5-Mitos-Wanita-Dalam-Sebuah-Rumah-Tangga

Sebagai seorang wanita, kewajiban yang selama ini melekat kepadanya adalah kewajiban untuk menjadi seorang ibu rumah tangga dan istri saat sudah menikah. Namun hingga saat ini ada cukup banyak perempuan yang berhasil menjadi seorang wanita karir dan ibu rumah tangga. Tak hanya mampu memperhatikan sang buah hati, wanita tersebut juga memiliki kemampuan untuk mandiri secara finansial. Kewajiban dan anggapan bahwa wanita adalah seorang istri dan ibu rumah tangga sebenarnya tak lepas dari mitos wanita yang berkembang dari adat istiadat dan keyakinan. Berikut adalah beberapa mitos tentang wanita dalam kaitannya dengan pekerjaan rumah tangga:

Mitos bahwa mengasuh anak adalah sepenuhnya tanggungjawab wanita

Pada jaman dahulu, yang berhak mengenyam pendidikan formal mayoritas adalah laki-laki sedangkan anak perempuan mendapat pendidikan di dalam rumah untuk menjadi seorang istri yang baik. Hal inilah yang sedikit banyak mempengaruhi pandangan bahwa mengasuh dan membesarkan anak adalah tanggungjawab utama seorang wanita. Selain melahirkan seorang anak, seorang wanita wajib memberikan pendidikan yang tepat agar akhlak dan budi pekerti dari anak yang bersangkutan sangat baik. Namun demikian, tanggungjawab dalam memberikan pendidikan sebenarnya bukan hanya tanggungjawab sang ibu tetapi juga ayahnya agar logika dan perasaan sang buah hati terlatih untuk lebih peka dengan sesamanya.

Mitos bahwa hanya kaum laki-lakilah yang berhak mencari nafkah

Dalam sebuah rumah tangga, ada anggapan pada jaman dahulu bahwa wanita hanya boleh tinggal di rumah sementara pihak laki-laki sebagai pencari nafkah wajib mengendalikan pemasukan maupun pengeluaran rumah tangga yang bersangkutan. Namun demikian, saat ini wanita juga bisa menjadi seorang pencari nafkah demi membantu pengelolaan keuangan keluarga. Kemampuan yang dimiliki juga tidak kalah jika dibandingkan dengan para pria mengingat bidang pekerjaan yang ditekuni juga bervariasi.

Baca juga: Intip Yuk Tips Kembali Bekerja Pasca Melahirkan 

Mitos bahwa wanita adalah penanggungjawab rumah tangga

Karena pada jaman dahulu kebanyakan wanita hanya tinggal didalam rumah, muncul mitos bahwa wanita adalah penanggungjawab utama rumah tangga. Namun demikian, hal tersebut hanya merupakan mitos wanita karena pada kenyataannya, pria juga wajib menjadi penanggungjawab dalam sebuah rumah tangga. Pria yang berkedudukan sebagai suami wajib melindungi dan mengarahkan keluarganya sedangkan istri atau wanita perlu menjadi tempat diskusi dari pasangannya.

Mitos bahwa wanita hanya terdidik dengan pendidikan minim

Pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan oleh seorang wanita umumnya tidak terbatas (memberi ASI pada anak, mencuci, mengepel, memasak, dan lainnya). Berbeda dengan pekerjaan didunia luar yang terbatas untuk seorang perempuan. Hal tersebut terjadi karena adanya mitos bahwa wanita hanya terdidik dengan pendidikan yang minim, padahal pada kenyataannya ada beberapa wanita yang mendapat pendidikan penuh sejak jaman dahulu.

Mitos bahwa wanita tak setegas pria dalam mengambil keputusan

Dalam pekerjaan rumah tangga, perempuan akan selalu ikut atau menurut dengan perintah suami, meski hal tersebut memang ada dalam hadist yang diyakini umat muslim. Ada mitos yang mendasari pilihan bahwa wanita hanya harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah, yaitu wanita tidak setegas pria dalam mengambil keputusan yang beresiko. Padahal pada kenyataannya banyak wanita modern pada saat ini yang mampu menduduki jabatan penting dan mengambil keputusan yang bijaksana. Dalam rumah tangga, keputusan tegas seorang wanita juga dibutuhkan untuk mengarahkan pendidikan anak dan pengaturan pengeluaran dalam pembelanjaan kebutuhan sehari-hari. Dalam prakteknya, mitos wanita ini perlu diketahui agar pihak wanita maupun pria semakin langgeng dan mampu memahami fungsi masing-masing dalam kehidupan berumahtangga.

Demikianlah uraian singkat terkait mitos wanita dalam kaitannya dengan pekerjaan rumah tangga. Semoga uraian di atas bermanfaat untuk Anda.