Niat puasa – Sebelum menjalankan ibadah puasa, biasanya setiap pemeluk agama Islam diwajibkan membaca doa puasa terlebih dahulu di waktu malam hari, sebelum keesokannya berpuasa. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif jika orang yang berpuasa tidak terbangun ketika sahur di sisa akhir malam, sebelum adzan shubuh berkumandang, ia sudah mengucapkan doa puasa. Adzan ini sebagai pertanda jika waktu sahur telah habis dan puasa dimulai.

Ucapan niat puasa yang diucapkan adalah “nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita’ala”, yang secara harafiah mengandung arti “sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan (ibadah) fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini karena Allah Ta’ala”. Niat ini wajib diucapkan jika seorang muslim ingin puasanya sah di mata Tuhan Yang Maha Esa.

Makan bisa membuat puasa batal loh! Sumber: thenewstribe.com

Setelah bacaan niat puasa yang diucapkan, maka selanjutnya puasa pun dimulai. Selama berpuasa, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan agar puasa anda tetap terjaga, seperti makan dan/atau minum dengan sengaja, bersetubuh dan/atau masturbasi di siang hari, masturbasi, haid atau nifas, muntah dengan sengaja, menghisap rokok, memasukkan jarum suntik, dan macam-macam hal lainnya yang tentunya telah anda ketahui.

Tetapi, sadarkah anda ada, ternyata terdapat beberapa hal terkait pengobatan yang sebenarnya tidak membatalkan puasa? Dalam artikel niat puasa berikut ini, akan dibahas beberapa jenis pengobatan yang tidak membatalkan puasa sesuai dengan fatwa Majelis Mujamma’ Fiqih Islami dan kesepakatan bersama di antara dokter-dokter Islam kontemporer.

Obat tetes untuk mata, telinga, dan juga hidung

Pengguanaan obat tetes yang digunakan untuk pengobatan mata, telinga, maupun hidung (termasuk obat hirup) yang zatnya tidak sampai masuk ke dalam kerongkongan dinyatakan aman untuk digunakan selama berpuasa.

Penggunaan alat ke saluran Rahim untuk tujuan medis

Penggunaan beberapa alat seperti pembersih rahmi, spiral, maupun alat kontrasepsi lainnya dinyatakan tidak membatalkan puasa, karena tujuannya merupakan untuk kepentingan medis semata. Hal tersebut diperbolehkan, asal tidak ada nafsu di dalamnya.

Obat kumur. Sumber: tribunnews.com

Cairan atau obat kumur

Bagai anda yang memiliki masalah dengan mulut, obat yang penggunaannya lewat berkumur nampaknya tidak membatalkan puasa. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai cairan obat kumur tersebut masuk ke dalam kerongkongan, karena hal ini dapat membatalkan puasa.

Baca juga Hari Raya Idul Fitri di Banyak Negara dan Tips-Tips Mudik Nyaman

Gas oksigen

Menggunakan gas oksigen dalam keadaan darurat maupun karena kebutuhan oksigen yang menipis tidak akan membuat puasa anda batal. Hal ini dikarenakan, oksigen merupakan gas esensial yang diperlukan untuk kehidupan, yang tidak dapat disubstitusi dengan jenis ga lainnya.

Penggunaan alat yang ditempelkan di bawah lidah

Pengobatan dengan menempatkan sebuah alat atau lempengan di bawah lidah untuk kepentingan pengobatan penyakit tenggorokan atau penyakit lainnya, selama tidak sampai masuk ke dalam kerongkongan, maka tidak akan membatalkan puasa.

Salep atau obat oles

Penggunaan obat dalam bentuk salep atau obat oles ternyata juga tidak membuat puasa anda batal, karena obat tersebut hanya menyerap ke dalam kulit anda dan tidak akan berpengaruh ke dalam sistem metabolisme dan saluran cerna anda.

Mencabut gigi tidak membatalkan puasa. Sumber: deherba.com

Alat cabut atau tambal gigi

Bertolak belakang dengan yang kepercayaan masyarakat umum yang beranggapan jika pengobatan gigi seperti penambalan atau pencabutan dapat membatalkan puasa, ternyata jenis pengobatan ini malah aman dan membuat anda tetap dapat berpuasa seharian. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai ada cairan yang masuk ke kerongkongan anda ketika proses ini berlangsung.

Obat bius atau anastesi lewat jarum suntik

Penggunaan jarum suntik untuk injeksi obat bius berupa anastesi atau pereda rasa sakit kepada pasien ternyata tidak membuat puasa si pasien menjadi batal. Hal yang membuat batal adalah ketika pasien menerima infus berupa zat nutrisi yang masuk langsung ke aliran darah.

Injeksi cairan obat atau zat ke otak atau jaringan syaraf

Memberikan injeksi berupa cairan obat atau zat langsung ke otak atau ke jaringan syaraf juga ternyata tidak membatalkan niat puasa, selama cairan tersebut tidak mengandung infus atau cairan penambah nutrisi lainnya.

Selain beberapa hal di atas, sebenarnya masih ada beberapa pengobatan lain yang tidak membatalkan puasa. Namun, yang uangteman paparkan di atas adalah pengobatan yang umum ditemui masyarakat. Tentunya, dokter perlu mempertimbangkan untuk menunda pengobatan seperti yang ada di atas sampai waktu berbuka, sehingga ibadah dan niat puasa dapat dijalankan dengan lebih sempurna.