CEO UangTeman Ajak Pengusaha Singapura Berbisnis di Indonesia

Sharing is caring. Kalau kata orang-orang, berbagi itu merupakan salah satu bentuk kepedulian kita kepada orang lain. Hal itu juga yang dilakukan CEO dan Co-Founder UangTeman Aidil Zulkifli saat menerima kunjungan 16 pengusaha dari Singapore Business Federation (SBF) pada Selasa (23/4) lalu. Sekedar informasi, SBF merupakan asosiasi atau perkumpulan pengusaha di Singapura, yang kalau di Indonesia disebut KADIN atau Apindo. 

Meskipun materi yang dibahas serius, kunjungan itu dilakukan dalam suasana yang santai dan tak jarang diselingi gelak tawa. Suatu yang hal yang wajar jika para pengusaha dari Singapura bertanya soal peluang dan tantangan berbisnis di Indonesia. Sebagai pengusaha yang tumbuh dalam iklim bisnis yang sangat kompetitif dan nyaris zero tolerance terhadap perilaku koruptif, hal yang pertama disinggung tentu sudah diperkirakan.

“Indonesia adalah negara yang jauh lebih baik dari perkiraan semua orang,” kata Aidil dengan tegas kepada seluruh peserta kunjungan. Situasi berbisnis di Indonesia saat ini sudah sangat kondusif dan jauh dari stigma yang kerap muncul dari para pengusaha asing. Betul masih ada kekurangan, tapi pemerintah sangat serius dan sangat responsif dalam memfasilitas keperluan pengusaha tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

Pembahasan soal kondisi Indonesia yang sudah jauh lebih baik dari perkiraan banyak orang memicu diskusi yang dinamis. Anggota SBF pun makin penasaran untuk menjajaki kemungkinan berbisnis di Indonesia. Lagi-lagi, Aidil menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia serius dalam menciptakan iklim bisnis yang sehat dan memperbaiki peringkat kemudahan berbisnis bagi pengusaha.

Beberapa pertanyaan yang muncul adalah terkait bahasa. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah, apakah penting untuk menggunakan Bahasa Indonesia saat berbisnis di Indonesia. Aidil menjawab, “Memakai Bahasa Indonesia penting, dan yang tak kalah penting juga adalah bagaimana mempelajari latar belakang karyawan yang bekerja dengan kita.”

Mempelajari Bahasa Indonesia dan latar belakang karyawan penting supaya bisa melakukan pendekatan yang tepat. Dengan pendekatan yang tepat, otomatis karyawan bisa dengan jelas memahami target dan tujuan berbisnis yang harus dicapai. “Karena Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, kalau di Singapura mungkin ada kemiripan dengan orang Sumatera atau Suku Batak dan Melayu, tapi di sini juga ada orang Jawa, Sunda, dan lainnya,” kata Aidil.

Tak kalah penting adalah pembahasan soal pemetaan pemangku kepentingan di Indonesia. Sebelum memulai bisnis, penting untuk memetakan siapa saja pemangku kepentingan yang harus diajak bekerja sama. Tujuannya supaya pemangku kepentingan bisa memahami tujuan berbisnis dan bisa diarahkan supaya menghasilkan usaha yang lebih produktif.

Di akhir pertemuan, Aidil mengajak pengusaha Singapura agar tak perlu ragu untuk berbisnis di Indonesia. Dia memberikan gambaran bahwa kondisi Indonesia yang sedang berkembang membuat siapapun yang berbisnis di Indonesia merasa tertantang untuk mencapai targetnya. “Di Singapura semua sudah serba maju dan teratur, jadi kita diam saja semua sudah berjalan. Tapi di Indonesia semua sedang tumbuh, jadi kita tidak bisa cuma berdiam diri. Jadi Indonesia ini menarik karena membuat kita tetap selalu hidup,” kata Aidil seraya menutup pertemuan.

Berbagi pengalaman berbisnis dengan pengusaha Singapura merupakan salah satu komitmen UangTeman untuk berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. UangTeman selama ini selalu berkomitmen untuk menciptakan layanan keuangan yang cepat, terpercaya, serta  bisa diakses oleh kapanpun oleh semua orang.