Tradisi Mudik di Setiap Lebaran Tiba

Salah satu yang dinanti saat bulan puasa berakhir adalah tradisi mudik. Umumnya, mudik dilakukan beberapa hari sebelum lebaran atau tepat di hari lebaran ketika orang-orang akan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. Mudik sendiri berasal dari 2 kata bahasa Jawa yaitu “mulih” yang artinya pulang dan “dilik” yang artinya sebentar. Jadi, mudik diartikan pulang ke kampung halaman dalam waktu singkat saja. Tentu saja, tradisi mudik di waktu lebaran dinilai lebih bermakna ketimbang mudik di hari-hari biasa. Hal ini juga karena beberapa tradisi atau kebiasaan yang hanya dilakukan pada saat mudik lebaran. Berikut beberapa tradisi yang dilakukan saat mudik:

Tradisi Saling Mengunjungi

Pulang ke kampung halaman saat lebaran tidak hanya waktu untuk istirahat sejenak dari rutinitas. Lebih dari itu, saat mudik lebaran adalah saat yang tepat untuk saling mengunjungi atau bersilahturahmi. Biasanya, orang akan saling berkunjung ke rumah saudara, tetangga, teman, dan semua yang dikenal. Tradisi berkunjung saat mudik lebaran ini biasanya dilakukan oleh Anda yang lebih muda usianya ke orang yang lebih tua sebagai penghormatan. Saat bertemu, mereka akan saling bertukar kabar hingga saling memaafkan satu sama lain. Setelah itu, barulah mereka menikmati suguhan khas lebaran yang disiapkan oleh tuan rumah.

Tradisi Takbiran

Bagi Anda yang hidup di kota besar mungkin sudah tidak lagi menemukan tradisi yang seperti ini. Tapi, di desa-desa tradisi seperti ini masih dipertahankan. Karena itu, jika Anda mudik beberapa hari sebelum lebaran Anda akan menemukan barisan anak-anak yang berkeliling sambil mengucapkan takbir. Tradisi ini dilakukan malam sebelum lebaran tiba dengan membawa obor. Takbiran juga bisa menjadi pertanda bahwa beberapa orang yang merantau datang lagi ke desa kelahiran mereka.

Tradisi Menyiapkan Ketupat

Salah satu tradisi mudik yang hanya ada saat mudik lebaran adalah makanan bernama ketupat. Ketupat terbuat dari beras yang dimasukkan dalam cetakan yang terbuat dari daun kelapa. Ketupat disajikan dengan berbagai lauk seperti opor ayam, kering tempe, sambil goreng ati, kerupuk, dan lain sebagainya. Menyiapkan ketupat ini pun menjadi tradisi di saat mudik dan tidak ada saat mudik di hari biasa.

Tradisi Memakai dan Memberikan Baju Baru

Sebelum mudik, pasti Anda membeli beberapa oleh-oleh untuk orang tersayang di desa. Bisa dipastikan jika satu oleh-oleh wajibnya adalah baju baru. Memakai dan memberikan baju baru adalah tradisi lebaran termasuk saat mudik. Memakai baju baru dikatakan sebagai hati yang bersih dan baru untuk melangkah lagi setelah puasa dan lebaran.

Tradisi Membagikan Uang Receh

Mudik juga tidak lepas dari tradisi membagikan uang receh layaknya angpao pada tradisi Cina. Tidak heran jika saat mudik, Anda pun harus menyiapkan uang kecil yang dimasukkan dalam amplop. Nantinya, uang tersebut dibagikan kepada anak-anak atau mereka yang belum bekerja. Nominalnya tidak ditentukan dan tergantung Anda yang memberikan uang tersebut. Orang juga menganggap pemberian ini sebagai THR bagi anak-anak.

Tradisi Membagikan Kue Kering

Selain menyiapkan ketupat, tradisi mudik juga identik dengan kue kering. Tidak lengkap rasanya jika saat mudik tidak membawa kue kering sebagai buah tangan. Jenis kue kering yang dibawa juga beragam namun ada beberapa jenis kue kering yang menjadi khas kue kering lebaran atau saat mudik. Kue kering tersebut termasuk nastar, putri salju, cookies coklat, dan kue kering lainnya. Selain disiapkan sebagai sajian di rumah, kue kering juga kerap kali dibawa pulang kampung kemudian dibagikan kepada para saudara.

Tradisi Sholat Idul Fitri Bersama

Satu lagi tradisi mudik yang selalu ada yaitu sholat Idul Fitri bersama. Ini adalah tujuan orang berangkat mudik sebelum Idul Fitri. Pasalnya, saat sholat Idul Fitri tiba, mereka bisa berangkat ke masjid bersama keluarga tercinta. Momen seperti ini tidak bisa didapat saat mudik di hari biasa.

Nah, tradisi mana yang masih sering Anda lakukan saat mudik? Atau semua tradisi mudik di atas masih Anda lakukan hingga saat ini. Kiranya itulah alasan mengapa orang berbondong-bondong pulang saat lebaran dan mengapa pemudik membawa begitu banyak barang bawaan. Jadi, Anda siap mudik bersama keluarga tahun ini?