biaya umroh

biaya umroh dan biaya haji

 

Setiap muslim di seluruh dunia pasti ingin berkunjung ke Baitullah, menunaikan rukun Islam yang terakhir guna menyempurnakan ibadahnya. Keinginan ini sering kali terbentur oleh biaya umroh dan berangkat haji yang cukup besar, belum lagi berbagai acara yang akan diselenggarakan di rumah. Selepas keberangkatan ataupun sepekan sebelumnya yang tentunya memerlukan dana dengan kisaran yang lumayan tinggi. Meskipun terdengar sulit untuk dilakukan namun berbagai upaya bisa dijadikan pilihan untuk bisa datang ke Baitullah.

 

Tips Merencanakan Berangkat Haji dan Umroh

 

Panggilan untuk bisa berangkat haji memang ditujukan untuk semua muslim tanpa terkecuali, dan memang khusus bagi mereka yang mampu. Mampu disini adalah memiliki kemampuan baik secara fisik yang masih kuat menempuh perjalanan dan menjalankan ritual ibadah yang panjang. Kemudian memiliki pula kemampuan finansial untuk membiayai perjalanan panjang yang akan dihadapi tersebut. Sekaligus menyediakan biaya yang cukup bagi anggota keluarga yang ditinggalkan di tanah air untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

 

Tidak hanya itu saja, seseorang sebelum berangkat umroh maupun haji juga harus siap mental menjalankan ibadah yang sebenarnya di rumah Allah tersebut. Tingginya biaya yang harus disediakan dan adanya persiapan khusus agar ibadah yang dijalankan mendatangkan ridha Allah SWT. Membuat beberapa orang enggan untuk merencanakan, ataupun hanya sekedar memiliki keinginan berkunjung ke Baitullah. Padahal ada banyak kemudahan yang didapatkan diantara kesulitan untuk mampu berumroh ataupun naik haji.

 

Salah satunya ialah dengan melakukan perencanaan sejak dini agar bisa berkunjung ke tanah suci, yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu perencanaan datang ke tanah suci sejak dini:

biaya haji

 

  1. Memiliki tujuan untuk ke tanah suci,

 

Berikan dorongan atau motivasi kepada diri sendiri untuk mengumpulkan kemampuan berkunjung ke tanah suci. Misalkan memiliki rencana berkunjung ke tanah suci saat menginjak usia 31 tahun, maka perlu menyusun rencana keberangkatan sejak masih di usia 21 tahun. Dalam sepuluh tahun ke depan Anda memiliki fokus tujuan untuk mengumpulkan dana yang cukup untuk ke tanah suci.

 

  1. Menjalankan gaya hidup yang hemat,

 

Banyak kemungkinan bagi siapa saja untuk bisa menabung, baik untuk tabungan dana darurat, biaya umroh dan berangkat haji, dan lain sebagainya. Upaya yang cukup efektif untuk bisa menabung adalah dengan jalan hidup sehemat mungkin. Hemat tidak sama dengan pelit, sebab hemat lebih tertuju kepada pemenuhan kebutuhan yang memang dibutuhkan. Mengeluarkan dana berapapun untuk tujuan yang baik namun tidak secara berlebihan, secukupnya saja. Gaya hidup yang hemat ini membantu siapa saja memangkas biaya hidup dan bisa dialokasikan untuk dana keberangkatan ke tanah suci.

 

  1. Mendayagunakan kemampuan untuk mendapatkan penghasilan lebih,

 

Ketika berada pada situasi mendapatkan penghasilan yang minim maka sebaiknya mencari solusi yang lebih baik. Selagi masih muda ada baiknya untuk tidak mudah kalah dengan rasa lelah, malas, dan lain sebagainya. Kondisi fisik yang masih kuat, otak yang masih cemerlang, memungkinkan siapa saja untuk bisa melakukan usaha dua kali lipat. Jika sulit menabung dengan gaji bulanan dari perusahaan maka bisa mencari pekerjaan sampingan sebagai dana tabungan umroh maupun haji. Ada banyak jenis usaha sampingan yang bisa digeluti dan sangat membantu kondisi keuangan menjadi lebih baik.

 

  1. Menabung lewat lembaga keuangan,

 

Dewasa ini ada banyak perbankan yang memberikan kemudahan atau fasilitas lewat tabungan umroh maupun haji. Jika merasa kesulitan ataupun sayang mengalokasikan dana sebagai tabungan pergi ke tanah suci. Maka ada baiknya memanfaatkan jasa perbankan tersebut, yang biasanya dikelola secara profesional dengan ketentuan tidak dapat diambil jika belum memenuhi biaya umroh maupun haji. Kecilnya kemungkinan untuk bisa diambil akan membuat dana tabungan tersebut tetap utuh dan bisa digunakan untuk tujuan utama, yakni umroh dan haji.

 

  1. Menambah ilmu mengenai haji dan umroh,

 

Perlu Kita sadari bahwa setiap amalan itu ada ilmunya, dan setiap ilmu itu selalu harus diamalkan sehingga ada keseimbangan. Kecilnya kesadaran untuk berkunjung ke Baitullah bisa saja disebabkan oleh minimnya pemahaman akan nilai ibadah yang dilakukan disana. Hal ini akan membuat siapa saja tidak begitu memiliki kesadaran untuk mengupayakan bisa umroh ataupun naik haji selagi masih muda. Perbanyak ilmu agama sehingga paham benar apa keutamaan yang ada dibalik ibadah umroh maupun ibadah haji. Sehingga memiliki tekad yang kuat untuk bisa memiliki kemampuan meskipun hanya sekali seumur hidup ke tanah suci.

 

  1. Mengajak orang terdekat ikut serta,

 

Membantu merancang rencana keberangkatan haji atau umroh sejak dini akan menjadi lebih muda jika mengajak teman. Teman disini bisa dari anggota keluarga yang disayangi, sahabat dekat yang memiliki keinginan sama, dan lain-lain. Ibadah bersama teman juga membantu memupuk tekad mengusahakan dengan maksimal sebab bersama dengan orang terdekat. Kemudian juga menepis rasa takut akan kemungkinan apa saja yang dapat terjadi selama di tanah suci. Maka usahakan untuk mengajak kerabat bersama-sama pergi beribadah ke tanah suci.

 

Ada sekian jalan yang bisa dijadikan pilihan untuk membantu merencanakan keberangkatan ibadah haji dan juga umroh. Siapa saja pada dasarnya memiliki kesempatan yang sama, entah Anda berpenghasilan besar ataupun terbatas. Ada banyak pula kisah inspiratif di luar sana dimana ada orang yang dengan profesi berpenghasilan pas-pasan. Justru bisa menabung untuk pergi ke tanah suci, maka jangan mau kalah dengan mereka padahal kondisi keuangan Anda lebih baik. Susun rencana persiapan biaya umroh dan berangkat haji sedini mungkin agar selagi masih muda bisa datang ke tanah suci!