Tradisi Malam Takbiran Unik di Indonesia

Malam takbiran adalah malam ketika umat Muslim merayakan berakhirnya bulan Ramadhan dan menyambut bulan Syawal yang diisi dengan bertakbir di masjid-masjid semalam suntuk hingga tiba saatnya untuk shalat Idul Fitri keesokan harinya. Di beberapa daerah di Indonesia, malam takbiran dilakukan dengan lebih meriah dan lebih seru yang menunjukkan betapa gembiranya umat Muslim Indonesia menyambut hari raya Islam yang paling utama. Apa saja tradisi malam takbiran unik yang bisa Anda temui hampir setiap tahunnya? Berikut beberapa kota di Indonesia dengan tradisi malam takbiran unik:

Pontianak

Warga Pontianak punya cara unik tersendiri untuk melakukan takbiran yang menjadi daya tarik bagi warga lokal dan juga wisatawan serta pemudik yang datang ke Pontianak. Tradisi malam takbiran unik yang dilakukan adalah dengan menyulut meriam-meriam yang dibuat dari bambu dan dijejerkan di sepanjang Sungai Kapuas. Meriam-meriam bambu tersebut dinamakan meriam karbit. Tradisi ini merupakan tradisi yang meneruskan kebiasaan Sultan Syarif Abdurahman Alkadri yang membunyikan meriam karbit ini saat malam takbiran. Konon katanya, hal ini dilakukan untuk mengusir kuntilanak. Hingga kini tradisi membunyikan meriam karbit yang seperti suara dentuman perang ini jadi tradisi tahunan di Pontianak.

Aceh

Tradisi malam takbiran unik yang dilakukan di Aceh ini mirip dengan tradisi kurban pada hari Idul Adha. Masyarakat Aceh menyembelih sapi ataupun kambing kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada kaum duafa dan juga untuk dikonsumsi sendiri. Ada yang melakukannya secara individu namun biasanya tradisi ini dilakukan secara berkelompok dan penyembelihan dilakukan di masjid setempat. Tradisi penyembelihan dan pembagian ini disebut dengan nama Meugang. Dengan begitu semua lapisan masyarakat bisa merasakan hari raya lebaran dengan makan daging yang lezat.

Jawa Tengah

Beberapa kota di Jawa Tengah seperti Yogyakarta dan juga Surakarta punya tradisi malam takbiran unik yang selalu menjadi pusat perhatian, yaitu Grebeg Syawal. Event Grebeg Syawal yang umumnya diadakan oleh keraton ini adalah dengan menyusun gunungan dengan hasil pertanian yang menjadi simbol masyarakatlokal. Kemudian gunungan ini akan diarak atau dibawa berkeliling keraton hingga ke Masjid Kauman atau Masjid Agung untuk didoakan. Selesai didoakan, gunungan akan dibawa keluar dan menjadi rebutan bagi masyarakat yang berlomba untuk mengambil isi dari gunungan tersebut sampai tak bersisa. Masyarakat percaya jika berhasil mengambil isi dari gunungan tersebut, mereka bisa mendapatkan berkah seperti yang telah didoakan.

Gorontalo

Tradisi malam takbiran unik yang ada di Gorontalo bisa membuat Anda terpana dengan pemandangan ratusan bahkan ribuan lampu minyak yang dipasang di berbagai tanah lapang. Tradisi meletakkan lampu-lampu minyak ini disebut dengan Tumbilotohe yang biasanya dilakukan selama tiga hari sebelum lebaran. Lampu-lampu minyak tersebut disusun dengan formasi yang membentuk berbagai macam hal yang berhubungan dengan lebaran dan Islam misalnya masjid, kitab Al-Quran, ketupat, berbagai macam kaligrafi indah, dan sebagainya. Tradisi ini juga meneruskan kebiasaan masyarakat Gorontalo sejak abad ke-15.

Bengkulu

Tradisi malam takbiran unik di Bengkulu juga tidak kalah terang dan meriah dengan malam takbiran di Gorontalo. Perbedaannya adalah  untuk menyambut datangnya hari lebaran, masyarakat Bengkulu menyusun batok-batok kelapa yang ditumpuk seperti sate kemudian di letakkan di halaman depan rumah mereka untuk dibakar. Tradisi ini dinamakan bakar gunung api atau Ronjok Sayak.

Itulah beragam tradisi malam takbiran unik di sejumlah kota di Indonesia. Seru-seru, bukan?