Biaya Pernikahan

Biaya pernikahan harus benar-benar dipersiapkan bagi pasangan yang ingin segera melangsungkan pernikahan. Pernikahan yang diharapkan terjadi sekali dalam seumur hidup membuat banyak orang mengidamkan acara pernikahan, baik akad maupun resepsi dilakukan dengan serba mewah. Hal inilah yang kadang memicu terjadinya pembengkakan biaya terutama jika harus memesan segala sesuatunya secara khusus.

Sebelum memesan ini dan itu untuk acara pernikahan, sebaiknya Anda dan pasangan mempersiapkan biaya pernikahan. Menabung untuk merealisasikan impian di hari besar Anda berdua pada kenyataanya sangat sulit, terutama jika acaranya hanya berselang beberapa bulan saja.  Untuk memudahkan Anda, coba lakukan 4 tips di bawah ini agar Anda dan pasangan mampu membayar biaya pernikahan.

Biaya Pernikahan

Biaya Pernikahan (sumber gambar: ownyourwedding.com)

Gunakan persamaan matematika sederhana

Jika Anda memiliki anggaran besar untuk pesta pernikahan yang terlihat mahal serta memusingkan. Coba bagi anggaran yang sudah direncanakan ke dalam bagian kecil agar lebih mudah untuk dimengerti. Anda dapat menggunakan trik matematika sederhana untuk melakukannya. Ambil total anggaran yang sudah direncanakan kemudian bagi dengan jumlah bulan sebelum acara pernikahan berlangsung. Misalnya Anda akan menikah tahun depan dengan anggaran sebesar  Rp 150 juta, maka bagilah Rp 150 juta dengan 12 bulan yang artinya sama dengan sekitar Rp. 12,5 juta per bulannya. Jika jumlah tersebut terlalu banyak untuk setiap bulannya, maka Anda dapat menambah waktu untuk menabung atau mencoba memotong pengeluaran bulanan  yang dapat membantu Anda agar uang menabung.

Cara di atas memang menjadi cara paling sederhana untuk membuat rencana finansial untuk acara pernikahan. Kemudian jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menabung  sangat tergantung pada keadaan Anda sendiri (pendapatan dan pengeluaran). Sebab ketika Anda memulai merencanakan acara besar seperti ini, tentu Anda harus memiliki pendekatan yang realistis. Jika Anda ingin menghabiskan biaya  Rp 150 juta pada pesta pernikahan, tetapi Anda hanya dapat berhemat Rp 1.250 ribu per bulannya, maka Anda baru bisa mendapatkan tabungan tersebut 12 tahun kemudian.

Berinvestasi

Memang investasi ada beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko investornya. Namun, yang harus Anda ketahui bahwa investasi yang mendatangkan imbal hasil besar akan memberikan risiko yang besar pula, seperti investasi di pasar komoditas ataupun pasar saham. Jadi jika Anda tidak ingin pusing dua kali, Anda tidak disarankan untuk berinvestasi untuk membiayai acara pernikahan terutama jika waktunya tinggal 12 bulan lagi. Karena investasi jangka pendek, seperti reksadana pasar uang atau deposito tidak memberikan imbal hasil yang besar.

Mengurangi pengeluaran bulanan

Apakah Anda menjadi anggota di salah satu pusat kebugaran atau berlangganan layanan tertentu yang menyedot sejumlah uang setiap bulannya? Coba potong pengeluaran yang dapat memberikan efek paling cepat untuk meingkatkan jumlah saldo tabungan Anda. Misalnya, Anda tidak akan berlangganan saluran tertentu pada TV berlangganan karena menghabiskan banyak uang, hal ini tentunya dapat menghemat ratusan bahkan jutaan rupiah.  Anda harus mempertimbangkan dengan seksama ketika memotong pengeluaran bulanan yang sifatnya tetap, namun hal ini tidak berlaku untuk asuransi kesehatan.

Menghentikan pengeluaran kecil yang kurang penting

Setiap orang akan menghabiskan uang penghasilannya untuk berbelanja bulanan, namun dalam kurun waktu satu bulan pasti ada pengeluaran kecil yang tidak terlalu penting. Barangkali Anda kurang memperhatikan pengeluaran kecil seperti membeli air mineral, membeli sebotol kopi, rokok, makan siang dan makan malam diluar, dan lain sebagainya. Pengeluaran tersebut jika dijumlahkan bisa mencapai ratusan ribu dalam sebulannya. Jadi alangkah baiknya jika Anda mengalihkan uangnya untuk biaya pernikahan.