Tag

cara investasi reksadana

Dapatkan kemudahan cara investasi reksadana dengan mudah untuk bisa anda bisa pelajari produk dan biaya dari reksadana.

Kredit dan Investasi

4 Cara Investasi Reksadana yang Jitu

Jika Anda ingin berinvestasi di reksadana maka sebaiknya mengetahui terlebih dahulu cara berinvestasi yang benar. Investasi di reksadana memang sangat mudah dan bisa menghasilkan return yang cukup tinggi. Berinvestasi di reksadana layaknya berinvestasi di pasar modal dengan modal yang tidak terlalu besar dan bahkan jauh lebih rendah daripada Anda membeli saham secara langsung di pasar modal. Investasi di instrumen reksadana mempunyai sistem yang sederhana. Meskipun demikian, Anda tidak bisa memilih sembarang produk reksadana. Jika Anda ingin melakukan investasi reksadana, berikut adalah 4 cara investasi reksadana:

1. Tentukan tujuan.
Anda harus menentukan tujuan terlebih dahulu alasan Anda untuk melakukan investasi di reksadana. Investasi di reksadana harus memiliki tujuan yang jelas sehingga nantinya Anda bisa merencanakan atau memilih produk investasi reksadana yang tepat. Jika Anda sudah mempunyai tujuan yang jelas maka Anda dapat dengan mudah untuk menentukan jangka waktu dalam melakukan investasi ini. Bagi produk reksadana yang ingin Anda pilih dengan berbagai tujuan yang berbeda dan sebaiknya jangan mencampur berbagai tujuan ke dalam satu produk reksadana. Hal ini dikarenakan setiap tujuan mempunyai jangka waktu yang berbeda untuk mencapainya.

2. Cari tahu informasi tentang berbagai produk reksadana
Ada banyak sekali produk reksadana dana yang bisa Anda pilih. Berbagai produk ini mempunyai kinerja yang berbeda-beda dan perhatikan banyak hal sebelum memilih produk reksadan. Reksadana mempunyai banyak jenis yang setiap jenisnya mempunyai return dan risiko yang berbeda-beda. Jika Anda ingin mendapatkan return yang besar tetapi risiko yang besar maka Anda dapat memilih untuk berinvestasi dengan menggunakan reksadana saham. Namun jika Anda tidak ingin risiko besar maka Anda dapat memilih reksadana pendapatan tetap yang lebih stabil.

3. Tentukan jangka waktu investasi reksadana
Anda perlu menentukan jangka waktu investasi reksadana. Hal ini dikarenakan jangka waktu investasi bisa menentukan jenis reksadana yang bisa Anda pilih. Jika Anda ingin berinvestasi di reksadana saham maka sebaiknya lakukan investasi dengan jangka waktu diatas 5 tahun. Hal ini dikarenakan nilai reksadana saham ini berfluktuasi cukup sering sehingga cukup riskan jika memilih investasinya dibawah 5 tahun. Jika Anda ingin memilih produk reksadana yang lebih stabil maka pilihlah reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran. Produk reksadana ini lebih stabil namun menghasilkan return yang lebih rendah daripada reksadana saham.

4. Perhatikan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Jika Anda ingin berinvestasi di produk reksadana maka jangan sampai anda memilih reksadana yang tidak memiliki izin resmi. Selain itu, baca juga propektus reksadana dengan benar. Jika Anda tidak mengerti untuk membacanya maka Anda dapat meminta bantuan dari orang yang lebih paham mengenai hal ini. Ini karena propektus reksadana bisa memperlihatkan perkembangan reksadana dari tahun ke tahun, manajer investasinya dan berbagai hal penting lainnya. Anda dapat mencari informasi lebih banyak mengenai reksadana. Jangan sungkan untuk bertanya dengan manajer investasi jika masih ada hal yang tidak anda mengerti mengenai cara investasi reksadana.

Demikianlah sekelumit ulasan tentang 4 cara jitu investasi reksadana. Reksadana hanyalah salah satu instrumen investasi menguntungkan yang bisa Anda pilih dari sekian banyak instrumen investasi lainnya. Meskipun demikian, pastikan Anda memilih produk reksadana yang tepat dan nantinya memberikan keungungan di masa depan.

Continue reading
Reksadana Syariah
Kredit dan Investasi

Pilihan Berinvestasi di Reksadana Syariah

Berinvestasi di reksadana syariah adalah salah satu alternatif investasi dan mungkin menjadi salah satu pilihan yang Anda pertimbangkan saat ini. Reksadana syariah sendiri merupakan instrumen investasi yang pengelolaanya tidak melanggar prinsip syariah. Untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran syariah, memang ada tiga ciri yang membedakan reksadana syariah dengan reksadana konvensional, yaitu

  1. Daftar Efek Syariah yang berisi daftar perusahaan yang saham dan obligasinya telah memenuhi prinsip syariah, dimana daftar ini dikeluarkan setiap 6 bulan oleh OJK dan BEI.
  2. Proses cleansing yang menjadi cara untuk membersihkan pendapatan yang menyalahi prinsip syariah, seperti bunga yang muncul karena dana investor mengendap di bank kustodian, sehingga harus dibersihkan dengan cara menyumbangkannya untuk kegiatan amal.
  3. Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi pemenuhan prinsip syariah dalam pengelolaan reksadana syariah, dimana terdiri dari para ahli di bidang pasar modal dan hukum syariah.

Keamanan reksadana syariah

Reksadana syariah sama seperti reksadana konvensional yang menggunakan bank kustodian, sehingga dana investor aman dari risiko pencurian ataupun penyalahgunaan. Selain itu, dasar hukum berupa kontrak investasi kolektif juga memastikan investor aman dari ancaman kebangkrutan, baik di manajer investasi (MI) maupun di bank kustodian.

Jika MI mengalami kebangkrutan, maka aset milik investor dan aset investasi masih tersimpan di bank kustodian, sehingga investor dapat mencari MI pengganti. Sementara jika bank kustodian yang mengalami kebangkrutan yang legal, maka aset yang ada di bank kustodian sifatnya hanya dititipkan dan bukan aset perbankan, sehingga cukup dicari bank kustodian pengganti.

Pembelian reksadana syariah

Cara untuk membeli reksadana syariah sangat mudah. Anda dapat membelinya melalui MI (Manajer Investasi) ataupun APERD (Agen Penjual Reksa Dana). Lalu apa perbedaan dari keduanya?

  • Manajer Investasimerupakan pihak yang mengelola dana investor, kemudian mengatur portfolio dari aset-aset yang membentuk suatu reksadana. Mudahnya, jika Anda ingin tahu apakah itu MI atau bukan, Anda dapat mengetahui pada nama produk reksadana yang dijual karena nama MI biasanya tercantum di bagian awal nama produk reksadana kelolaannya.

Baca Juga : 3 Manfaat Investasi Syariah

Kelebihan membeli langsung dari MI adalah pengetahuan yang luas dan mendalam mengenai produk reksadana yang dijualnya, sehingga nasabah bisa lebih paham ataupun bertanya kepada tim penjual produk reksadana. Kekurangan membeli langsung dari MI adalah jumlah produk reksadana yang terbatas karena hanya menjual produk yang dikelolanya saja.

  • APERDmerupakan agen yang menjual reksadana kepada calon investor. Jika dulu, APERD hanya menangani bank-bank lokal maupun bank asing yang telah bekerjasama dengan MI, namun kini ada juga sekuritas yang menjual reksadana secara online atau biasa dikenal sebagai supermarket reksadana online.

Kelebihan membeli dari APERD adalah aksesnya yang mudah, terlebih hadirnya supermarket reksadana online membuat calon investor lebih mudah untuk berinvestasi, dan bank-bank yang sudah menjadi agen juga tersebar di semua wilayah Indonesia.  Kekurangan membeli dari  APERD adalah pengetahuan customer service yang terbatas, sebab  pengetahuan MI memang jauh lebih luas dan detail mengenai reksadana yang dijualnya.

Meski reksadana syariah aman dan mudah untuk membelinya, Anda tetap harus ingat bahwa berinvestasi tidak selalu untung karena reksadana tetap bisa naik dan turun setiap waktunya, dan fokus pada tujuan keuangan Anda. Pilihan berinvestasi di reksadana syariah juga beragam seperti reksadana pasar uang syariah untuk tujuan keuangan kurang dari 1 tahun, lalu reksadana pendapatan tetap syariah untuk tujuan keuangan 1 hingga 3 tahun. Selain itu, terdapat reksadana campuran syariah untuk tujuan keuangan 3 hingga 5 tahun, dan reksadana saham syariah  untuk tujuan keuangan lebih dari 5 tahun. Bahkan akhir tahun 2015, OJK merilis kategori investasi reksadana syariah baru yang dapat Anda jadikan pilihan berinvestasi di reksadana syariah.

Continue reading
Berita Bisnis, Kredit dan Investasi

Tips Agar Sukses Di Bisnis Reksadana Bagi Pemula

Memperoleh Keuntungan dari reksadana menjadi salah satu impian semua orang yang memang terjun dalam bidang bisnis ini.  Bahkan banyak pemula yang ingin masuk ke bisnis reksadana karena berharap memperoleh keuntungan yang sangat besar. Namun ternyata untuk mendapatkan keuntungan besar tersebut bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan. Ada banyak resiko besar yang selalu bisa terjadi pada pemain reksadana. Dan seringkali resiko kerugian banyak yang terjadi pada pemula. Jika Anda baru masuk dalam bidang bisnis ini maka, Anda bisa mencoba untuk mengikuti tips bisnis sukses reksadana berikut ini:

Tentukan Tujuan Investasi Reksadana

Tentukan Tujuan Investasi Reksadana (sumber gambar: vibiznews.com

Tentukan Tujuan Investasi Reksadana (sumber gambar: vibiznews.com

Sebelum Anda benar-benar ingin bermain dalam bidang bisnis reksadana, maka hal pertama yang harus dipahami adalah tujuan investasi yang ingin Anda dapatkan. Investasi reksadana bersifat memiliki resiko yang bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, resiko memang harus dipahami sejak awal investasi. Banyak pemula yang terjebak hanya pada keuntungan dan mereka melupakan resiko berupa kerugian sehingga sejak awal tujuan inevstasi harus ditetapkan. Bagi pemula maka bisa mencoba belajar lebih mendalam kepada senior termasuk kerugian yang bisa terjadi.

Mengetahui Detail Produk Reksadana

Mengetahui Detail Produk Reksadana (sumber gambar: pemeriksaanpajak.com)

Mengetahui Detail Produk Reksadana (sumber gambar: pemeriksaanpajak.com)

Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang memang memiliki banyak produk reksadana. Karena ada banyak produk reksadana maka persaingan reksadana untuk merekrut investor juga sangat besar. Agar tidak terjebak dalam peluang investor maka Anda harus memahami berbagai detail produk yang ditawarkan. Apakah produk yang ditawarkan juga sesuai dengan informasi yang diberikan. Segala sesuatu mengenai produk reksadana harus diketahui sejak awal. Semua informasi yang dibutuhkan bisa Anda pelajari dalam prospektus mengenai reksadana yang ditawarkan.

Memilih Tempat Pembelian Produk Reksadana

Memilih Tempat Pembelian Produk Reksadana (sumber gambar: sam.co.id)

Memilih Tempat Pembelian Produk Reksadana (sumber gambar: sam.co.id)

Ada berbagai sumber yang memang melayani pembelian reksadana. Bahkan jika Anda mencari lewat internat maka ada berbagai program reksadana yang ditawarkan secara online. Namun hal pertama yang penting dilakukan bagi pemula adalah membeli produk reksadana yang paling tepat bagi pemula. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan transaksi reksadana yang berasal dari Manajer Investasi. Bagi pemula proses transaksi ini jauh lebih menguntungkan karena biaya yang lebih terjangkau. Sebagai pemula yang ingin investasi dalam reksadana tentu juga tidak bisa memilih produk secara bebas. Yang bisa Anda lakukan sebagai pemula adalah bermain dalam tahap yang masih ringan.

Memahami Prosedur Pembelian Reksadana

Memahami Prosedur Pembelian Reksadana (sumber gambar: wisnupratama.id)

Memahami Prosedur Pembelian Reksadana (sumber gambar: wisnupratama.id)

Hal lain yang harus dipahami oleh pemula adalah tata cara pembelian reksadana yang benar sehingga terhindar dari penipuan. Langkah ini dimulai ketika Anda harus membeli reksadana hanya pada saat hari bursa berlaku. Pada tahap ini Anda harus mengisi dokumen yang diperlukan dan kemudian menyiapkan dana yang akan dijadikan investasi. Berbagai persyaratan lain yang diperlukan adalah seperti KTP dan NPWP jika Anda bertindak atas nama pribadi. Namun jika bertindak sebagai kelompok maka yang dibutuhkan adalah informasi mengenai data kelompok tersebut.

Memahami Perhitungan Modal dan Keuntungan

Memahami Perhitungan Modal dan Keuntungan (sumber gambar: bareksa.com)

Memahami Perhitungan Modal dan Keuntungan (sumber gambar: bareksa.com)

Ada berbagai perhitungan modal dan keuntungan yang bisa Anda lakukan sebagai pemula. Namun pada tahap awal sebaiknya Anda belajar mengenai hal ini dari manajer investasi atau dari agen manajer investasi. Mereka akan memberikan penjelasan mengenai nilai investasi, nilai pembayaran dan keuntungan yang bisa ditargetkan. Langkah ini memang tidak mudah karena Anda harus belajar dari awal mengenai proses keuangan dalam investasi reksadana. Jadi ada banyak tahapan untuk mendapatkan keuntungan dari reksadana.

Continue reading
Berita Uang, Kredit dan Investasi

Cara Memulai Investasi Reksadana

Pahami ilmunya sebelum Sahabat memulai investasi reksadana

Pahami ilmunya sebelum Sahabat memulai investasi reksadana

Reksadana kini semakin banyak direkomendasikan untuk investasi. Meski relatif menguntungkan namun investasi yang satu ini memerlukan persiapan khusus terutama bagi Sahabat UangTeman yang baru pertama kali hendak mencoba.

Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai investasi reksadana

1. Pahami ilmunya

Agar tujuan kita tercapai sesuai dengan yang kita harapkan, memahami ilmu adalah langkah pertama yang harus dilakukan.

Ada banyak istilah dalam reksadana yang harus dipahami oleh pemula; misalkan nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih), Manager Investasi, Bank Kustodian, Kontrak Investasi Kolektif hingga jenis-jenis Reksadana yang masing-masing memiliki keunggulan kekurangan yang berbeda-beda.

Tidak hanya itu, Sahabat juga harus mampu menilai bagaimana profil kinerja manager investasi termasuk juga propektus dari reksadana yang hendak dibeli.

2. Siapkan administrasinya

Bila telah memahami ilmunya, maka langkah selanjutnya untuk mulai berinvestasi direksadana adalah menyiapkan kelengkapan administrasi Sahabat.

Sahabat harus memiliki NPWP dan setidaknya berusia diatas 21 tahun untuk dapat mulai membeli jenis investasi ini.

3. Tentukan jenis reksadana yang hendak dibeli

Untuk dapat menentukan jenis reksadana yang hendak dibeli, penting bagi Sahabat untuk menentukan tujuan dan jangka waktu Sahabat berinvestasi direksadana terlebih dahulu.

Tujuan Sahabat berinvestasi akan menentukan jenis reksadana apa yang sebaiknya Sahabat ambil. Untuk tujuan kurang dari satu tahun, jenis reksadana pasar uang sangat cocok untuk Sahabat. Sementara untuk jangka waktu 3-5 tahun rekasadana jenis saham atau campuran merupakan jenis yang paling tepat.

Reksadana jenis terproteksi atau pendapatan tetap sebaiknya hanya diambil ketika tujuan investasi Sahabat jangka waktunya lebih dari 5 tahun.

Meskipun begitu, jenis pemilihan reksadan tetap dikembalikan kepada investor, tak masalah bila hendak memilih jenis reksadana pendapatan tetap meskipun jangka waktu investasinya hanya kurang dari satu tahun. Bukankah resiko investasi tetap merupakan tanggung jawab dari Sahabat sebagai investor bukan?

Nah, setelah ketiga langkah diatas Sahabat siapkan, sekarang saatnya Sahabat memilih bank kustodian yang hendak Sahabat jadikan rekan dalam berinvestasi. Bagaimana cara memilih bank Kustodian? Tunggu artikel kami selanjutnya, ya…

Pic. Source: http://asiaroxy.com via Bing.com

SEO enthusiast since 2009 | Life isn’t about finding yourself. Life is about creating yourself.

Continue reading