Sebagai negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia, Indonesia tentunya memiliki masjid megah yang statusnya bukan hanya menjadi masjid raya, tetapi juga menjadi masjid nasional. Masjid tersebut bernama masjid istiqlal. Terletak di ibu kota negara Indonesia, yaitu Jakarta, menjadikan masjid ini memiliki posisi strategis dan berdekatan dengan berbagai kantor pemerintahan. Apalagi dengan suasana Ramadhan seperti ini, masjid ini pastinya meriah sekali

Tapi tahukan anda, ternyata masjid ini juga memiliki sejarah panjang yang menjadikannya memiliki berbagai fakta unik yang jarang diketahui banyak orang. Berikut adalah beberapa fakta tersebut, yang berhasil Uangteman rangkum.

Perancang masjid nasional Indonesia (kiri berkacamata). Sumber: kompas.com

Dirancang oleh arsitek non-muslim

Pembangunan masjid istiqlal dimulai pada tahun 1951 yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno dengan ditandai dengan peletakan batu pertama. Selanjutnya, untuk desain masjid secara keseluruhan, bung karno mengadakan sayembara desain yang diikuti oleh 30 orang arsitek dari seluruh Indonesia. Pemenang dari sayembara tersebut adalah Frederich Silaban, seorang arsitek otodidak yang berasal Sumatera Utara. Ia merupakan seorang anda pendeta dan beragama Kristen Protestan dengan karya desain seperti Monumen Nasional, Gedung BNI 46 di Jakarta, Kantor Pusat Bank Indonesia di jalan Thamrin, Jakarta, dan masih banyak lagi.

Meskipun begitu, ia tidak pernah mengenyam edukasi formal sebagai seorang arsitek, karena ia sendiri merupakan lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM). Karya besarnya membuktikan bahwa Indonesia benar-benar negara yang menghargai perbedaan, yang terbukti dengan Frederich yang dapat memenangkan sayembara desain bangun masjid nasional tersebut.

Pemancangan tiang pertama Istiqlal. Sumber: x.detik.com

Pemancangan tiang pertama dilakukan saat Maulid Nabi Muhammad SAW

Pada awalnya, pembangunan masjid istiqlal ditentang banyak pihak. Namun, dekat tekad yang bulat Bung Karno agar Indonesia memiliki masjid nasional, akhirnya seluruh pihak menyetujui pembangunan masjid ini. Peletakan tiang pertama dilakukan sendiri oleh Presiden Soekarno yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan disaksikan oleh ribuan orang umat muslim di Jakarta.

Pembangunan masjid setelah peletakan batu pertama sempat berjalan kurang lancar, hingga selama lebih dari 4 tahun masjid nasional impian Bung Karno tak kunjung rampung, diakibatkan konflik politik berkepanjangan. Meskipun begitu, akhirnya masjid ini dimulai pembangunannya kembali dan telah diresmikan pada tahun 1978.

Baca juga: 5 manfaat Tunjangan Hari Raya (THR)

Sumber: albadrln.wordpress.com

Peristiwa bom meledak di tahun 1999

Sejak era orde baru, masjid ini menjadi saksi berbagai upacara bertema Islami yang diadakan di banyak momen besar. Tetapi tidak banyak yang tahu, jika pada pukul 15.20 WIB hari Senin, tanggal 19 April 1999 terdapat peristiwa bom meledak yang bertempat di lantai dasar masjid. Bom ini membuat tembok masjid retak dengan puluhan kaca yang pecah berantakan.

Selain peristiwa tersebut, masjid nasional ini juga beberapa kali terkena teror bom yang dilakukan oleh kelompok militan yang ingin menghancurkan persatuan Indonesia. Walaupun begitu, hingga kini masjid tersebut tetap tegak berdiri kokoh dengan pengamanan yang lebih maksimal.

Kubah masjid. Sumber: panoramio.com

Kubah masjid yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia

Sebagai masjid nasional, tentunya Istiqlal memiliki peran penting untuk Indonesia. Oleh karena itu, pada masa pembangunannya, desain rancang bangunan memberikan berbagai angka simbolis yang berhubungan dengan Indonesia dan juga Islam. Misalnya, 7 gerbang masjid yang dinamai berdasarkan Asmaul Husna dan juga bangunan masjid yang terbagi menjadi 2 bangunan, yaitu bangunan utama dan pendamping yang menjadi simbolisasi “langit” dan “bumi”.

Namun, fakta yang paling mengejutkan terdapat pada kubah masjid terbesar di Jakarta ini. Masjid nasional ini ternyata memiliki kubah dengan diameter 45 meter yang menjadi simbolisasi tahun kemerdekaan Indonesia. Tidak salah memang jika masjid ini dianugerahi sebagai masjid nasional negara Indonesia.

Buka puasa di Istiqlal. Sumber: detik.com

Menu berbuka puasa yang selalu enak di bulan Ramadhan

Bagi anda yang jarang berbuka puasa di masjid, sesekali coba singgah di masjid istiqlal. Pasalnya, menu berbuka puasa di masjid nasional ini selalu mewah dan enak. Tidak tanggung-tanggung, tiap bulan Ramadhan, tak kurang dari 3.000 porsi makanan diberikan kepada pengunjung yang akan berbuka puasa di masjid ini tiap harinya.

Menu makanan seperti nasi padang dari restoran ternama, hingga nasi ayam sumbangan cepat saji dari donatur dan partai bisa anda temui tiap harinya selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, jika anda kehabisan uang untuk berbuka puasa, masjid ini dapat menjadi solusi alternatif agar tetap bisa berbuka dengan makanan yang enak.

Selain beberapa fakta di atas, nampaknya masjid istiqlal kerap menjadi tempat beribadah warga negara asing beragama Islam di Jakarta, yang berasal dari Tiongkok, Arab Saudi, Turki, dan sebagainya. Tertarik untuk berkunjung kesana?