Batasan Kuota Impor Sapi Tahun 2016

Sejak awal tahun 2016, Kemendag (Kementerian Perdagangan) telah menerbitkan perizinan import sapi bakalan dari luar negeri. Adapun jumlahnya terbilang besar. Untuk kuartal I yang berlaku sampai bulan April lalu import sapi mencapai 198.000 ekor.

Adapun sapi bakalan yang diimport untuk kuartal I tersebut diketahui berasal hanya dari satu negara saja, yakni Australia. Sampai awal tahun 2016, diakui memang belum ada sumber pasokan import sapi alternatif selain negara kangguru Australia.

Import sapi dilakukan bukan tanpa alasan. Salah satu alasan yang diangkat pemerintah yakni untuk menstabilkan harga jual daging sapi di pasaran. Oleh karena itu, sebagai info tambahan pemerintah sudah menetapkan kuota import sapi bakalan tahun 2016 ini mencapai 600.000 ekor. Hal ini berdasarkan asumsi konsumsi daging sapi di Indonesia mencapai 675.000 ton per tahun. Produksi daging sapi lokal diperkiranya hanya menembus angka 416.000 ton, sehingga masih dibutuhkan import 238.000 ton lagi atau kurang lebih 600.000 ekor sapi utuh. Informasi jumlah kuota sapi import ini pun bertujuan untuk memberi kepastian bagi para pelaku usaha.

Batasan Kuota Impor Sapi Tahun 2016

Batasan Kuota Impor Sapi Tahun 2016 (sumber gambar: umkmnews.com)

 

Kuota Import Sapi Cukup Kecil?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, untuk kuartal I kuota import sapi ada 198.000 ekor. Untuk kuartal II kuota dibatasi 150.000 ekor, sementara untuk kuartal III dan IV masih akan ditinjau kembali sehingga diperkirakan masih bisa ada tambahan. Kuota pasti kuartal III dan IV belum diberikan karena akan melihat hasil perkembangan kuartal I dan II lebih dulu.

Sepintas kuota import sapi dari luar negeri begitu besar. Hanya saja, bagi para importir yang bergabung dengan Apfindo (Asosiasi Pengusaha Feedloter Indonesia) kuota tersebut belum cukup banyak terlebih mengingat adanya peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang disertai peningkatan angka konsumsi daging sapi. Karenanya dirasa wajar bila para pengusaha mengajukan permintaan untuk menambah kuota import sapi. Bagi para pengusaha Apfindo seharusnya kuota import tahun 2016 ini bisa mencapai 780.000 ekor. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, kuota import sapi tahun 2016 ini pun lebih sedikit daripada tahun 2015 lalu yang mana mencapai 617.000 ekor.

Kesempatan Untuk Peternak Sapi Lokal

Permintaan kuota tambahan tersebut memang belum diketahui akan disetujui atau tidak. Karena secara mendetail sejumlah sapi yang diimport dari luar negeri merupakan jenis sapi indukan. Pemilihan sapi indukan bertujuan agar sapi dapat melahirkan setidaknya 10-12 kali guna mencukupi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Hal ini diibaratkan membeli pabrik yang dapat berkembang yang bisa dibilang gagasan yang cemerlang dari pemerintah. Adanya pembatasan kuota tersebut di satu sisi pun bisa dinilai positif lantaran dianggap memberi kesempatan pemenuhan daging sapi lokal.

Namun, adanya beberapa kendala klise memang didapati masih menjadi dilema. Tidak sedikit wilayah di tanah air yang berperan sebagai sentra sapi lokal masih cukup sulit diakses oleh pasar. Akibatnya sejumlah pembeli merasa tidak begitu tertarik untuk membeli sapi lokal dari peternak tersebut.

Adapun contohnya yaitu wilayah Nusa Tenggara Timur. Sejumlah sumber sapi lokal di NTT masih sulit diakses pasar. Dalam hal ini tentu pemerintah tidak tinggal diam. Oleh karenanya pemerintah mencoba memberi fasilitas melalui kapal ternak. Dengan upaya ini diharapkan tidak terjadi fluktuasi berarti di pasar agar harga tetap kompetitif. Itulah alasan mengapa batasan kuota untuk import sapi dari luar negeri sebanyak 600.000 ekor dirasa sudah amat realitis.