3 Manfaat Tradisi Sungkeman Saat Lebaran

Bulan Ramadhan seperti sekarang ini tentu menjadi saat-saat yang paling di nantikan oleh kaum Muslim di mana pun mereka berada, terlebih di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Banyak sekali hal-hal unik yang terjadi hanya pada saat lebaran misalnya pulang kampung atau mudik, silaturahmi atau berkunjung ke sanak famili, bagi-bagi THR pada anggota keluarga yang lebih muda, makan ketupat, memakai baju baru dan tentu saja tradisi sungkeman saat lebaran.

Tradisi sungkeman adalah satu hal yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari budaya serta kebiasaan bangsa Indonesia.  Tahukah Anda bahwa sebenarnya sungkeman sendiri berasal dari kata bahasa Jawa sungkem yang artinya bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan dalam kebudayaan Jawa.  Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa tradisi sungkeman berasal dari Keraton Kasunanan Surakarta, dan Kadipaten Pura Mangkunegaran. Tradisi sungkeman saat lebaran pertama kali dilakukan di era KGPAA Sri Mangkunegara I. Saat itu, beliau bersama seluruh punggawanya berkumpul bersama dan saling bermaafan setelah sholat Idul Fitri selesai dilakukan.

Perlu kita ketahui bahwa sungkeman bukanlah bentuk penyembahan manusia kepada manusia yang lain, tetapi lebih kepada esensi atau bentuk rasa hormat yang tentu saja  menunjukkan sopan santun orang yang masih muda kepada yang lebih tua. Sungkeman merupakan salah satu cara untuk mendekatkan hubungan antara anggota ke;uarga keluarga satu dengan anggota keluarga yang lain. Tapi sebenarnya apa saja sih, manfaat dari tradisi sungkeman saat lebaranBerikut uraiannya:

  1. Meminta maaf dan mengakui semua kesalahan

Sungkeman adalah salah satu bentuk permohonan maaf yang bisa dilakukan saat lebaran. Biasanya sungkeman dilakukan oleh anak kepada orang tua atau istri kepada suaminya. Saat lebaran tiba, tentu saja kita dianjurkan untuk saling memaafkan untuk kembali fitri atau bersih. Salah satu cara meminta maaf  yang paling  baik yaitu dengan sungkeman karena saat sungkeman biasanya seseorang akan duduk bersimpuh dan meminta maaf serta mengakui semua kesalahan yang pernah ia lakukan.

  1. Rasa hormat kepada orang yang lebih tua

Sungkeman saat lebaran juga merupakan salah satu bentuk rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Hal ini karena sungkeman dilakukan dengan menundukkan kepala dan merendahkan pandangan serta gerakan membungkuk sebagai wujud kerendahan seseorang. Menghormati orang yang kebih tua juga merupakan salah satu bentuk penghargaan yang bisa dilakukan, Indonesia dikenal akan keramahtamahannya di dunia Internasional. Pelajaran tata krama dan budi pekerti memang harus ditanamkan sejak dini baik untuk laki-laki atau pun perempuan dan salah satunya dengan melestarikan tradisi sungkeman.

  1. Melestarikan salah satu budaya indonesia

Tradisi sungkeman saat lebaran adalah sebuah kebudayaan serta kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Meskipun demikian,  tradisi ini kemudian menyebar dengan cepat di seluruh pelosok Indonesia. Hal yang mendasarinya tentulah penyebaran masyarakat Jawa di seluruh indonesia, sehingga menciptakan akulturasi kebudayaan.  Sebuah kebiasaan yang baik dari mana pun asalnya, tetap perlu kita apresiasi apalagi jika kebiasaan tersebut memberikan dampak positif yang bisa membuat perubahan yang baik. Saat ini budaya sungkeman semakin jarang kita temukan terutama di kota-kota besar. Padahal tradisi sungkeman saat lebaran memiliki nilai-nilai dan manfaat yang sangat baik untuk ditanamkan kepada generasi muda Indonesia.

Demikianlah uraian singkat seputar manfaat tradisi sungkeman saat lebaran. Semoga Anda bisa mengambil manfaat dari uraian di atas dan masih menerapkan tradisi positif tersebut.