UangTeman dan Alianz Gelar Diskusi Pengelolaan Utang untuk Usaha

Dunia bisnis kadang tak jauh-jauh dari yang namanya berhutang. Bagi pebisnis yang sudah matang, tak jarang mereka hanya menggunakan 30% uangnya untuk memulai usaha. Sisanya sebesar 70% dibiayai oleh hutang. Namun tentu itu juga sudah melalui perencanaan bisnis yang matang, sehingga si pebisnis sudah bisa memperkirakan kapan hutangnya bisa lunas. Tak lupa rencana cadangan jika rencana utama tak berjalan. Tapi bagi sebagain orang, terutama yang baru mau mulai berbisnis, mendengar kata hutang sudah sedemikian menakutkan. Pikirannya langsung melayang-layang ke imajinasi yang menggambarkan mereka terjerat hutang.

Ketakutan itu tak salah, malah hal yang wajar. Tapi untuk memulai usaha tentu prinsip yang paling utama adalah bagaimana bisa mengelola hutang dan bisa memperkirakan kapan bisa mengembalikan pinjaman tersebut. Dalam acara LABIRIN yang dihadiri oleh karyawan perusahaan asuransi internasional, Allianz, CTOO UangTeman Sukan Makmuri berbagi sedikit tips mengenai bagaimana memanfaatkan akses permodalan yang makin terbuka saat ini. Salah satunya melalui saluran financial technology (fintech) yang kian ramai belakangan ini. “Jadi kalau hutang bisa dikelola dengan baik, justru bisa mendorong usaha bisa tumbuh lebih baik dan lebih besar,” kata Sukan.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengalaman salah seorang nasabah UangTeman bernama Farida Frihatini. Dia memerlukan pinjaman karena toko online-nya memerlukan modal tambahan. Setelah 34 kali meminjam, usahanya tidak hanya bisa terus berkembang, tapi juga memiliki toko online baru. “Jadi awalnya dia punya toko pernak-pernih bayi, sekarang bisa buka toko online ayam gepuk,” kata Sukan. Nasabah UangTeman yang berjumlah sekitar 68 ribu orang juga tercatat sekitar 30% nasabahnya mengajukan pinjaman untuk modal usaha. Karena itu, UangTeman juga makin giat untuk memberikan edukasi soal pemanfaatan fintech untuk hal-hal yang lebih produktif.

Di penghujung diskusi, salah satu peserta sempat bertanya soal layanan UangTeman yang dikabarkan akan menutup cabang-cabangnya. Sukan dengan jelas menyampaikan bahwa kabar tersebut tidak akurat karena UangTeman tidak menutup cabang, melainkan hanya menghentikan sementara penyaluran pinjaman. Tujuannya untuk memperbaiki kinerja credit machine UangTeman sehingga mampu menyalurkan pinjaman secara tepat yang saat ini sudah kembali berjalan secara normal. “Dengan penyaluran yang tepat sasaran, maka secara keseluruhan juga akan menciptakan industri fintech yang sehat dan bisa membantu masyarakat,” kata Sukan.