nyicil-atau-tunai

Seperti yang kita tahu, saat ini sistem pembayaran secara kredit alias cicilan sudah lazim digunakan. Hanya dengan modal kartu kredit kamu bisa dengan mudahnya mencicil barang idamanmu. Mungkin buat beberapa orang cara mencicil ini cukup beresiko karena sama saja berhutang. Tapi tidak sedikit juga yang lebih memilih pembayaran dengan cara mencicil walaupun sebenernya bisa membayar tunai. Nah, berikut ini adalah ungtung dan ruginya membeli barang dengan cara mencicil, yuk, simak!

Untung:

Bisa punya barang mahal

Dengan adanya pembayaran secara kredit, kamu tidak perlu membayar penuh secara langsung. Dengan mencicil, jumlah uang besar yang kamu miliki bisa kamu pergunakan untuk keperluan yang lain, lho. Nah, kewajibanmu membayar cicilan setiap bulan dengan jumlah yang sama juga secara tidak langsung melatih kamu mengatur keuangan. Selain itu, dengan adanya cicilan, kamu dilatih juga untuk menahan diri untuk tidak merogoh kocek lebih dalam.

Solusi cepat

Kalau kamu membutuhkan barang dengan harga yang cukup fantastis, penggunaan cicilan bisa sangat membantumu. Kalau kamu belum sempat menabung sejumlah harga barang yang kamu butuhkan secara cepat, kamu bisa membelinya dengan mencicil. Nah, inilah salah satu solusi yang bisa kamu ambil.

Bisa beli barang lain

Hal lain yang mungkin bisa jadi menyenangkan dengan mencicil adalah kamu bisa membeli lebih dari satu barang yang kamu inginkan. Kamu tentunya pernah ada dalam kondisi membutuhkan beberapa hal di waktu bersamaan, kan, tentunya? Misal, kamu butuh smartphone baru tapi kamu juga butuh motor. Dengan mencicil tentunya pengeluaran untuk kedua barang ini akan terasa lebih ringan dibanding dengan bayar kontan sekaligus.

Ada uang pegangan

Sebelumnya, kamu harus tahu kalau niatan mencicil dalam membeli sebuah barang itu bukan hanya didasarkan tidak punya uang. Ya, ada banyak orang memilih jalur cicilan karena ingin tetap punya uang pegangan yang mungkin bisa berguna untuk keperluan lain. Intinya sih jangan karena tergiur sebuah barang, kamu jadi susah makan karena tidak ada uang.

Lebih ringan

Pemahaman umum tentang cicilan adalah total pengeluaran akhir akan jadi membengkak dan bahkan lebih besar daripada harga barang ketika dibeli secara tunai. Ya, itu betul, tapi akan berbeda ceritanya kalau kamu menggunakan metode cicilan 0%, total pengeluaran tiap bulan kamu akan sama seperti harga barang kalau dibeli secara kontan.

Rugi:

Kalap belanja

Terkadang karena cicilan terlihat murah, membuat kita jadi kalap belanja barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Alih-alih ingin membeli sesuatu barang dengan harga murah, karena uang muka dan cicilan yang menggiurkan, kamu bisa jadi malah lebih konsumtif, lho!

Tambahan pos

Membeli barang dengan cara kredit atau cicilan memang terlihat memudahkan di awal. Kamu hanya perlu membayar DP alias uang muka. Memang, sih, rasanya cicilan tidak terlalu besar nominalnya, tapi ketika bayar setiap bulan kamu akan merasakan anggaranmu membengkak.

Tidak ada garansi

Ketika kamu memutuskan untuk membeli barang secara cicilan, kamu harus tahu bahwa barang tersebut tidak dijamin oleh asuransi. Aapesnya kalau barang yang dibeli hilang atau rusak maka tidak ada asuransi yang menjamin. Kita masih harus membayar cicilan untuk barang yang sudah tidak berfungsi atau tidak ada fisiknya.

Biaya tambahan

Seperti proses kredit pada umumnya, pembelian barang secara kredit dibebani biaya di luar harga barang itu sendiri. Biaya ini misalnya bunga dan administrasi. Karena itu, total uang yang kita keluarkan untuk membawa pulang barang ini lebih besar daripada jika membeli secara tunai.

Tidak bisa bayar = disita

Jika kamu mengambil cicilan barang yang cukup besar, misalnya rumah atau mobil, lalu kamu tidak sanggup membayar cicilannya, maka barang yang beli akan disita. Hal ini memang biasanya sudah ada di perjanjian sebelum kamu memutuskan untuk melakukan pembayaran secara kredit.

Nah, kalau kamu #TeamNyicil atau #TeamTunai?