sudah perlukah punya mobil

Kebutuhan kita akan transportasi makin lama semakin mendesak karena kesibukan aktivitas sehari-hari dan kemacetan yang semakin bertambah. Apalagi kalau ditambah dengan kondisi yang telah berkeluarga dan memiliki anak. Kemampuan finansial kita juga nampaknya sudah mumpuni untuk memiliki mobil pribadi. Tapi apakah kita benar-benar butuh membeli mobil? Simak beberapa hal yang mesti dipikirkan sebelum memutuskan untuk membeli mobil.

  • Seberapa sering kita akan menggunakan mobil? Ini pertanyaan yang menyangkut kebutuhan kita akan kendaraan ini. Apakah akan dipakai sehari-hari atau cuma untuk weekend bersama keluarga? Siapa yang akan menyetir? Sanggup menyetir dalam kondisi macet jika dipakai sehari-hari?

  • Beli mobil baru atau second? Pertanyaan ini juga harus dipikirkan secara matang. Harga mobil second memang tak semahal mobil baru, namun ada pertimbangan lain seperti kondisi mobil dan kemungkinan kenaikan biaya servis mengingat umur kendaraan dan mesin yang mungkin sudah tidak terlalu prima lagi. Apabila mempertimbangkan untuk membeli mobil second, usahakan mengecek mesinnya secara seksama dan melakukan test drive bersama seseorang yang mengerti mesin mobil.
  • Beli cash atau kredit? Pilihan cara pembelian ini tergantung pada kesiapan finansial kita, apabila membeli dengan cash tentu saja dibutuhkan persiapan uang yang tidak sedikit. Kredit pun membutuhkan DP sekitar minimal 30% dari harga mobil.
  • Jika kredit bagaimana dengan cicilannya? Perhitungkan jumlah cicilan dan besar pendapatan perbulan, dan jangan lupa bahwa kita harus yakin memiliki komitmen pada pembayaran cicilan dan pemasukan yang tetap. Pertimbangkan pula dari sisi pekerjaan, apakah posisi kita di perusahaan kira-kira akan aman sampai cicilan mobil lunas? Atau apakah perusahaan tempat kita bekerja akan tetap stabil sampai lunas cicilannya?
  • Ingatlah bahwa harga mobil semakin lama akan terkena penyusutan. Harga jual mobil second akan jauh lebih rendah sesuai merk, tipe dan kondisi mobil. Jangan sampai kita merugi karena mobil yang dipakai tersia-sia karena jarang digunakan, sementara harga jual kembalinya terus menurun meski cicilan yang dibayarkan akan tetap selama beberapa tahun.
  • Jangan lupakan biaya-biaya lain yang mengikuti pembelian dan kepemilikan mobil seperti biaya BPKB, bea balik nama, pajak kendaraan tahunan, bea plat nomor, penggantian spare part, oli serta servis berkala, juga biaya asuransi. Kondisi finansial kita harus siap menghadapi semua tambahan biaya ini agar pemakaian mobil menjadi maksimal.
  • Bagaimana dengan biaya harian untuk mobil? Membawa mobil sehari-hari ke kantor akan menambah pengeluaran bulanan kita untuk biaya bensin, toll dan parkir. Apalagi jika parkir di gedung kantor tidak dapat mengajukan biaya langganan dan harus membayar biaya per jam, maka akan lebih boros. Begitu juga dengan bensin, jika rute kantor-rumah melewati jalan-jalan dengan tingkat kemacetan yang luar biasa, maka pengeluaran untuk bensin akan semakin membengkak.
  • Apakah niat utama membeli mobil? Ini juga salah satu pertanyaan yang harus kita pikirkan. Apabila membeli mobil hanya untuk membawa keluarga berjalan-jalan pada akhir minggu, misalnya, adakah pilihan lain yang setidaknya lebih murah daripada membeli mobil, misalnya dengan menggunakan taksi online, taksi konvensional, atau rental mobil harian.

Pertimbangkan kemajuan pembangunan jaringan transportasi umum yang makin hari makin berkualitas.

Dalam beberapa tahun, terutama di kota-kota besar, akan terjadi pembangunan berbagai jaringan transportasi umum yang lebih terintegrasi. Jika kemajuan ini sudah cukup memenuhi kebutuhan kita akan transportasi yang aman, nyaman dan relatif cepat, kepemilikan mobil pribadi tentu saja menjadi kurang diperlukan lagi.