Tag

Lebaran 2016

Info dan berita lebaran 2016, paket lebaran 2016, serba serbi lebaran tahun 2016. Bisnis lebaran 2016. Kumpulan berita seputar lebaran 2016.

Indonesia

4 BUDAYA LEBARAN YANG HANYA ADA DI INDONESIA

Lebaran 2016 atau dikenal juga dengan nama hari raya Idul fitri 1437 Hijriah adalah hari kemenangan yang dirayakan umat Islam setelah sebulan menahan hawa nafsu dari fajar hingga senja. Hari ini begitu spesial, mengingat momen ini hanya dirayakan setahun sekali. Banyak kegiatan yang diadakan untuk ikut memeriahkan tanggal 1 Syawal tersebut. Tentunya, momen ini bukan hanya dirayakan di Indonesia saja, tetapi di negara lain dengan umat muslim yang menjalankan di dalamnya.

Khusus di Indonesia sendiri, karena luas wilayahnya dari Sabang sampai Merauke dan budaya yang begitu banyak jumlahnya, akhirnya momen lebaran 2016 menciptakan berbagai budaya dan juga tradisi khas Idul fitri yang begitu kental. Beberapa di antaranya bahkan mungkin rutin anda lakukan sendiri. Untuk itu, mari simak 4 budaya lebaran yang hanya ada di Indonesia, yang pastinya anda ketahui keberadaannya.

Sumber: wikipedia.org

Sumber: wikipedia.org

Mudik ke kampung halaman

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik secara harafiah mengandung arti “pulang ke kampung halaman” atau juga “berlayar (pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman”. Tradisi lebaran 2016 yang satu ini diyakini telah hadir beratus-ratus tahun lamanya, mengingat nenek moyang bangsa Indonesia merupakan pelaut ulung yang gemar bepergian untuk berdagang, lalu kembali pulang setelah hasil yang didapatkan dirasa cukup.

Di Indonesia saat ini, mudik menjadi semacam ritual wajib untuk menyambung silaturahmi bersama keluarga dan juga sanak saudara, setelah setahun lamanya merantau dan mencari nafkah di tempat lain. Tentunya, karena penduduk Indonesia begitu banyak jumlahnya, tak ayal macet akan terjadi dimana-mana. Rasa letih saat mudik pun pastinya begitu terasa. Namun, hal tersebut akan sirna ketika akhirnya anda dapat bertemu keluarga dalam keadaan sehat. Momen berkumpul menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Sumber: sumsel.kemenag.go.id

Sumber: sumsel.kemenag.go.id

Berkunjung ke rumah tetangga

Secara umum, sungkan rasanya ketika lebaran tetapi tidak mengunjungi tetangga sambil bermaaf-maafan satu sama lain. Serasa ada yang kurang, ketika anda bermaaf-maafan dengan saudara yang jauh di sana, tetapi tetangga yang ada di dekat anda tidak. Tradisi yang juga dikenal dengan sebutan “halal bi halal” ini nampaknya menjadi kegiatan rutin tahunan yang harus dilakukan ketika Idul fitri tiba.

Khusus di lebaran 2016, nampaknya hal ini dipermudah dengan kehadiran gadget atau smartphone yang memudahkan anda berkomunikasi dengan orang yang berada di jarak jauh. Namun, hal tersebut tentunya tidak diperlukan jika bertemu sapa lebih lebih terlihat ikhlas dan meyakinkan. Suguhan makanan dan minuman pun akan saling dihadirkan untuk menjamu tetangga yang berkunjung.

Sumber: wikipedia.org

Sumber: wikipedia.org

Ketupat beserta makanan pelengkapnya

Lebaran biasanya tidak jauh kaitannya dengan ketupat, sebuah sajian khas lebaran yang dipersiapkan bagi sanak keluarga yang berkunjung atau juga. Sajian ini merupakan beras yang dikukus menggunakan daun kelapa yang dianyam sedemikian rupa membentuk ketupat yang seperti kita ketahui saat ini. Alternatif lain yang biasanya juga hadir menggantikan makanan sumber karbohidrat adalah lontong, sajian serupa yang dimasak menggunakan plastik, menggantikan daun kelapa.

Makanan pelengkap lain yang tak kalah penting kehadirannya saatu bulan Syawal adalah opor ayam atau juga sayur lodeh. Makanan ini sangat enak dipadukan dengan ketupat maupun lontong. Kehadiran ketupat sendiri biasanya berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Bila di Jawa ketupat dihadirkan pada hari kesekian Idul fitri yang biasa disebut “hari raya ketupat”. Sedangkan di Sumatera, ketupat sudah dihidangkan sejak hari pertama lebaran. Selain di Indonesia, ternyata sajian ini juga ada di Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, dan juga Kepulauan Cocos di Australia ketika Idul fitri tiba. Bahkan dengan kreativitas yang dimiliki insan kreatif Indonesia, ketupat dijadikan pernak-pernik khas lebaran.

Sumber: smeaker.com

Sumber: smeaker.com

Takbir sambil berkeliling di malam 1 Syawal

Tidak lengkap rasanya jika membicarakan Idul fitri, tetapi tidak membicarakan tradisi takbir keliling. Tradisi yang dilakukan malem sebelum lebaran pertama tiba ini, sudah menjadi kegiatan tahunan yang diakomodir pemerintah. Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah shalat Isya dengan iringan obor dan juga kendaraan yang menabuh bedug.

Khusus lebaran 2016, pemerintah di berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Riau, hingga Sulawesi Tenggara, dan juga daerah lainnya, nampaknya mempersiapkan pawai dengan iringan pernak-pernik khas Idul fitri. Malam ini terasa begitu spesial, karena disambut dengan ucapan takbir yang bergema di seluruh masjid di Indonesia.

Selain beberapa budaya di atas, sebenarnya masih ada budaya lain khas Idul fitri seperti THR untuk sanak saudara, saling mengirimkan makanan, hingga membeli baju baru. Kekayaan bangsa ini tampaknya tidak ada habisnya, ya?

Continue reading
7 Persiapan Menyambut Idul Fitri 2016
Gaya Hidup

7 Persiapan Menyambut Idul Fitri 2016

Meski puasa Ramadan masih tiga miggu lagi, persiapan menyambut Idul Fitri 2016 sudah terasa di beberapa sudut. Pusat perbelanjaan hingga supermarket menyediakan paket khusus dan potongan harga edisi Lebaran. Ibu-ibu juga tak kalah heboh membeli kebutuhan seperti kue-kue kering dan baju baru untuk hari kemenangan tersebut. Mereka yang ingin menghabiskan Idul Fitri di kampung halaman pun rela antre untuk membeli tiket atau booking jauh-jauh hari sebelum kehabisan tempat.

Selain hal-hal di atas, apa lagi yang perlu kita persiapkan untuk menyambut Idul Fitri?

  1. Mempersiapkan Diri untuk Menyambut Idul Fitri

Saking sibuknya membuat daftar kebutuhan, kadang kita lupa untuk mempersiapkan diri sebelum Idul Fitri tiba. Dalam hal ini adalah kesiapan kita dari segi spiritual atau batin, bukan fisik seperti penampilan dan lain sebagainya. Kita bisa melakukan sebuah evaluasi tentang kegiatan atau hal-hal yang terjadi di bulan Ramadan. Tahapan persiapan ini dapat dilakukan sekitar tujuh atau sepuluh hari sebelum Idul Fitri sambil mengoptimalkan sisa bulan puasa yang tidak lama lagi akan berakhir.

  1. Membersihkan dan Menata Ulang Perabotan di Rumah

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rumah kita pasti akan kedatangan banyak tamu pada Idul Fitri 2016. Sudah jadi kebiasaan juga bagi masyarakat di Indonesia atau belahan dunia lain untuk membersihkan rumah agar terlihat baru dan rapi. Selain itu, tata ulang juga perabotan yang ada di dalam rumah agar terkesan lebih luas. Sebab, di hari pertama Idul Fitri, kita pasti akan kedatangan teman atau kerabat dari berbagai kota dan biasanya mereka akan tinggal cukup lama untuk bersilaturahmi.

  1. Membeli Kebutuhan dan Melakukan Perawatan Tubuh

Tidak ada yang salah dengan membeli baju baru atau kebutuhan lainnya, selama tidak berlebihan. Agar pengeluaran tetap terjaga, buat daftar prioritas terlebih dahulu sehingga apa yang kita beli bisa dipakai dalam jangka panjang. Jangan cepat tergoda pula dengan diskon besar-besaran kalau sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkannya. Selain itu, perawatan tubuh juga perlu diperhatikan untuk mengimbangi batin yang sama-sama dibersihkan selama bulan Ramadan.

  1. Menyediakan Makanan dan Minuman untuk Lebaran

Ketupat, lontong, sambal goreng kentang, dan opor ayam adalah sebagian makanan yang akan hadir di Idul Fitri 2016. Makanan atau minuman apapun yang ingin dihidangkan nanti, kita harus persiapkan bahan-bahannya beberapa hari sebelum Lebaran. Selain itu, pastikan kita tahu jumlah perkiraan tamu yang akan berkunjung ke rumah. Jangan sampai makanan dan minuman yang kita sediakan kurang dan membuat kita tidak bisa menjamu tamu dengan baik.

Baca juga 6 Tips Mudik Bareng Dengan Mobil Pribadi

  1. Memberikan THR untuk Kerabat yang Masih Anak-anak

Memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) adalah tradisi yang sudah melekat dengan Idul Fitri. Biasanya mereka yang sudah memiliki penghasilan yang memberikan sejumlah uang untuk anak-anak. Jika kita sudah bekerja dan punya penghasilan lebih, tak ada salahnya untuk menyisihkan sebagian untuk THR. Siapkan uang kecil beberapa hari sebelum Idul Fitri agar mempermudah kita dalam memberikan THR. Anggap tradisi ini sebagai bentuk syukur kita terhadap Allah Swt., karena kita masih diberi rezeki cukup.

  1. Merangkai Parcel Lebaran untuk Teman dan Keluarga

Idul Fitri 2016 juga tak akan lengkap tanpa parcel. Parcel merupakan bingkisan yang bisa diisi makanan, pakaian, dan produk-produk lainnya. Meski dipakai juga untuk acara lain, parcel sangat identik dengan Lebaran dan membuat banyak orang tertarik untuk menjadikannya bisnis. Daripada memesan, kita juga sebenarnya bisa merangkai parcel sendiri untuk teman dan keluarga. Selain menghemat biaya, kita pun dapat berkreasi sekreatif mungkin agar parcel terlihat menarik.

  1. Berbagi Rezeki untuk Orang-orang yang Kurang Mampu

Kebahagiaan baru terasa kalau kita membaginya dengan orang lain. Maka manfatkan hari suci seperti Idul Fitri untuk berbagi suka cita kita dengan orang-orang yang kurang mampu. Selain dengan melakukan zakat fitrah, kita juga bisa bersedekah. Maksimalkan kegiatan penuh amal ini selagi kita masih ada di bulan Ramadan. Sedangkan untuk zakat fitrah, waktu terbaik untuk mengeluarkannya adalah satu hari sebelumIdul Fitri 2016.

Demikian uraian singkat seputar persiapan dalam menyambut Idul Fitri 2016. Sudahkah Anda siap menyambut Idul Fitri tahun ini?

Continue reading
Indonesia

3 JENIS UCAPAN UNIK YANG DITEMUI SAAT LEBARAN

Setelah sebulan penuh menjalankan puasa, momen hari raya Idul Fitri atau lazim dikenal dengan sebutan lebaran, kerap menjadi sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu. Hari besar umat Islam tersebut menjadi penanda hari kemenangan dan kembalinya manusia menjadi suci, karena selama bulan Ramadhan, umat muslim di seluruh dunia membakar habis dosanya selama setahun lewat ibadah puasa, shalat wajib 5 waktu, dan juga ibadah pendukung lain yang tak kalah penting seperti shalat tarawih dan juga tadarus.

Tentunya, di hari kemenangan ini, berbagai budaya khas lebaran pun bermunculan. Tak ayal, tradisi tahunan menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu untuk dilakukan ketika tanggal 1 syawal tiba. Salah satunya adalah ucapan lebaran. Tradisi yang satu ini nampaknya hanya terdapat di Indonesia, dengan meriahnya takbir yang berkumandang saat malam sebelum Idul Fitri tiba, biasanya orang-orang akan mengirimkan pesan singkat berupa permintaan maaf disertai dengan bermacam-macam bentuknya khas, yang biasanya berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Kegiatan ini biasanya berlangsung hingga keesokan harinya, saat Idul Fitri tiba.

Maaf-maafan sangat dianjurkan saat lebaran. Sumber: pro.pengusahamuslim.com

Berikut uangteman hadirkan 3 jenis ucapan unik yang ditemui saat lebaran, yang bisa menjadi referensi anda menyambung tali silaturahmi dengan teman maupun sanak saudara yang tidak bisa bertemu secara langsung dan saling bermaaf-maafan.

Diawali dengan pantun

Bentuk ucapan lebaran yang satu ini adalah yang paling lazim anda temui ketika lebaran tiba. Biasanya, isi pesan diawali dengan pantun yang diakhir dengan ucapan permintaan maaf di akhir pesannya. Cara ini cukup ampuh dan sepertinya tersebar di hampir seluruh Indonesia, mengingat pantun merupakan jenis sastra lama yang diajarkan di semua sekolah dasar di seluruh dunia. Bisa dikatakan, jenis pesan ini bersifat universal alias dapat dipahami oleh semua orang. Berikut adalah beberapa contoh pantun ucapan maaf yang dapat anda gunakan saat ketika hari kemenangan tiba.

Buah semangka buah kenari

Dimakan bersama oh daun mint

Pesan ini menjadi oh pengganti diri

‘Tuk ucapkan mohon maaf lahir dan bathin

Atau bisa juga

Daun kelapa dilipat-lipat

Diisi beras oleh yang punya

Lebaran bukan soal ketupat

Jiwa yang fitri itu yang utama

Selain beberapa contoh pantun berikut, anda pun dapat membuat sendiri ucapan khas dengan pantun milik sendiri. Cara yang paling mudah adalah menempatkan kata “mohon maaf lahir dan bathin” di akhir baris pantun, dengan pemanis seperti di atas.

Analogi humoris dengan sentuhan artis

Selain pantun, ucapan lebaran yang cukup awam digunakan oleh masyarakat Indonesia berisikan analogi yang humoris, dengan menggunakan nama artis hingga brand tertentu sebagai pemanis. Cara yang satu ini cukup efektif, mengingat maksud anda untuk meminta maaf tidak hanya tersampaikan, tetapi anda juga berhasil membuat si pembaca tersenyum tipis. Membuat orang tersenyum juga termasuk ibadah, lho! Berikut adalah salah satu contohnya.

Rio Febrian said “Ooh… Maaf, maafkan diriku”

Rubben Studdard said “This is my sorry for 2015”

Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku”

Elton John said “Sorry seems to be the hardest word”

But, I cordially would like to say “Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin”

Penggunaan nama artis terkenal seperti di atas, dirasa dapat membangkitkan kenangan dengan lagu-lagu yang populer. Dengan begini, anda dapat membuat si pembaca berdendang kecil sekaligus tersenyum karena kemiripannya dengan lagu yang ia kenal.

Sumber: ramdhan-ms.blogspot.com

Menggugah rasa lewat puisi pendek atau haiku

Jenis ucapan yang satu ini lebih puitis dibandingkan dengan dua jenis ucapan lebaran yang sebelumnya. Penggunaannya pun cukup mudah, anda hanya perlu menciptakan diksi sederhana yang menggambarkan perasaan anda dan berusaha meminta maaf seikhlasnya. Dengan begitu, si pembaca akan membalasnya dengan perasaan ikhlas juga. Jika anda tidak tahu ingin memulainya dari mana, ini adalah beberapa contohnya.

Bila ada langkah membekas luka

Ada kata merangkai dusta

Ada tingkah menorah luka

Mohon maaf lahir bathin

Selamat hari raya Idul Fitri 1437 hijriah

Atau juga

Andai jemari tak sempat berjabat

Jika raga tak bisa bersua

Bila ada kata membekas luka

Semoga pintu maaf masih terbuka

Selamat Idul Fitri 1437 H

Cukup mudah bukan? Dengan begini, anda sudah siap mengirimkan sendiri ucapan lebaran khas anda sendiri. Anda hanya perlu mencari referensi lebih banyak lagi, dan anda pun akan lihai sebelum Idul Fitri tiba. Selamat mencoba.

Continue reading
Hari Raya Idul Fitri di Banyak Negara dan Tips-tips Mudik Nyaman
Gaya Hidup

Hari Raya Idul Fitri di Banyak Negara dan Tips-tips Mudik Nyaman

Hari raya Idul Fitri selalu menjadi hari yang begitu istimewa untuk seluruh umat islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, hari raya Idul Fitri begitu ditunggu-tunggu karena ada banyak keistimewaan dan juga kebahagiaan pada hari itu. Di hari tersebut biasanya umat islam di Indonesia selalu berkumpul bersama keluarga, saling bermaaf-mafaan dan juga memakan ketupat bersama. Tradisi tersebut sudah melekat dan selalu ada saat perayaan hari Idul Fitri. Lalu bagaimana dengan perayaan hari Idul Fitri di negara lain? Jika anda ingin tahu, simak informasi di bawah ini untuk mengetahui berbagai tradisi saat hari raya Idul Fitri di berbagai negara:

  1. Arab Saudi
idul fitri arab saudi

idul fitri arab saudi

Warga Arab Saudi biasanya selalu mendekorasi ulang rumah mereka saat Idul Fitri akan tiba. Selain tradisi ini, warga di sana terbiasa saling memberi hadiah ketika Idul Fitri tiba. Biasanya orang yang lebih tua akan memberi hadiah pada orang yang lebih muda. Tak hanya tradisi itu, tradisi makan bersama pun selalu dilakukan ketika Idul Fitri tiba. Mereka biasanya menyantap daging domba yang dicampur dengan nasi dan sayuran setelah selesai menunaikan shoat ied di pagi hari.

  1. Turki
idul fitri turki

idul fitri turki

Tak beda jauh dengan tradisi di negara Indonesia, di Turki selalu ada tradisi memakai baju baru saat hari raya Idul Fitri. Hari raya Idul Fitri di negara Turki biasa disebut dengan istilah Baryam. Di hari ini warga Turki yang beragama islam akan saling bersilaturahmi dan saling berkunjung selama tiga hari berturut-turut. Ada juga tradisi sungkeman yang biasanya dilakukan oleh orang yang lebih muda pada orang yang lebih tua sambil membaca doa lebaran.

  1. Nigeria
idul fitri nigeria

idul fitri nigeria

Umat islam di Nigeria biasa menyebut hari raya Idul Fitri sebagai ‘Barka dan Sallah’ yang artinya ‘Salam Sejahtera di Hari Raya’. Di negara ini, hari raya Idul Fitri dijadikan sebagai hari libur nasional selama dua hari berturut-turut. Banyak warga Nigeria yang pulang ke kampung halamannya masing-masing saat hari raya Idul Fitri tiba.

  1. China
idul fitri cina

idul fitri cina

Warga muslim di China yang berjumlah sekitar 48 juta jiwa biasanya merayakan hari raya Idul Fitri dengan meriah. Pria muslim di negara ini akan memakai jas yang khas dan juga kopiah, sementara para wanita muslim akan mengenakan baju hangat dan juga kerudung setengah tertutup.

  1. Malaysia
idul fitri malaysia

idul fitri malaysia

Perayaan hari raya Idul Fitri di negara ini hampir sama dengan perayaan Idul Fitri di negara Indonesia. Warga muslim di Malaysia akan menyantap ketupat, lontong, lemang dan rendang saat hari raya Idul Fitri tiba. Di rumah, anak-anak akan memberikan hormat kepada orang tua, dan orang yang lebih dewasa akan memberikan uang pada kerabat mereka yang umurnya ada di bawah mereka. Juga setelah sholat ied selesai, warga muslim di Malaysia akan berziarah ke makam kerabatnya.

  1. India
idul fitri india

idul fitri india

Di negara India, warga muslim akan melakukan sholat ied di Jama masjid—masjid yang terletak di New Delhi dan menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi. Lalu mereka nantinya akan merayakan Idul Fitri dengan menyantap hidangan siwaiyaan. Siwaiyaan adalah campuran bihun manis dan buah kering atau susu dan memiliki beragam warna dan bentuk.

Ternyata perayaan Idul Fitri di setiap negara memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing. Namun dibalik keunikan yang berbeda-beda tersebut tentunya ada makna yang sama, yaitu demi menjalin silaturahmi dan saling memaafkan di hari raya yang suci tersebut.

Tips Mudik Menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan Menggunakan Kendaraan Pribadi

Lalu, bagaimana tradisi perayaan Idul Fitri di Indonesia? Selain menyantap makanan khas seperti ketupat, opor dan rendang, Idul Fitri di Indonesia ditandai dengan berbondong-bondongnya masyarakat di perkotaan kembali ke kampung halaman mereka. Tradisi ini dikenal sebagai mudik lebaran. Sejenak mereka melupakan kehidupan mereka di kota untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan dengan sanak saudara di kampung halaman.

Apakah Anda termasuk orang yang selalu mudik setiap Idul Fitri menjelang? Jika iya, ada baiknya Anda mengetahui tips mudik menjelang hari raya Idul Fitri agar Anda aman dan selamat sampai tujuan. Mudik akan menjadi perjalanan yang menyenangkan dan nantinya akan segera mengantarkan Anda ke tempat tujuan untuk bertemu dengan keluarga dengan menerapkan tips-tips yang tepat. Berikut ini tips yang bisa Anda terapkan untuk mudik menjelang hari raya Idul Fitri dengan menggunakan kendaraan pribadi:

  1. Daftar Barang Bawaan

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum mudik menjelang hari raya Idul Fitri adalah menyiapkan barang bawaan. Agar tidak melupakan beberapa barang yang harus dibawa, Anda bisa mendata terlebih dahulu barang-barang bawaan. Dengan begitu, mudik menjelang hari raya Idul Fitri Anda akan lancar.

  1. Cek Kondisi Kendaraan

Sebelum Anda mudik ke kampung halaman, pastikan bahwa kendaraan yang akan Anda gunakan dalam keadaan baik sehingga bisa mengantarkan Anda sampai tujuan. Anda bisa membawa kendaraan pribadi ke bengkel terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kendaraan tersebut. Pastikan juga Anda membawa perlengkapan kendaraan untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mogok di tengah perjalanan. Dengan begitu, Anda akan sampai ke tempat tujuan dengan selamat dan bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

  1. Kotak P3K

Obat-obatan pribadi dan juga obat untuk pertolongan pertama saat kecelakaan harus tersedia di dalam kendaraan Anda. Pastkan bahwa obat yang Anda bawa dalam keadaan bagus dan layak untuk dipakai. Dengan begitu jika Anda atau keluarga merasa sakit saat di perjalanan, obat-obatan yang dibawa bisa membantu Anda dan keluarga.

  1. Hiburan

Salah satu hal yang biasa pemudik temui adalah kemacetan yang panjang. Untuk mengusir kebosanan saat macet panjang terjadi, Anda bisa membawa CD, MP3 dan buku bacaan yang bisa Anda gunakan ketika kemacetan terjadi. Ketiga barang tersebut setidaknya bisa membuat kebosanan Anda sedikit berkurang.

  1. Peta

Menjelang hari raya Idul Fitri, banyak sekali perusahaan jasa atau institusi yang menyediakan peta jalur mudik. Anda sebaiknya mendapatkan peta itu untuk mengetahui berbagai informasi, seperti letak bengkel, pom bensin, kondisi jalan dan juga posko lebaran.

  1. Baterai dan Pulsa

Ponsel kini menjadi barang yang begitu penting dan bisa dipakai sebagai alat untuk menyelesaikan berbagai masalah. Saat Anda mudik menjelang hari raya Idul Fitri, pastikan bahwa ponsel Anda terisi pulsa dan juga memiliki baterai yang penuh. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan ponsel Anda jika situasi darurat terjadi.

  1. Kondisi Tubuh

Setelah menyiapkan berbagai hal untuk mudik menjelang hari raya Idul Fitri, ada hal lain yang sangat penting dan harus Anda perhatikan, yaitu kondisi tubuh Anda sendiri. Pastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi sehat saat mudik menjelang hari raya Idul Fitri tiba. Apalagi jika Anda yang akan menjadi pengemudi kendaraan pribadi. Anda harus memastikan bahwa kondisi tubuh anda fit atau jika di perjalanan anda merasa mengantuk, berhentilah terlebih dahulu untuk beristirahat. Anda sebaiknya mengistirahatkan dahulu tubuh setelah 4 jam mengendarai kendaraan pribadi. Daripada ambil resiko, lebih baik Anda mengistirahatkan tubuh sejenak agar bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Idul Fitri Nyaman di Kampung Halaman

Perjalanan mudik bisanya memakan waktu yang panjang, apalagi bila menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya setiap Idul Fitri menjelang banyak sekali orang yang akan mudik ke kampung halaman mereka dan pastinya mudik tidak mungkin hanya 2-3 hari saja. Tidak jarang kita semua pasti merasakan yang namanya kebosanan dan kejenuhan selama perjalanan. Belum lagi ketika sampai di kampung pasti menghabiskan waktu yang cukup lama ketika Idul Fitri. Bagi Anda yang sering merasa bosan dan mudah jenuh dengan suasana di kampung pada saat Idul Fitri. Berikut beberapa tips seputar Idul Fitri di kampung halaman sehingga Anda tidak lagi merasa jenuh:

  1. Membaca Novel, Buku, ataupun Koran

Pastinya banyak orang ingin menikmati suasana Idul Fitri di kampung halaman. Tidak jarang diantara Anda yang mulai berangkat ke kampung halaman dari H-7 sebelum Idul Fitri agar tidak terjebak macet. Selama di perjalanan Anda dapat membaca beberapa buku, majalah, koran dan novel sehingga dapat mengatasi rasa bosan selama di perjalanan. Dengan sering membaca maka Anda dapat sampai di kampung halaman dengan nyaman dan bisa menikmati suasana lebaran di kampung lebih cepat lagi.

  1. Mendengarkan Musik / Lagu

Selama di perjalanan menuju kampung halaman Anda juga dapat mengisi waktu dengan mendengarkan musik/lagu yang disukai. Kalau bisa, Anda persiapkan semua lagu yang menjadi kesukaan Anda sehingga nantinya tidak akan terasa jika Anda sudah tiba di kampung halaman. Selain itu Anda juga harus membawa Power Bank jika tiba-tiba HP Anda lowbat dan harus segera di-charge. Selain di perjalanan, jika Anda merasa sedikit bosan di kampung halaman karena terlalu lama, Anda juga bisa menikmati suasana kampung halaman sambil mendengarkan lagu/musik yang disukai.

Baca juga Niat Puasa Serta Hal Yang Tak Membatalkannya

  1. Berbicara dengan Orang Lain

Di kampung halaman, pasti Anda akan menjumpai orang-orang yang sudah tidak lama Anda temui. Anda dapat berbincang lama dengan mereka seperti berbagi kisah selama di kota, bercerita tentang sekolah/kuliah atau mungkin pekerjaan Anda. Idul Fitri di kampung halaman akan terasa lebih seru dan nyaman jika Anda menikmatinya dengan suasana yang lebih dekat dan hangat.

  1. Selfie Bareng Sanak Saudara

Idul Fitri di kampung halaman kurang lengkap rasanya jika tidak mengabadikan moment tersebut. Sekarang ini untuk mengabadikan suatu moment tidak sulit karena sudah banyak HP canggih dengan kamera yang bagus. Dengan begitu Anda dapat menikmati suasana Idul Fitri sambil selfie bareng sanak saudara di kampung halaman. Pasti Anda akan merasa suasana lebaran menjadi sangat berarti.

  1. Tidak Perlu Mempermasalahkan Waktu

Buat Anda yang suka jenuh atau merasa bosan berada berlama-lama disuatu tempat baik itu ketika di perjalanan mudik maupun ketika sudah sampai di kampung halaman, Anda tidak perlu terfokus dengan waktu, misalnya dengan selalu melihat jam dan menghitung hari balik ke kota. Jika Anda lebih menikmati Idul Fitri di kampung halaman maka Anda tidak akan pernah merasa bosan dan justru ingin selalu ada di kampung halaman.

Demikian informasi seputar seputar Idul Fitri di sejumlah negara dan tips-tips mudik nyaman di kampung halaman. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat bagi Anda.

Continue reading
Anggaran, Kebutuhan dan Tips-tips Hemat Lebaran
Gaya Hidup

Anggaran, Kebutuhan dan Tips-tips untuk Lebaran Hemat

Lebaran sebentar lagi akan datang, sudahkah Anda mempersiapkan segala sesuatunya, seperti anggaran lebaran? Selain sebagai ajang silaturhami, musim lebaran juga menjadi saat di mana aliran perputaran uang di Indonesia cukup tinggi. Artinya, hampir semua orang yang merayakan hari raya ini akan mengeluarkan banyak uang untuk berbagai keperluan misalnya kebutuhan rumah tangga dan bahan masakan lebaran, mudik, dan juga biaya untuk liburan ke objek wisata favorit. Jika tidak dipersiapkan, bukannya menjadi pengalaman yang menyenangkan bisa jadi Anda justru mengalami krisis keuangan yang berbahaya karena jumlah pengeluaran yang tidak terkendalikan. Berikut adalah tips untuk mengatur anggaran saat hari lebaran agar tidak membakar habis seluruh tabungan Anda:

lebaran

lebaran

  1. Rencana anggaran tertulis

Pengeluaran yang paling besar biasanya justru dari hal-hal yang kecil dan tidak tercatat namun terakumulasi sehingga menjadi jumlah yang besar. Pengeluaran tersebut antara lain: uang untuk bensin, beli makanan saat perjalanan, memberikan salam tempel kepada keponakan, dan sebagainya. Maka dari itu sebelum berangkat mudik, sebaiknya buat apa saja yang menjadi budget untuk lebaran tahun ini. Mulai dari biaya perjalanan, estimasi biaya bensin, dan juga pengeluaran lainnya yang mesti dicatat pada satu buku. Dengan begitu Anda bisa melihat pola pengeluaran dan memilah mana yang bisa dikurangi dan sebagainya.

  1. Membuat prioritas

Tanyakan kepada diri Anda sendiri apakah perlu membeli pakaian dan sepatu baru saat lebaran nanti? Apakah perlu membeli tiket pesawat yang mahal jika perjalanan yang lebih murah bisa dilakukan dengan mobil sendiri? Agar hemat dan sebagai bentuk pengendalian diri, buatlah susunan prioritas pengeluaran mana yang sifatnya urgent atau utama. Penuhi dulu kebutuhan prioritas tersebut baru jika ada sisa budget lebaran Anda bisa menggunakannya untuk kebutuhan sekunder, tersier, dan seterusnya.

  1. Memangkas anggaran yang tidak perlu

Setelah membuat susunan rencana belanja saat lebaran, saatnya untuk melihat kemampuan Anda untuk memenuhi rencana tersebut. Jumlah pengeluaran yang tertera pada rencana anggaran atau rencana belanja jangan sampai melebihi dari batas kemampuan Anda. Jika memang dirasa tidak mampu, pangkaslah kebutuhan lebaran yang paling tidak penting, sesuai dengan urutan prioritas Anda. Tentu yang mengetahui mengenai tingkat dari urgenitas daftar anggaran adalah Anda dan keluarga Anda sendiri. Oleh karena itu jangan mudah terpengaruh oleh godaan-godaan pihak lain yang mendorong Anda untuk menghabiskan uang di luar batas kemampuan.

  1. Eksekusi anggaran

Nampaknya sangat mudah saat membuat rencana anggaran saat sebelum lebaran, namun tantangan terbesar adalah disiplin dalam melaksanakan rencana tersebut karena pasti akan ada saat-saat di mana godaannya sangat besar untuk keluar dari rencana. Yang paling penting untuk diingat adalah jangan sampai budget untuk prioritas Anda diganggu gugat. Inilah pentingnya untuk mengatur anggaran lebaran bersama dengan anggota keluarga yang lain agar Anda disiplin dan ada yang mengingatkan apabila sudah mulai khilaf.

  1. Jangan habiskan semua budget

Mendapatkan tunjangan dalam jumlah besar tentu menjadi rejeki tersendiri bagi Anda dan keluarga. Hati-hati, jangan tergoda untuk menghabiskan semua uang bonus hanya pada satu kesempatan liburan saja. Masih banyak kebutuhan hidup yang mesti Anda penuhi setelah lebaran usai, misalnya membayar cicilan, biaya pendidikan, biaya bulanan, dan lain sebagainya. Simpan sebagian uang yang Anda dapat untuk menjadi tabungan di masa depan.

Prioritas Pengeluaran Saat Lebaran Untuk Rencana Anggaran Anda

kebutuhan lebaran

kebutuhan lebaran

Setelah Anda mempersiapkan anggaran untuk lebaran secara matang, berikutnya Anda harus menentukan prioritas pengeluaran untuk kebutuhan lebaran. Lebaran yang sebentar lagi akan kita sambut membutuhkan banyak persiapan khusus. Baik bagi Anda yang melakukan open house atau menghabiskan liburan di kampung tidak luput dari besarnya biaya pengeluaran menjelang dan saat hari raya ini berlangsung.

Salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk menentukan prioritas pengeluaran saat lebaran adalah dengan menentukan apa saja pos pengeluaran yang dibutuhkan. Dengan membuat daftar pos pengeluaran maka Anda bisa menentukan  kira-kira berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk bisa memanfaatkan liburan dengan nyaman dan menyenangkan. Berikut di bawah ini adalah beberapa pos pengeluaran yang biasanya ada saat lebaran tiba:

  1. Pengeluaran zakat fitrah

Selama bulan Ramadhan masih berlangsung, Anda sebagai muslim memiliki kewajiban untuk membayar zakat fitrah yaitu zakat yang dibayarkan wajib pada bulan Ramadhan oleh orang yang mampu kepada orang yang kurang mampu. Zakat fitrah biasanya berupa 2,5 kg beras dari jenis yang biasanya Anda makan atau diganti dengan sejumlah uang yang nilainya sama dengan beras tersebut. Zakat kemudian bisa dibayarkan melalu badan amal atau langsung Anda berikan kepada orang di sekitar Anda yang menurut Anda pantas mendapatkan zakat.

Selain zakat fitrah, ada satu lagi zakat yang tidak boleh dilupakan saat lebaran yaitu zakat maal atau zakat penghasilan. Dari jumlah penghasilan yang Anda terima bulan itu termasuk tunjangan, kurangilah sebanyak 2,5% untuk diberikan kepada kaum duafa.

  1. Pemberian hak kepada para asisten

Pos pengeluaran yang kedua saat lebaran adalah dengan memberikan tunjangan di luar gaji kepada orang-orang yang bekerja untuk Anda, misalnya asisten rumah tangga, sopir, petugas keamanan, tukang kebun, dan sebagainya. Memenuhi kebutuhan orang yang bekerja pada Anda juga merupakan prioritas karena itu merupakan kewajiban Anda sebagai pemberi kerja. Memberikan tunjangan yang sepantasnya juga bisa menjadi amalan sedekah bagi Anda dan keluarga serta membahagiakan orang lain terutama di hari raya lebaran.

  1. Pengeluaran saat mudik

Ini dia pos pengeluaran yang paling banyak memakan biaya ketika lebaran, yaitu mudik alias pulang kampung. Apabila Anda hendak mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi maka yang mesti dipersiapkan adalah kesiapan kendaraan dengan melakukan pengecekan ke bengkel, kemudian budget untuk uang bensin, membeli persediaan makanan, dan juga obat-obatan sederhana. Tapi apabila ingin mudik lebaran dengan angkutan umum, maka tiket perjalanan sebaiknya sudah dibeli jauh-jauh hari karena semakin dekat dengan tanggal keberangkatan maka harga tiket akan semakin mahal. Saat mudik sebaiknya tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak. Bawa  seperlunya saja. Karena jika membawa uang tunai terlalu banyak saat lebaran akan mudah tergoda membeli ini itu tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.

Belanja makanan untuk open house

Pengeluaran untuk lebaran yang tidak boleh juga kelewatan adalah persediaan bahan makanan dan juga kue-kue kecil untuk menerima tamu yang datang bersilaturahmi ke keluarga Anda. Tradisi silaturahmi pada hari raya ini biasanya melibatkan jamuan makan berat dengan menu-menu khas yang diikuti dengan naiknya harga bahan pangan di pasaran sehingga budgetnya juga harus benar-benar disiapkan. Kenaikan harga pangan ini biasanya juga disertai dengan adanya tunjangan yang diberikan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Namun bijak-bijaklah dalam membeli bahan pangan terutama karena tidak jarang ditemukan adanya bahan makanan yang sudah tidak layak dijual karena ingin memanfaatkan euphoria pasar yang sedang besar. Aturlah keseimbangan antara pendapatan Anda dengan pengeluaran yang wajib saat lebaran.

Cara Belanja Hemat Saat Menjelang Lebaran

belanja lebaran

belanja lebaran

Hal penting lain yang perlu dipikirkan adalah bagaimana cara berhemat menjelang lebaran tiba. Lebaran biasanya menjadi saat untuk memuaskan nafsu belanja karena ada banyak sekali diskon yang diberikan untuk berbagai macam produk baik kebutuhan pribadi maupun untuk keperluan lainnya. Meski begitu, tentu tidak bijak melahap semua barang yang didiskon dan menghabiskan tabungan Anda untuk euphoria sesaat. Lagipula sudah menjadi rahasia umum banyak toko yang menaikkan harganya terlebih dahulu untuk berani memberikan diskon yang besar. Tunjangan yang Anda dapatkan untuk merayakan hari raya lebaran sebaiknya juga disisihkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pasca lebaran. Lalu bagaimanakan caranya agar saat hari raya Anda bisa tetap belanja nyaman dengan cara yang hemat? Berikut adalah tips-tipsnya:

  1. Belanja di pusat grosir

Sekarang ini ada beberapa supermarket di Indonesia yang menerapkan konsep wholesale alias grosir. Di mana Anda bisa mendapatkan produk-produk kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya dengan harga yang lebih murah apalagi jika Anda beli banyak. Belanja di pusat grosir saat menjelang lebaran bisa menghemat lebih banyak uang. Hal ini dikarenakan kebutuhan saat hari raya ini biasanya juga melonjak misalnya kebutuhan snack kalengan, sirup, daging, buah, piring-piring, dan lain sebagainya. Hal yang sama juga berlaku apabila Anda ingin beli pakaian lebaran karena biasanya di pusat grosir fashion ada promo untuk pembelian jumlah tertentu.

  1. Membawa daftar belanjaan

Yang paling berbahaya saat belanja kebutuhan lebaran adalah pembelian impulsif atau membeli suatu barang secara spontan. Padahal belum tentu barang tersebut Anda butuhkan atau menjadi barang yang diprioritaskan. Agar bencana ini tidak terjadi apalagi jika budget Anda cukup ketat, sebelum berangkat ke pusat perbelanjaan buatlah daftar apa saja yang harus dibeli untuk persediaan selama liburan lebaran. Jika semuanya sudah masuk keranjang, segeralah pergi kasir untuk melakukan check out atau pembayaran.

  1. Lupakan kartu debit atau kartu kredit

Seringkali ketika membayar di kasir setelah selesai belanja, seseorang akan mengeluarkan kartu ATM atau kartu kreditnya apabila jumlah yang harus dibayarkan lebih besar daripada uang tunai yang dibawa. Tetapi hal ini sebenarnya tidak baik untuk dilakukan karena bisa menimbulkan kebiasaan yang tidak baik bagi tabungan Anda. Jika saat check out ternyata uang tunai Anda tidak mencukupi, sebaiknya cancel item yang tidak menjadi prioritas untuk lebaran. Jangan biasakan mengeluarkan kartu ATM atau kartu kredit untuk membayar belanjaan Anda dan bawalah uang tunai secukupnya saja sehingga barang yang dimasukkan ke dalam keranjang lebaran tidak sembarangan.

  1. Belanja pakaian yang ada pasangannya

Maksudnya bukan membeli pakaian yang sama dengan pasangan Anda, tetapi belilah pakaian atau produk fashion lainnya yang bisa matching jika dikenakan dengan pakaian yang sudah Anda punya di lemari. Ini untuk menghindari pembelian fashion item lain dengan tujuan untuk membuat outfit saat lebaran tampak serasi. Jika Anda hendak membeli kerudung untuk lebaran misalnya, carilah kerudung yang warna dan motifnya pas dengan busana saat hari raya yang ingin Anda kenakan. Sama halnya dengan jika ingin membeli sepatu atau bawahan.

  1. Perhatikan expired date

Meski saat menjelang lebaran banyak lembaga pemerintah yang melakukan sidak ke pusat perbelanjaan untuk sweeping produk yang tidak layak jual, namun Anda juga mesti tetap berhati-hati. Sebelum memasukkan barang ke keranjang, cek kualitas kemasan dan juga kapan tanggal kadaluarsanya. Untuk membeli daging dan ikan menjelang lebaran pun Anda bisa melihat kesegaran daging dari warnanya, baunya, dan juga tekstur.

Demikianlah penjelasan tentang anggaran, kebutuhan dan tips-tips hemat berlebaran. Semoga nantinya Anda bisa mengelola keuangan Anda dengan bijak agar tidak menyesal pasca lebaran.

 

Continue reading