pinjaman bank indonesia

Apakah Anda sedang berpikir untuk mengajukan pinjaman bank, untuk memperluas usaha? Sebaiknya Anda pikirkan dahulu mana jenis pinjaman yang tepat, sebelum memutuskan program pinjaman mana yang akan Anda ambil. Meminjam berarti menjaga kepercayaan.

Berikut ini beberapa jenis pinjaman bank alias jenis kredit bank secara umum, sebagai gambaran buat Anda:

Pinjaman atau kredit berdasarkan jangka waktu pengembalian:

  1. Kredit Jangka Pendek

Pada pinjaman jenis ini, bank memberi waktu pelunasan tidak lebih dari setahun. Biasanya debitur yang mengambil kredit ini mengambil kredit ini untuk membangun bisnis skala mikro hingga menengah.

  1. Kredit Jangka Menengah

Pada pinjaman jenis ini, bank memberi jangka waktu pengembalian yang lebih lama dari pinjaman jangka pendek. Biasanya jangka waktu 1 tahun hingga 3 tahun.

  1. Kredit Jangka Panjang

kredit pinjaman bankPada pinjaman jenis ini, jangka waktu yang diberikan pihak bank kepada debitur cukup panjang, yaitu lebih dari 3 tahun. Pinjaman jenis ini biasanya dimanfaatkan untuk mengerjakan proyek-proyek yang besar, yang proses balik modalnya juga memerlukan tempo yang cukup lama. Misalnya proyek investasi apartemen, pembangunan jalan, gedung perkantoran, dan lain-lain.

Selain itu, ada juga jenis pinjaman yang diberikan berdasarkan sifat penggunaannya. Seperti yang sering kita dengar jika ditawari kredit dari bank atau lembaga keuangan non-bank, kadang kita mendengar program KPR, atau Kredit UKM, dan sebagainya.

Pinjaman berdasarkan sifat penggunaannya antara lain:

  • Kredit Konsumtif

Dari namanya berarti pinjaman atau kredit jenis ini dimanfaatkan nasabah yang hendak memiliki sesuatu, aset berharga seperti rumah, kendaraan bermotor dan sebagainya.

Pihak bank biasanya selalu memberlakukan kebijakan yang ketat, yaitu berdasarkan data-data riwayat kredit nasabah, dalam menentukan apakah nasabah yang mengajukan pinjaman memiliki kelayakan untuk mendapat kepercayaan dari pihak bank.

Program pinjaman konsumtif yang dikeluarkan oleh bank, pada umumnya dibedakan menjadi:

  1. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)

Termasuk jenis pinjaman yang paling banyak diminati masyarakat. Kepemilikan rumah adalah idaman semua orang. Apalagi rumah di kota besar sudah semakin mahal dan sulit diperoleh. Sementara KPR memberikan opsi-opsi untuk kita memiliki rumah dengan tipe-tipe yang cocok dengan yang kita inginkan / butuhkan.

  • Kredit Non KPR

Pada pinjaman jenis ini, nasabah mengajukan pinjaman untuk keperluan konsumtif selain untuk kepemilikan rumah. Misalnya untuk pembelian sepeda-motor.

  • Kredit Mobil

Bank memberi pinjaman ini kepada nasabah, dengan konsekuensi nasabah harus menjadikan kendaraan tersebut jaminan, manakala nasabah ternyata tak sanggup melunasi kredit.

  • Kartu Kredit

Pinjaman melalui penggunaan kartu kredit merupakan jenis pinjaman yang paling umum dimanfaatkan nasabah. Termasuk dalam kategori Kredit Tanpa Agunan, karena nasabah tidak diminta mengagunkan apapun sebagai syarat. Pihak bank akan melakukan verifikasi data pemohon dengan syarat-syarat seperti slip gaji dan nomor telepon kantor.

  • Kredit Multiguna

Pinjaman jenis ini membutuhkan aset seperti surat tanah atau BPKB kendaraan sebagai agunan.

  1. Kredit Pinjaman Komersial

Berbeda dengan jenis penggunaan pinjaman yang konsumtif, Kredit Pinjaman Komersial diberikan kepada perorangan atau sebuah badan usaha untuk membiayai sebuah proyek usaha. Nantinya hasil keuntungan dari proyek tersebut akan digunakan untuk membayar kredit.

pinjaman bank komersialJadi kredit jenis ini dibagi menurut besarannya, yaitu:

  1. Kredit Mikro
  2. Kredit Usaha Kecil
  3. Kredit Usaha Menengah
  4. Kredit Korporasi

Selain pinjaman bank berdasarkan jangka waktu pelunasan dan sifat penggunaannya, masih banyak lagi jenis pinjaman yang dikeluarkan oleh bank, selama pihaknya masih mempercayai nasabah. Tentu saja bank akan terus mengeluarkan program pinjaman atau kredit andalannya, karena keuangan bank juga akan meningkat dengan adanya pelunasan-pelunasan yang disertai bunga.

Sebagai nasabah dan peminjam, Andalah yang mesti berhati-hati mengelola dana pinjaman bank yang telah dikucurkan, agar penggunaannya efektif dan Anda tidak terjebak dalam hutang yang melilit. Tentunya lebih cepat melunasi hutang lebih baik.