5 Cara Mudah Miliki Dana Darurat

Belum gajian tapi tiba-tiba punya kebutuhan mendadak yang membutuhkan uang dengan cepat? Misalnya hand phone, laptop, atau mobil butuh diservis segera? Atau tanpa sadar tergoda Great Sale di mall kesayangan dan uang makan siang bulan ini tanpa sengaja terkuras habis? Inilah mengapa kita harus punya dana darurat.

Dana darurat sebenarnya salah satu bagian penting dari kebutuhan keuangan kita. Karena, berbagai hal mendesak yang tidak rutin seringkali datang tiba-tiba. Sayangnya, entah karena pengeluaran yang cukup besar, atau akibat berbagai kebutuhan bulanan, kita tak sempat menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan mendadak.

Bagaimana cara agar kita memiliki simpanan dana untuk kebutuhan darurat? Simak yuk beberapa cara mudah untuk memiliki dana darurat di bawah ini!

Sisihkan 10-15% dari penghasilan bulanan

Ketika gajian tiba dan pundi-pundi tabungan sedah terisi, langsung bagi pendapatan ke beberapa bagian. Cicilan rutin (kalau ada), kebutuhan rutin (listrik, telpon/pulsa, PAM, dll), biaya makan, biaya transport, hiburan, kebutuhan tersier lainnya, dan dana darurat. Nah besaran dana darurat ini idealnya minimal 10-15% dari pendapatan bulanan kita. Kalau rutin, maka tanpa terasa dalam setahun besaran dana darurat ini jumlahnya sudah melebihi pemasukan bulanan kita. Intinya, konsisten kepada komitmen dalam mengatur pos pengeluaran bulanan agar dana darurat bisa terkumpul tanpa mengganggu pos pengeluaran lainnya.

Buat jadwal transfer otomatis ke rekening khusus

Terkadang, saldo menganggur di rekening membuat kita bingung akan jumlah sisa anggaran bulanan yang dapat dipakai untuk hiburan atau keperluan tersier lainnya. Cara yang lebih aman adalah mengatur transfer dana darurat secara otomatis dari rekening penerima gaji ke rekening lain yang jarang dipakai. Kalau masih takut tergoda untuk dipakai, simpan kartu ATM rekening dana darurat tersebut di tempat yang aman dan tidak dibawa bepergian, apalagi saat berbelanja.

Potong satu pos pengeluaran jika diperlukan

Merasa bahwa pendapatan tidak cukup untuk alokasi dana darurat? Pasti bisa, potong saja pos pengeluaran kebutuhan tersier seperti hiburan. Atau minimal, kurangi alokasi dana di pos ini dan pindahkan ke dana darurat. Kalau misalnya biasanya nonton dan nge-mall tiap minggu menghabiskan uang 500rb sekali pergi, bisa dikurangi jadi 1-2 kali sebulan dan uangnya dialihkan ke dana darurat, berarti 1-1,5juta per bulan minimal bisa masuk ke dana darurat.

Jual barang tidak terpakai yang masih layak

Selain ketiga cara di atas, masih ada lagi beberapa cara untuk mendapatkan uang yang akan disimpan sebagai dana darurat. Misalnya, menjual kembali barang-barang yang tak terpakai namun masih layak digunakan kembali. Pernah salah ukuran atau model ketika beli baju atau sepatu via online? Nah daripada cuma bikin penuh lemari, lebih baik buka app online market kesayangan dan mulai gelar dagangan. Tapi jangan lupa, hasil penjualan disimpan sebagai dana darurat, ya.

Pinjam UangTeman

Kalau cara-cara di atas ternyata masih tidak bisa memenuhi kebutuhan kita, atau belum punya dana darurat tapi sedang memiliki kebutuhan sangat mendesak dan harus segara mendapat talangan dana cair, bisa kok pinjam di UangTeman. UangTeman bisa dijadikan teman andalan saat kamu ada kebutuhan mendesak, tapi jangan lupa balikin sehabis gajian, ya! Mumpung masih ada promo pinjaman 0% atau GRATIS BIAYA LAYANAN. Kamu hanya perlu balikin persis yang kamu pinjam. Kapan lagi bisa dapat pinjaman gratis 0%, dengan UangTeman segala #UrusanBeres