pinjam jaminan sertifikat rumah

Banyaknya kebutuhan, dan kebutuhan mendesak yang dimiliki oleh seseorang akan mendorong seseorang untuk meminjam uang dan dana. Apalagi untuk peminjaman dana modal usaha. Dalam proses dan persyaratan peminjaman biasanya, peminjam diminta untuk memberikan jaminan, biasanya pinjam jaminan sertifikat rumah atau jaminan surat pinjaman dengan jaminan surat tanah. Jika anda ingin meminjam, dengan jaminan surat rumah. Ada beberapa tempat yang bisa anda pinjami.

Tempat Pinjam Jaminan Sertifikat Rumah

Bank

bank pinjam jaminan sertifikat rumah

Bank menurut Undang-Undang Nomer 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyrakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya. Ada beberapa jenis bank, yaitu bank sentral, bank umum, bank perkreditan rakyat, serta bank syariah. Untuk meminjam di bank, ada beberapa persyratan yang pelu dipenuhi.

Untuk peminjam dari perseorangan:

  • Fotokopi KTP/SIM/Pasport. Jika alamat yang tertera pada kartu identitas berbeda dengan yang sekarang anda tinggali, maka bawalah surat dari kelurahan. Selain itu, bawa juga surat yang terkait dnegan pasangan anda. Jika anda sudah memiliki pasangan.
  • Fotokopi kartu keluarga. Hal ini untuk mengetahui seberapa banyak tanggungan anda saat ini.
  • Fotokopi akte nikah. Akte nikah juga untuk menunjukkan harta bersama milik anda. Namun, jika harta yang anda miliki terpisah dan bukan harta bersama, maka bawalah surat keterangan terkait harta terpisah milik anda.
  • Fotokopi slip gaji. Ini digunakan untuk mengetahui jumlah besaran yang dapat anda tanggung untuk meminjam uang.
  • Fotokopi buku tabungan atau tabungan koran tiga bulan terkahir, untuk menunjukkan bahwa anda memiliki sumber dana lain untuk membayar hutang.

Untuk persyaratan meminjam bagi pemilik usaha:

  • Kartu Identitas, misalnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau Passport atau SIM dari pemilik usaha.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Data keuangan berupa tabungan tiga bulan terkahir, untuk menunjukkan kemajuan dan performa perusahaan.
  • Data fasilitas di Bank lain.
  • Akta penidirian perusahaan. Untuk mengetahui kelegalan perusahaan anda.
  • Surat pengesahan dari departemen hukum dan hak asasi manusia
  • Laporan keuangan usaha selama tiga tahun terakhir. Untuk melihat performa perusahaan
  • Surat izin usaha dan tanda daftar perusahaan. Untuk melihat keabsahan perusahaan
  • Dokumen jaminan, seperti sertifikat bangunan, Izin mendirikan bangunan dll.
  • Profil Perusahaan
  • Daftar pemasok barang, pembeli, pembayar, pemesan, ekspor, impor.
  • Surat perintah kerja atau kontrak kerja.

Koperasi

koperasi pinjam jaminan sertifikat rumah

Tempat pinjam jaminan sertifikat rumah selanjutnya adalah koperasi. Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh perseorangan namun demi kepentingan bersama. Koperasi dibuat dengan berlandaskan asas kekeluargaan, dan gotong royong. Berikut ini syarat meminjam di koperasi:

  • Warga Negara Indonesia
  • Bergabug dan menjadi anggota aktif pada koperasi tersebut
  • Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib yang sudah ditentukan oleh koperasi
  • Menaati peraturan di koperasi
  • Menyetujui anggaran rumah tangga, anggaran dasar pada koperasi
  • Mengisi formulir pinjaman
  • Fotokopi KTP/SIM/passport, termasuk juga fotokopi kartu identitas pasangan, apabila telah menikah
  • Fotokopi Kartu Keluarga, slip gaji dan agunan.

Selain itu, ada beberapa keuntungan meminjam di koperasi:

  • Pencairan dana yang mudah dan cepat
  • Bunga yang rendah:
  • Mekanisme peminjaman yang tidak terlalu sulit
  • Tidak memakai jaminan
  • Syarat-syarat yang ringan

Sebelum melakukan peminjaman, berhati-hatilah dalam memilih bank dan koperasi simpan pinjam yang akan menjadi tempat peminjaman. Selain itu, piker ulang terlebih dahulu jika akan menyerahkan jaminan surat sertifikat rumah. Untuk mencegah jika nanti tidak dapat membayar dan rumah disita oleh pihak bank atau koperasi.