Menghitung biaya KPR akan membantu Anda untuk mengetahui biaya-biaya yang harus Anda siapkan dimuka serta mengatur keuangan Anda setelah cicilan KPR berjalan
Menghitung biaya KPR akan membantu Anda untuk mengetahui biaya-biaya yang harus Anda siapkan dimuka serta mengatur keuangan Anda setelah cicilan KPR berjalan

Menghitung biaya KPR akan membantu Anda untuk mengetahui biaya-biaya yang harus Anda siapkan dimuka serta mengatur keuangan Anda setelah cicilan KPR berjalan

Sedang ingin mengajukan KPR? Sebelum mengajukan, ada baiknya bila Anda mengetahui bagaimana pembayaran KPR dihitung. Dengan melakukan simulasi KPR Anda akan mengetahui seberapa jauh cicilan KPR tersebut akan membebani keuangan Anda selama beberapa tahun ke depan.

Hal yang perlu Anda hitung dalam simulasi KPR Anda adalah pembayaran awal. Pembayaran ini biasanya terdiri dari uang muka, biaya notaris, provisi, balik nama, pajak, serta cicilan KPR pertama. Pajak yang berlaku pada pembayaran awal biasanya berupa pajak pembelian dan pajak penerimaan negara bukan pajak.

Besar uang muka yang harus dibayar biasanya sudah disebutkan pada brosur, atau sesuai perjanjian yang disepakati. Uang muka dibayarkan pada pihak pengembang property, bukan kepada pihak bank. Jadi, uang muka tidak termasuk dalam pinjaman kredit rumah.

Besar uang muka umumnya 30% dari harga rumah yang hendak Anda beli. Biasanya dibayarkan tunai di muka; namun ada juga beberapa pengembang yang mengijinkan untuk membayar uang muka ini secara cicilan.

Biaya selanjutnya adalah biaya notaris. Biaya notaris sangat bervariasi, tergantung dari notarisnya. Namun biasanya meliputi biaya cek sertifikat, balik nama, akta jual beli dan validasi pajak PPH serta BPHTB.

Biaya ketiga yang harus Anda bayar dimuka adalah biaya provisi. Biaya provisi adalah biaya administrasi yang harus Anda bayar pada saat permohonan KPR Anda disetujui. Biasanya besarnya adalah 1% dari pokok kredit yang Anda ambil. Karena uang muka sudah merupakan tanggungan Anda, maka pokok kredit KPR Anda adalah: Harga rumah dikurangi uang muka.

Biaya selanjutnya adalah pajak pembelian dan pajak penerimaan negara bukan pajak, yang dihitung dengan:

Pajak pembelian= 5% x (harga rumah – NJOPTKP)

NJOPTKP merupakan akronim dari Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Besar NJOPTKP berbeda-berbeda, tergantung dari lokasi rumah dan bisa berubah sewaktu-waktu. Anda dapat mengetahui NJOPTKP dari lokasi calon rumah Anda melalui Dinas Pendapatan Daerah setempat.

Pajak penerimaan negara bukan pajak dihitung dengan cara:

penerimaan negara bukan pajak

Variabel Rp50.000,00 ini merupakan ditentukan pemerintah, dan besarnya bisa berubah sewaktu-waktu.

Biaya terakhir adalah biaya balik nama, sebesar (1% x harga rumah) + Rp500.000,00.

Nah, sekarang Anda tinggal menghitung cicilan KPR yang harus Anda bayar tiap bulan. KPR biasanya terdiri dari dua macam KPR dengan bunga tetap dan KPR yang bersifat efektif. KPR dengan bunga efektif berarti perhitungan bunga KPR dihitung dari pokok bunga yang tersisa.

KPR dengan bunga tetap biasanya dihitung dengan cara

KPR flate rate

KPR dengan bunga efektif biasanya dihitung dengan cara

kpr dengan bunga efektif

Setiap bank mempunyai kebijakan sendiri dalam menghitung KPR-nya. Untuk itu akan lebih baik bila Anda menanyakan detil cicilan yang harus Anda bayar terlebih dahulu.