Bertukar informasi di hari pertama sekolah adalah salah satu cara meningkatkan interaksi orangtua dan sekolah
Bertukar informasi di hari pertama sekolah adalah salah satu cara meningkatkan interaksi orangtua dan sekolah

Bertukar informasi di hari pertama sekolah adalah salah satu cara meningkatkan interaksi orangtua dan sekolah

Pemerintah berupaya untuk serius dalama upaya untuk meningkatkan budi pekerti anak, serta meningkatakan kepedulian orangtua terhadap pendidikan dan lingkungan sekolah anak-anak mereka. Melalui Kementrian Pemberdayaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yudhi Chrisnandi meminta agar Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) memberikan dispensasi kepada pegawainya yang memiliki anak usia sekolah, untuk terlambat masuk kerja karena menghantarkan putra-putri mereka di hari pertama sekolah.

Menurut Yuddy, masa depan Indonesia sangat bergantung pada budi pekerti anak, untuk itu Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pemimpin ditengah-tengah masyarakat wajib manjadi contoh dalam melahirkan anak-anak Indonesia yang berbudi pekerti dan berkarakter kuat.

Untuk itulah keterlambatan ASN dihimbau agar tidak dicatat sebagai pelanggaran disiplin, selama yang bersangkutan telah meminta ijin dan dilakukan dalam batas waktu yang sesuai.

Himbauan ini disampaikan setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meminta kepada Menteri Yuddy untuk turut serta dalam membangun budi pekerti anak, salah satunya dengan memberikan himbauan kepada ASN agar menghantarkan mereka di hari pertama sekolah.

Menurut Anies Baswedan, hari pertama anak sekolah sama bersejarahnya dengan saat anak-anak diwisuda di hari terakhir mereka menempuh pendidikan formal. Dengan menghantar anak di hari pertama sekolah diharapkan akan mendorong interaksi positif antara guru dan orangtua.

Lalu, hal apa saja yang harus orangtua lakukan saat menghantarkan anak-anak mereka ke sekolah? Berikut adalah beberapa hal yang disarankan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dilakukan para orangtua saat pertama kali mengantar putra-putriny ke sekolah.

  1. Bertukar kontak dengan wali kelas, guru, dan kepala sekolah.
  2. Mengapresiasi guru karena telah bersedia mendidik anak-anak kita disekolah.
  3. Menceritakan kepada guru kondisi dan karakter anak di rumah.
  4. Bertanya tentang pembelajaran setahun kedepan dan kemudian memberi masukan bila perlu.
  5. Menawarkan bantuan untuk terlibat dalam kegiatan pemebelajaran disekolah.
  6. Berkenalan dengan orangtua murid yang lain.

Jadi, bagi Sahabat UangTeman yang saat ini sedang bersiap untuk menghantar putra-putri Sahabat ke sekolah, hantarkanlah mereka dengan gembira. Jika perlu, catatlah terlebih dahulu hal apa saja yang hendak disampaikan kepada Ibu atau Bapak guru di sekolah.

Pic. source: reenaonline.com via bing.com

SEO enthusiast since 2009 | Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.