserta rapat kenegaraan, konferensi, pertemuan, sidang hingga kunjungan kerja, umumnya dilakukan oleh para pejabat tinggi atau mereka yang bekerja di instansi tertentu.
  3. Baik peserta maupun panitia dalam suatu kegiatan tertentu.
  4. Peserta pendidikan, mereka yang tengah magang dan pelatihan.

 

Ternyata memang tak ada alasan bagi seseorang untuk mangkir dalam membayar pajak jika semua jenis aktivitas atau kegiatan semuanya dikenai pajak. Hanya saja masih jarang yang memiliki kesadaran tersebut, selain tak ada uang untuk membayar juga dikarenakan kurangnya sosialisasi mengenai pajak bagi kaum muda.

 

Lalu sebenarnya jenis penghasilan apa sajakah yang nantinya akan mengalami potongan pajak, berdasarkan pasal 21 tentang PPH atau pajak penghasilan ada beberapa jenis potongan imbalan kegiatan tersebut, diantaranya adalah:

 

  • Uang saku,
  • Honorarium,
  • Uang representatif,
  • Uang rapat,
  • Hadiah yang didapatkan saat seseorang memenangkan sebuah penghargaan dalam bentuk apapun itu baik uang medali atau barang lainnya.
  • Imbalan-imbalan lain dalam bentuk apapun.

 

Tentunya Anda sudah sering kali mendengar saat ada kuis, baik itu di televisi atau secara langsung, peserta yang ikut dan menang akan langsung menerima hadiah, namun pembawa acara juga akan menyebutkan bahwa hadiah tersebut dipotong pajak, sesuai dengan aturan yang telah berlaku.

 

Lalu sebenarnya berapa besar jumlah yang akan mengalami potongan, berdasarkan pasal 21 PPh yang berlaku tarif yang akan dipotong adalah hasil kali antara PPh dengan jumlah penghasilan bruto setiap kali pembayaran tanpa harus dipecah kembali, sejumlah itulah yang wajib untuk kamu bayarkan kepada negara. Dengan membayar pajak kamu tak hanya menjalankan kewajiban sebagai warna negara yang baik saja, melainkan juga ikut andil dalam pembangunan Indonesia.

 

Saat melihat pembangunan infrastruktur berupa jalan misalnya, kita sering kali mengeluh tak jadi-jadi, padahal ini berkaitan dengan dana yang kurang. Dana pembangunan disiapkan berdasarkan pajak atau iuran warga negara sendiri, jika semua orang turut aktif dalam pembayarannya maka tak memungkiri bahwa suatu saat nanti negara ini memiliki sarana dan prasarana yang memadai, namun juga didukung oleh aparat pengatur yang tidak berbuat nakal dengan menyalahgunakan uang negara.

 

Manfaat lainnya kita bisa senantiasa menyamakan antara golongan tertinggal dengan yang maju, anak-anak bisa mendapatkan pendidikan secara layak karena ada bantuan dari pemerintah, kemudian fasilitas kesehatan juga bisa didapatkan secara gratis, paling tidak meskipun tak ikut turun secara langsung, namun kita memberi dengan jalan yang benar. Entah itu ikut membayar pajak bumi bangunan, penghasilan, pajak honorarium kegiatan, reklame atau kendaraan, semuanya wajib jika kita termasuk dalam wajib pajak.

SEO enthusiast since 2009 | Life isn’t about finding yourself. Life is about creating yourself.