dinar emas

Dinar emas bisa jadi benda investasi juga. Namun, perlu perhatian lebih ketika investasi benda ini karena investasi dinar berbeda dengan investasi emas logam mulia dan perhiasan emas.  Supaya gak merugi, kamu harus sudah tahu seluk beluk dari koin dan atau dinar emas.

Ada banyak yang perlu kamu ketahui dari dinar emas, diantaranya adalah tentang investasi koin emas dan dinar emas, kelebihan dan keburukan dinar emas, juga anjuran dari ahli investasi emas yang mana dapat memberikan sudut pandang baru kepada Anda yang mau berinvestasi dinar emas.

Tentang Investasi Koin dan Dinar Emas

Anda tentu telah mengetahui bahwa varian investasi dari emas di Indonesia ada banyak.  Contohnya ialah logam mulia emas, dan perhiasan emas serta koin emas. Untuk koin emas, di Indonesia sendiri populer dengan investasi koin emas yang bernama dinar di antara koin emas lainnya.

Akan tetapi, koin emas tidak hanya dinar saja. Di Indonesia dan juga negara lain, banyak koin emas yang bukan merupakan dinar yang mana ditampilkan dengan pelbagai desain. Berbicara tentang harga dari suatu koin emas, dapat dikatakan harganya amat beragam. Harganya dimulai dari ratusan ribu hingga sebesar miliaran rupiah.

Kenapa harga dari suatu koin emas dapat sedemikian mahal? Penyebabnya adalah karena koin emas punya kandungan emas murni yang bernilai tinggi tergantung sejarah. Koin emas tersebut dikategorikan sebagai koin langka yang  mana harganya bisa menjangkau harga miliaran rupiah. Salah satu koinnya yang dimaksud ialah koin emas yang bernama ELAGABALUS dari tahun 220AD. Koin tersebut dilelang pada harga 1,6 Miliar rupiah.

Koin emas berharga mahal yang dicontohkan, merupakan koin emas yang paling tidak likuid. Ini dikarenakan koin tersebut masuk ke dalam benda koleksi emas, sehingga yang membutuhkannya sedikit yang berakibat pada tingkat kesulitan penjualan koin menjadi sangat tinggi.

Koin emas di Indonesia, dibuat dalam jumlahnya terbatas. Selain itu, ada yang dicetak untuk memperingati peristiwa tertentu seperti koin emas satu abad bung Karno pada 2001. Jadi tidak boleh heran, ketika suatu koin emas itu tak dipasarkan di toko-toko emas.

Berbicara tentan dinar emas, menurut keterangan dari Hukum Syari’ah Islam, benda ini ialah uang emas murni yang berisi 22 karat dengan berat 1 mitsqal atau 4,25 gram. Di Indonesia, ada sejumlah produsen pencetak koin Dinar Emas. Contohnya seperti: Dinar Emas dari ANTAM, Dinar Emas dari Wakala Induk Nusantara, dan Dinar Emas dari First.

dinar emas dari antam

Emas Dinar dari Antam

Kekurangan dan Kelebihan Dinar Emas

Koin emas Dinar mempunyai nilai dakwah di dalamnya, sebab koin ini sesuai dengan Syariat Islam. Dinar sendiri dapat dipakai sebagai mas kawin yang mana telah dimulai sejak Zaman Nabi. Nilai jual kembali dari dinar lumayan tinggi, terutama di komunitas sesama pemakai atau kolektor.

Sifat dinar laksana mata uang berbahan logam, karenanya dinar bisa dipecah. Misalkan Anda mempunyai 10 Dinar dan sedang ingin menguangkan 1 Dinar, maka Anda  memasarkan 1 Dinar milik Anda dan tetap menyimpan sebesar 9 Dinar sisanya.

Dinar emas memiliki salah satu keburukan berupa dianggap tidak likuid bila dikomparasikan dengan emas logam mulia dan atau emas perhiasan. Anda dapat memasarkan dinar di pegadaian dan atau bank syariah. Keburukan lainnya dari dinar, yakni biaya cetak dinar masih lumayan tinggi yakni 3% – 5% dari harga jual.

Ada  sejumlah tips yang bisa Anda praktekkan andai ingin investasi Dinar, seperti memulai menilai tujuan investasi yang di dalamnya harus sudah termasuk dengan mempunyai rencana keuangan. Jangan mengerjakan investasi hanya karena sebab iseng. Investasilah karena alasan kecocokan dengan rencana, supaya investasi menjadi lebih efektif dan Anda terhindar dari judi.

Jangan gampang terpengaruh oleh fluktuasi dari harga Dinar. Anda butuh paham, bahwa harga Dinar dipicu oleh kenaikan dan penurunan harga emas dunia.  Hanya beli dinar emas yang bersertifikat, seperti dinar emas yang dirilis oleh PT. Antam. Dinar emas yang bersertifikat, menjadikan kita dapat memasarkan dinar itu dengan proses yang lebih mudah. Calon pembeli dari dinar Anda tentu akan lebih percaya andai dinar emas kita bersertifikat.

Hanya gunakan duit yang telah dipersiapkan guna kegiatan investasi atau dengan kata lain uang dingin, maksudnya adalah supaya Anda tidak menjadi terbebani ketika berinvestasi. Jangan lupa simpan Dinar di safe deposit box dan atau brankas agar lebih aman.

Anjuran Ahli Investasi Emas

seni dinar emas

Indahnya Seni Emas Dinar

Investasi pada suatu koin emas dan atau dinar ialah sebuah alternatif dalam cara berinvestasi emas. Jika Anda peminat dari suatu investasi emas, maka tidak terdapat salahnya apabila kita mencoba untuk mengerjakan investasi koin emas dan atau dinar. Koin emas sebagai investasi dinilai ke arah lebih ke  koleksi dan barang seni, maka nilai investasi yang terdapat di dalamnya terdiri atas nilai logam mulia itu sendiri plus nilai sejarah. Namun, tentu saja, yang namanya barang koleksi, ketika semakin langka maka harga jualnya semakin mahal.

Masyarakat sudah mulai banyak yang mengenal kepingan dinar sebagai alat investasi. Dinar yang berupa kepingan logam kerap dipakai  juga sebagai perangkat transaksi jual beli. Tapi, perangkat pembayaran ini seringkali hanya berlaku dalam komunitas tertentu saja. Uang dinar seringkali memiliki mutu 4,25 gram yang mana berkadar 22 karat dan disertai dengan sertifikat.

Meski sudah banyak dijadikan alat investasi, Syahrial selaku Pawning Alliance Officer Pawning Group PT Bank Syariah Mandiri (BSM), menyarankan kepada para investor memilih emas batangan daripada dinar guna dijadikan perangkat investasi.

Syahrial menganjurkan emas batangan bukan tanpa alasan tak jelas. Dia menyatakan bahwa harga dinar memang stabil, dan bahkan dapat lebih tinggi andai jual beli berada di komunitasnya. Namun, ketika jual beli di luar komunitasnya, harga dinar dapat menjadi tidak stabil.

Syahrial mencontohkan, satu dinar 22 karat yang punya berat 4,25 gram tersebut harganya dapat capai Rp2,5 juta. Ketika di luar komunitasnya, harga alat investasi tersebut dapat turun menjadi Rp2,4 juta. Tapi, pada saat dipasarkan kembali di komunitas, harga jual kembali, dapat lebih tinggi, yakni sebesar Rp2,9 juta. Komunitas menjadikan standar buy back dinar dapat lebih mahal.

Alasan lain Syahrial ketika menganjurkan emas batangan daripada dinar emas adalah karena dinar dimasukkan dalam kategori perhiasan ketika dikaitkan dengan bidang pajak. Jadi, alat investasi yang bernama dinar ini terkena pajak.

Lain lagi dengan emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Persero). Emas Antam termasuk ke dalam kategori bahan baku di mana dalam pembahasan pajak benda seperti itu tidak akan dikenakan pajak. Demikian pengenalan investasi dinar emas. Diharapkan artikel ini dapat sedikit membantu Anda dalam memahami dinar emas sebagai suatu alat investasi.