blog-dana-pensiun

Dana pensiun mungkin bukan hal yang sering dipersiapkan sedari awal oleh para pekerja. Karena kebutuhan lainnya lebih mendesak, dan masa pensiun masih terasa jauh, banyak dari kita menunda persiapan dana ini. Tapi jangan salah, ternyata banyak keuntungan yang akan kita dapatkan apabila memulai persiapan dana pensiun atau tabungan hari tua sedini mungkin, meski kita masih berada di usia 20-an.

Lebih Ringan Nabung Sejak Dini

Tabungan pensiun akan lebih ringan bebannya apabila mulai menabung lebih dini. Jika kita memberikan target total tabungan yang akan didapatkan saat pensiun, misalnya 10 milyar rupiah, memulai tabungan di usia 25 akan jauh lebih ringan daripada jika kita memulainya saat usia 40. Tentu saja karena dimulai sejak usia 25, dimana mungkin gaji belum terlalu besar dan masih dalam masa pencarian pekerjaan terbaik yang akan membuat kita super betah sampai saat pensiun, maka sistem tabungan jangan diharuskan rutin perbulan dengan jumlah besar. Bisa dimulai dengan 5-10% dari gaji perbulan, kemudian seiring gaji yang semakin tinggi, maka presentase ini bisa naik sesuai sisa gaji dikurangi kebutuhan bulanan dan tabungan lainnya seperti tabungan pendidikan anak.

Semakin Lama, Semakin Tinggi Jumlah Tabungan

Lama waktu menabung akan berpengaruh pada bunga dan hasil total yang kita dapat pada masa pensiun. Semakin dini kita memulai tabungan pensiun, maka semakin lama jangka waktu uang kita “mengendap” di lembaga keuangan. Oleh karena itu, bunga total yang akan kita dapatkan akan cenderung lebih besar daripada jika kita memulai tabungan pensiun hanya dalam waktu 10-15 tahun sebelum masa pensiun.

Mempersiapkan Diri Atas Ketidakmungkinan di Masa Depan

Berjaga2 apabila terpaksa pensiun dini. Dalam beberapa belas atau puluh tahun ke depan, banyak hal akan terjadi. Mempersiapkan keuangan untuk kemungkinan bahwa kita mungkin akan dihadapkan pada kondisi tak mampu lagi bekerja meski umur belum memasuki masa pensiun merupakan salah satu pilihan yang aman, apalagi untuk para kepala keluarga yang memiliki tanggungan istri dan anak. Asuransi kesehatan dan jiwa memang cukup mumpuni untuk menanggung biaya pengobatan apabila sakit atau pertanggungan bagi keluarga yang ditinggalkan apabila meninggal dunia, namun kebutuhan bulanan keluarga jika kita sakit dan tak bisa bekerja lagi tidak akan tercover asuransi.

Modal Investasi

Bisa sambil menjadi modal investasi dulu agar mendapat keuntungan lebih banyak. Tak semua orang senang “mengendapkan” uang dalam waktu lama di lembaga keuangan tanpa “memutar”-nya. Jika kita termasuk tipe ini, tabungan hari tua pun bisa kita jadikan modal investasi. Tentu saja dipilih yang paling aman dan resikonya rendah, karena tujuan utamanya memang untuk simpanan masa depan, bukan? Maka investasi seperti obligasi, deposito atau tabungan berupa logam mulia akan lebih cocok.

Yakin Cukup Dana Pensiun dari Kantor atau BPJS?

Dana pensiun dari perusahaan atau BPJS ketenagakerjaan belum tentu dapat mencukupi biaya hidup di masa tua. Saat kita memasuki masa pensiun, uang pensiun yg dibayarkan BPJS akan tetap dari tahun ke tahun, yaitu 40% dari penghasilan terakhir kita. Setelah beberapa tahun pensiun, mengingat adanya inflasi dan berbagai perubahan ekonomi, belum tentu jumlah ini masih mencukupi untuk kebutuhan kita, apalagi jika kita masih memiliki tanggungan biaya sekolah/kuliah anak dan lain sebagainya. Oleh karena itu, tidak menggantungkan seluruh pemasukan hari tua hanya pada lembaga ini akan lebih bijaksana mengingat kebutuhan hari tua pun akan terus bertambah karena kondisi kesehatan yang semakin menurun.