hukum pinjam uang di bank menurut islam

Bank merupakan salah satu tempat yang kerap didatangi masyarakat dalam rangka untuk bertransaksi keuangan. Namun transaksi yang paling sering adalah peminjaman uang sehingga ketika nasabah butuh uang pinjaman, bank akan membantu meminjami. Aktivitas keuangan ini memang sangat dekat dengan kehidupan sebagai manusia karena memang uang memegang peranan yang penting. Namun terkadang umat Islam merasakan keraguan mengingat pinjam uang di bank selalu ada bunga sehingga hukum pinjam uang di bank menurut Islam pun dipertanyakan oleh kalangan masyarakat.

Problema keuangan memang dihadapi siapa saja baik golongan bawah, menengah hingga ke atas. Bank menjadi salah satu solusi yang kerap dipilih karena menawarkan bantuan untuk meminjami uang mengingat tidak semua saudara atau kerabat dekat mampu membantu demikian. Di Indonesia sendiri kini sudah ada bank konvensional dan juga bank syariah dimana bank konvensional menggunakan bunga untuk mendapatkan keuntungan, sedangkan bank syariah menggunakan aturan Islam dalam prakteknya sehingga tidak ada istilah bunga.

Inilah Hukum Pinjam Uang di Bank Menurut Islam

Lalu bagaimana hukum pinjam uang di bank menurut Islam? Sebetulnya ada dua pendapat yang menyatakan pembolehan dan juga yang melarang. Berikut ini pemaparannya:

1. Pendapat diperbolehkannya meminjam yang di bank

Salah satu ulama yang memperbolehkan peminjaman uang di bank, dalam hal ini bank konvensional, adalah Rasyid Ridha. Beliau memperbolehkan peminjaman di bank konvensional adalah lantaran riba yang dimaksud di dalam Al-Qur’an adalah adanya unsur penindasan serta penganiayaan sedangkan bunga pada bank tidak demikian. Selanjutnya ada juga ulama yang terkenal yaitu M Quraish Shihab yang juga mendukung pemikiran dari Rasyid Ridha dimana bunga tidak sama dengan riba. Alasannya juga karena konteks sosiologis yang dulu berbeda dengan saat ini dimana menerapkan perilaku jahiliyyah.

Tak cukup 2 ulama saja, ada juga ulama Umar Shihab yang juga berpendapat demikian dimana beliau mengklaim jika bunga yang dibebankan ke nasabah nilainya jauh lebih kecil untuk bisa dibilang menindas seperti halnya makna dari riba itu sendiri sehingga masih diperbolehkan. Selain itu, peminjaman ditambah bunga juga dianggap masih menguntungkan dari segi kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa didzolimi. Pendapat ini juga diaminkan oleh pendapat secara umum karena bunga juga berpatokan pada inflasi dan perkembangan keuangan sehingga memang harus ada demi bisa memberikan keuntungan bagi perbankan terkait.

2. Pendapat tidak diperbolehkannya meminjam uang di bank

Dalam hal ini adalah membahas terkait meminjam di bank konvensional. Alasannya pun sangat jelas karena adanya bunga yang memiliki makna seperti pada pengaplikasian riba. Ulama fiqh klasik memiliki metode pemahaman ayat yang tekstualis dan formalis sehingga memaknai segala bentuk tambahan adalah riba. Sedangkan jika ulama kontemporer lebih menanggapi secara sosiologis juga sehingga memahami riba ini secara lebih mendalam dari berbagai segi kehidupan dimana riba ini menyusahkan untuk para peminjam dan membebankan mereka sehingga tidak diperbolehkan.

Itulah hukum pinjam uang di bank menurut Islam berdasar dua pendapat yang ada dari para ulama. Hal ini kembali lagi ke masyarakat ingin ikut pendapat yang mana. Namun alangkah lebih baik jika Anda bisa memilih pinjaman ke bank syariah yang menerapkan prinsip Islami dan bebas riba dibanding kurang mantap ketika meminjam di bank konvensional. Selain itu, jika Anda memang tidak berada di kondisi yang sangat mendesak, alangkah baiknya meminimalisir untuk berhutang.