Category

kredit pemilikan rumah

Informasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) terbaru dan terlengkap berikut dengan tata cara dan syarat mudah serta tips memilih kpr dengan aman dari Uangteman.com

apa itu kpr
Kredit, kredit pemilikan rumah

Apa Itu KPR dan Apa Keuntungannya? Simak Penjelasannya Disini!

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah suatu cara mencicil rumah atau keperluan konsumtif lainnya dengan menjaminkan berupa rumah yang akan kamu miliki dengan skema biaya hingga 90% dari harga rumah. Jadi saat ini kamu tidak perlu lagi bertanya tanya “apa itu KPR”, namun kamu juga harus mengetahui keuntungannya, salah satu di antaranya yaitu dengan mengajukan KPR secara tidak langsung kamu tidak perlu menabung untuk membeli rumah karena, dengan cara mencicil ini akan lebih mudah dan ringan untuk pembayarannya.

Continue reading
Pinjaman BTN
kredit pemilikan rumah

Solusi Kredit Rumah dengan Pinjaman BTN

Memiliki rumah merupakan hal yang sangat penting yang pastinya menjadi keinginan dan impian dari setiap orang yang ada di dunia ini. Rumah yang memiliki fungsi dan juga kegunaan yang sangat penting bagi hidup setiap orang ini memang bisa untuk sebagai tempat berlindung untuk keluarga disaat musim hujan dan juga disaat musim panas yang bisa memberikan mereka yang menghuni merasa lebih nyaman dan juga aman. Selain itu juga dengan memiliki sebuah rumah bisa membuat hidup Anda lebih baik dan lebih tenang karena rumah yang Anda miliki dengan pinjaman BTN juga bisa menjadi salah satu investasi yang menguntungkan dalam jangka waktu yang sangat lama yang pastinya harganya setiap tahunnya akan semakin mengalami kenaikan.

Namun untuk bisa memiliki sebuah rumah pastinya membutuhkan biaya dan uang yang tidak sedikit jumlahnya, apalagi jika Anda ingin memiliki sebuah rumah di kota besar seperti Jakarta ini, dimana harga tahan di Jakarta sendiri untuk setiap meternya saja bisa sangat mahal setiap tahunnya belum lagi dengan harga bangunan yang akan Anda buat untuk membangun sebuah rumah. Untuk bisa membantu dalam proses kepemilikan rumah ada sebuah cara yang dilakukan dan dipilih oleh banyak orang yaitu dengan melakukan kredit rumah menggunakan sistem pinjaman.

Melakukan kredit rumah memang menjadi pilihan dari banyak orang dan hampir dilakukan oleh setiap orang dan setiap keluarga yang ada di Jakarta atau juga di Indonesia. Dengan kemajuan jaman yang sedang terjadi saat ini membuat setiap kebutuhan hidup masyarakat juga semakin mengalami kenaikan setiap saatnya, untuk itulah melakukan kredit rumah dengan situasi yang sulit seperti ini menjadi salah satu langkah yang tepat yang banyak dipilih oleh banyak orang.

Adanya pinjaman BTN yang bisa Anda manfaatkan dan gunakan di dalam proses kredit rumah impian yang Anda inginkan dan juga Anda butuhkan pastinya akan semakin memberikan Anda kemudahan di dalam melakukan kredit rumah sesuai yang Anda inginkan nantinya. Hal tersebut juga menjadi salah satu perhatian dari pihak BTN untuk bisa memberikan kemudahan bagi para konsumen setiap mereka untuk bisa memiliki rumah sendiri yang akan ditempati bersama dengan keluarga dengan proses yang mudah dan juga cepat. Oleh karena itulah sekarang ini juga sudah semakin banyak orang-orang yang memilih untuk melakukan kredit rumah dengan pinjaman dari BTN.

Meskipun bisa dilakukan dengan mudah dan juga dengan proses yang cepat yang pastinya akan sangat dibutuhkan oleh orang banyak, untuk bisa melakukan pinjaman dan juga kredit rumah dengan BTN, Anda juga harus terlebih dahulu bisa memenuhi setiap persyaratan dan juga aturan yang telah di tetapkan oleh pihak BTN kepada setiap orang yang ingin melakukan pinjaman untuk kredit rumah bersama dengan BTN. Hal tersebut tentu saja sebagai salah satu faktor dan juga salah satu syarat yang harus bisa untuk Anda lengkapi dan penuhi terlebih dahulu sebelum pinjaman kredit rumah Anda mendapatkan persetujuan dari pihak BTN itu sendiri.

Semua persyaratan dan juga aturan yang telah di tetapkan oleh pihak BTN tentu saja merupakan sebuah syarat yang juga sebuah keamanan untuk pihak BTN itu sendiri dan juga bagi mereka para calon costumer dari BTN yang akan melakukan pinjaman untuk melakukan kredit rumah bersama dengan BTN. Pinjaman BTN ini akan sangat memberikan kemudahan bagi banyak orang yang memang sedang mencari solusi tepat untuk memiliki rumah hunian terbaik.

Pinjaman Rumah dari bank BTN

Solusi Pinjaman Bank BTN

Continue reading
Tips Memperoleh Kredit Perumahan Second
Info, kredit pemilikan rumah

Tips Memperoleh Kredit Perumahan Second

Kredit perumahan saat ini adalah salah satu kebutuhan yang banyak diinginkan pasangan baru ataupun karyawan lajang yang ingin mempersiapkan masa depan. Namun demikian, ketidakmampuan untuk membayar kredit rumah baru, terkadang ditindaklanjuti dengan mencoba mengajukan kredit untuk rumah bekas atau second. Jika Anda mengalami permasalahan yang sama, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat ingin mengajukan kredit perumahan second atau bekas:

Cek kondisi rumah

Ketika Anda ingin membeli rumah bekas, pastikan Anda terlebih dahulu mengetahui beberapa hal seperti berikut:

  • Usia bangunan rumah. Akan lebih baik jika Anda tidak membeli rumah yang usianya sudah diatas 20 tahun. Hal ini karena kondisi kontrruksi bangunan yang kemungkinan rentan kerusakan.
  • Latar belakang bangunan. Anda perlu mengetahui apakah rumah tersebut pernah mengalami kebakarann, bekas bangunan kuburan umum, atau latar belakang lainnya untuk menjamin kenyamanan Anda tinggal dalam waktu lama.
  • Fasilitas yang dimiliki rumah. Hal ini mencakup instalasi listrik, kabel telpon dan internet (jika ada), dan garasi yang biasanya akan menjadi pertimbangan utama saat Anda ingin melakukan sedikit renovasi bangunan.
  • Ada atau tidaknya kerusakan bangunan di beberapa sudut ruangan. Anda perlu memeriksa ruang kamar, dapur, maupun ruang tamu, yang umumnya mempengaruhi kalkulasi budget renovasi.

Hal-hal diatas penting dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan akhir untuk kredit rumah second.

Baca Juga : Tips Memilih Kredit Perumahan Murah

Cek tempat atau lokasi

Ketika Anda ingin mengambil kredit khusus untuk perumahan second, lihat juga bagaimana kondisi lokasi terkait dengan aspek-aspek berikut:

  • Lingkungan pergaulan sosial tetangga sekitar,
  • Jangkauan area rumah menuju jalan kecil maupun jalan raya,
  • Resiko terkena bencana alam ataupun musibah tidak terduga seperti tindak perampokan, banjir, kebakaran, dan gempa bumi,
  • Fasilitas yang ada disekitar rumah seperti pasar tradisional, toko kelontong, maupun tempat lain.
  • Aspek keamanan rumah yang akan dibeli akan lebih menjamin kenyamanan Anda dan keluarga tinggal didalam rumah dalam waktu lama.

Kelengkapan dokumen

Ketika Anda ingin meminta bantuan bank dalam mengajukan kredit perumahan second, pastikan rumah yang akan Anda beli memiliki kelengkapan dokumen sesuai dalam perjanjian yang disepakati kedua belah pihak. Kelengkapan tersebut umumnya meliputi bukti salinan sertifikat rumah, fotokopi pembayaran IMB, dan fotokopi pajak PBB. Kelengkapan tersebut umumnya akan dilengkapi dengan persyaratan berupa fotokopi KK, fotokopi KTP, NPWP, dan slip gaji tiga bulan terakhir. Saat Anda menghubungi pihak bank, umumnya akan ada petugas bank yang melakukan survey rumah bekas dalam rangka menentukan nilai taksir kredit perumahan yang bisa dicairkan pihak bank.

Perhitungan uang muka

Setelah mengetahui perhitungan uang yang bisa dicairkan pihak bank, secara tidak langsung Anda perlu menghitung uang muka atau kekurangan uang yang perlu Anda siapkan untuk membeli rumah second. Dalam hal ini setidaknya, Anda perlu memiliki cadangan 40% dana dari harga kesepakatan Anda dengan penjual. Dengan demikian, Anda tidak akan merasa berat menyicil pinjaman di bank yang pastinya hanya akan cair sekitar 70-80% saja. Namun demikian, saat Anda mengajukan kredit perumahan second ke bank, pastikan pula Anda memahami aspek-aspek seperti berikut ini agar Anda tidak kewalahan mengangsur kredit ke bank.

  1. Uang belanja kebutuhan pokok yang harus dikeluarkan selama membayar angsuran harus mencukupi
  2. Uang simpanan sekunder yang digunakan untuk biaya kebutuhan mendadak atau tidak terduga harus tetap ada.
  3. Bunga cicilan bank yang diambil sesuai sistem kredit yang disepakati harus tetap bisa dibayarkan.

Demikianlah informasi singkat terkait kredit perumahan second. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga yang hendak mengajukan kredit perumahan second.

Continue reading
Berita Bank, kredit pemilikan rumah

Mudah Beli Rumah dengan Tapera!

Bagi sebagian orang, membeli sebuah rumah untuk tempat tinggal merupakan sesuatu yang berat. Pada akhirnya, tidak sedikit orang yang lebih memilih untuk menyewa atau mengontrak rumah dibandingkan dengan membelinya. Padahal, jika dihitung-hitung, membeli rumahnya akan berharga lebih murah dibandingkan dengan menyewa atau mengontrak rumah.

tabungan perumahan rakyat

Hal yang dianggap berat pada awalnya tersebut saat ini tidak lagi menjadi persoalan yang patut untuk kita khawatirkan. Menanggapi kondisi masyarakat yang masih asyik menikmati kredit pemilikan rumah (KPR) dengan alasan uang muka yang harus disiapkan sebesar 30% dari harga rumah yang diinginkan, pemerintah tidak diam begitu saja. Pemerintah telah mempersiapkan sebuah program yang disebut dengan tabungan perumahan rakyat (Tapera).

Tapera ini merupakan simpanan yang bersifat periodic dan dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan yang akan kita beli nantinya. Program baru yang dicanangkan oleh pemerintah ini akan dikelola pelaksanaannya oleh Badan Pengelola Tapera. Nah, jika kita masuk ke dalam masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau PNS, maka Tapera merupakan salah satu solusi yang bisa kita dapatkan untuk mewujudkan rumah idaman.

Apakah yang menjadi perbedaan antara Taperan dengan KPR?

Perbedaan antara Tapera dengan KPR terletak pada skema dan penerapan. KPR yang kita punya, mau tidak mau, harus aktif dalam menyurvei developer dan mengajukan aplikasi ke bank. Sedangkan dengan Tapera, kita sudah menabung terlebih dahulu. Tabungan tersebut berasal dari potongan pendapatan. Setelah terkumpul, kita tinggal membuat pengajuan ke Badan Pengelola Tapera.

Apa yang istimewa dari hadirnya Undang-Undang Tapera?

Kemungkinan, Undang-Undang Tapera akan segera hadir dan akan disahkan pada Maret 2016. Serta dapat beroperasi maksimal dua tahun. Angsuran simpanan Tapera sebesar 3% (2,5% dari peserta dan 0,5% dari pemberi kerja). Sedangkan, pekerja mandiri besaran angsuran simpanan sebesar 3% dan itu harus ditanggung sendiri. Perhitungan ini didapatkan dari usulan dalam RUU Tapera. Tapera dibuat untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dan daya beli memiliki rumah bagi MBR. Hal ini merupakan tindak lanjut dari munculnya angka kekurangan rumah (backlog) yang mencapai 13.5 juta unit. Sedangkan, angka kebutuhan rumah per tahun mencapai 800.000 unit.

Bagaimanakah cara kerja dari Tapera?

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Bank Dunia menyatakan hanya 20% penduduk yang tinggal di perkotaan yang mampu menjangkau harga rumah di pasaran. Dan sebanyak 40% rumah tangga di daerah pun tidak mampu menjangkau pembelian rumah dengan harga dasar.

Cara kerja Tapera ini sendiri mengandalkan tabungan sebagai sumber pendanaan. Misalnya, kita adalah seorang pegawai dengan gaji Rp 2 juta per bulan. Maka, pemasukan kita tersebut akan dipotong 2,5 persen atau Rp 50 ribu per bulan dan akan dimasukkan ke dalam tabungan. Setelah terkumpul dari seluruh nasabah, dana itulah yang menjadi modal bagi kita yang ingin membeli rumah. Suku bunga yang dibebankan nantinya hanya berkisar antara 2 – 3 persen per tahun. Hal ini disebabkan oleh sumber keuangan itu sendiri yang berasal dari tabungan. Bila kita hitung lagi, ini akan jauh lebih rendah dibandingkan bunga KPR bank, yaitu kisaran 10 persen per tahun (fixed).

Nah, semakin banyaknya layanan yang diberikan oleh pemerintah untuk memfasilitasi setiap kebutuhan masyarakat. Maka itu, tinggal bagaimana kita memilih dan dengan baik memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut. Beli rumah semakin mudah, kan?

Continue reading
kredit pemilikan rumah

Berkenalan dengan KPR Refinancing

Jika kita mendengar istilah KPR, atau kredit pemilikan rumah, pastilah sudah tidak menjadi sesuatu yang asing di telinga. Sebab, istilah KPR sendiri secara umum sudah menyebar luas di tengah masyarakat. Baik dari mulut ke mulut, berupa selesaikan, ataupun media lainnya. Namun, jika ada istilah KPR Refinancing, apakah kita akan sama tidak asingnya dengan mendengar istilah KPR itu sendiri? Sepertinya, istilah KPR Refinancing masih cukup asing di tengah masyarakat dewasa ini.

image

Lalu, apakah sebetulnya yang disebut dengan KPR Refinancing?

Sejatinya, KPR Refinancing ini sendiri sama halnya dengan KPR pada umumnya, yakni sebagai sebuah solusi untuk membantu kita mengatasi cicilan kepemilikan rumah. Cicilan yang semula terasa mencekik dan sangat menguras keuangan dapat kita atasi dengan bantuan dari KPR Refinancing.

Untuk lebih jelasnya, KPR (kredit pemilikan rumah) Refinancing adalah sejenis pengajuan kredit atau pinjaman rumah selama masa kredit pemilikan rumah. Pengajuan dari KPR Refinancing ini sendiri bisa dilakukan di bank atau lembaga yang sedang menangani kredit pemilikan rumah kita ataupun ke bank atau lembaga lainnya. KPR Refinancing ini dapat kita ajukan bila kita mengalami kesulitan seperti:

– Butuh dana segar dalam jumlah besar
– Kesulitan bayar cicilan
– Tertarik KPR di bank atau lembaga lain karena fasilitas lebih banyak

Jika terjadi masalah-masalah seperti yang disebutkan di atas, maka KPR Refinancing bisa menjadi solusi yang tepat.

Baca juga : Simulasi KPR

Kemudian, bagaimanakah cara kerja KPR Refinancing?

Untuk menjelaskan cara kerja dari KPR Refinancing ini, mari kita sama-sama membuat sebuah ilustrasi. Misalnya, kita telah membeli sebuah rumah dengan harga Rp350 juta dua tahun yang lalu. Namun kini, rumah yang telah kita beli tersebut mengalami kenaikan harga. Oleh karena itu, KPR-nya dapat kita hitung ulang. Nah, berdasarkan perhitungan yang baru, rumah tersebut dipatok dengan banderol harga Rp400 juta. Artinya, terdapat kelebihan sebanyak Rp50 juta, bukan? Dengan demikian, kita bisa mendapatkan keuntungan sebanyak angka tersebut ditambah dapat memenuhi KPR sebelumnya dengan nilai Rp350 juta.

Jadi, apakah keuntungan menggunakan KPR Refinancing?

Untuk masalah keuntungan yang bisa kita dapatkan dari penggunaan KPR Refinancing adalah cicilan pertama yang dimulai dari bulan saat di mana KPR Refinancing tersebut disetujui. Hal tersebut berarti bahwa masa angsuran akan dimulai dari bulan pertama lagi. Selain itu, jumlah angsuran dan bunga dari KPR Refinancing ini berbeda dengan jumlah angsuran dan bunga pada KPR sebelumnya. Yang pasti, bunga yang lebih rendah akan menjadi pilihan dan incaran kita, bukan? Maka. Itulah KPR Refinancing bisa menjadi solusi yang baik untuk kita.

Secara singkat, keuntungan dari penggunaan KPR Refinancing adalah sebagai berikut:

– Selisih harga rumah dari KPR sebelumnya dengan KPR sekarang Rp 400 juta – Rp 350 juta= Rp 50 juta.
– Bunga angsuran yang lebih kecil dari KPR sebelumnya
– Cicilan lebih kecil per bulan dengan masa angsuran lebih panjang

Walaupun adanya KPR Refinancing ini menawarkan keuntungan yang berlebih kepada kita, tapi akan jauh lebih baik jika kita menggunakannya hanya dalam kondisi yang mendesak saja seperti yang telah disebutkan di awal tadi. Bukan untuk sekadar memenuhi kebutuhan komsumtif berjalan-jalan ataupun berbelanja furnitue yang tidak terlalu dibutuhkan dalam waktu dekat.

Sebagai saran, jika kita ingin menggunakan KPR Refinancing dan menyerap keuntungannya secara maksimal, kita bisa menggunakan dana tersebut untuk hal-hal yang produktif. Misalnya saja untuk membuat modal usaha. Namun, sebelum kita memutuskan untuk mengambil KPR Refinancing ini, kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

– Perbaiki kondisi rumah agar harga menjadi tinggi saat dinilai pihak bank.
Bandingkan penawaran KPR refinancing satu bank dengan bank lain.
– Hitung biaya yang dikeluarkan untuk proses refinancing, biasanya 0,5-3% dari nilai kredit.
– Apa ada penalti dalam perjanjian KPR sebelumnya bila anda melakukan refinancing.

Nah, jika semua point poin tadi sudah kita perhatikan dengan seksama dan ternyata hasilnya menguntungkan, maka kita dapat memutuskan untuk menggunakan layanan KPR Refinancing dan bisa mendapatkan keuntungannya dengan maksimal. Bagaimana? Tertarik mencoba?

Continue reading
kredit pemilikan rumah

Beli Rumah Baru dengan BPJS Saja!

Dalam urusan jual-beli rumah, mungkin kita sudah sangat tidak asing lagi ketika mendengar istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun pada kenyataannya, minat masyarakat untuk menggunakan produk ini masih sangatlah minim. Hal yang menjadi permasalahan utama dari kecilnya minat masyarakat tersebut adalah uang muka kredit pemilikan rumah yang besarnya mencapai 30% dari harga keseluruhan yang harus dibayarkan.

cicilan rumah dengan bpjs ketenagakerjaan

Untungnya, kini pemerintah menyediakan program BPJS Ketenagakerjaan untuk masyarakat. Dengan adanya program ini, kita dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan pinjaman uang muka. Untuk mendapatkan keuntungan yang ditawarkan tersebut, tentunya kita harus memenuhi beberapa prasyarat yang telah ditetapkan. Karena layanan BPJS Ketenagakerjaan ini ditujukan bagi para pekerja, maka kesempatan kita untuk menikmati rumah yang layak dan sudah diimpikan pun dapat terbuka dengan lebar. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipenuhi agar dapat menikmati layanan ini, yaitu:

 

  • Sudah mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS.

Untuk menikmati layanan dari suatu produk, tentu saja kita harus mengikuti produk tersebut terlebih dahulu. Termasuk juga dengan layanan ini. Layanan yang disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini baru dapat kita nikmati setelah kita terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan dengan minimal lama keanggotaan satu tahun.

 

  • Besaran pinjaman yang diberikan.

Meskipun diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan rendah, para karyawan dengan gaji yang tinggi pun dapat menikmati layanan ini, lho. Namun, ada perbedaan tentunya. Perbedaan ini terkait dengan jumlah bantuan yang akan disesuaikan dengan besaran gaji yang biasa kita terima pada tiap bulannya. Misalnya, karyawan bergaji Rp 5 juta mendapat pinjaman Rp 20 juta. Karyawan bergaji Rp 5 – 10 juta dapat Rp 30 juta. Bahkan, karyawan bergaji di atas Rp 10 juta memperoleh pinjaman uang muka Rp 50 juta.

  • Bunga cicilan yang wajib dibayarkan.

Untuk persoalannya bunga yang harus kita bayarkan setelah mendapat pinjaman dari BPJS Ketenagakerjaan ini ternyata tidak perlu terlalu menjadi beban. Mengapa? Kita tidak perlu khawatir dan dapat bernapas dengan cukup tenang dengan bunga cicilan dari pinjaman tersebut karena bunga pinjaman layanan dari pemerintah ini jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan bunga pinjaman dari bank swasta. Terbilang 6% dari jumlah pinjaman, cukup ringan dan menggiurkan bukan?

  • Syarat pengajuan yang harus dilakukan.

Pertama-tama, sebagai layanan dari BPJS Ketenagakerjaan, tentunya kita harus memastikan diri sebagai karyawan sebuah perusahaan. Sebab, kita harus mengajukan pinjaman melalui perusahaan terkait sebagai pihak yang merekomendasi. Selain itu, kita pun wajib menyertakan pernyataan bahwa perusahaan tempat kita bekerja tersebut mengakui bahwa kita belum memiliki rumah tinggal sendiri. Selanjutnya, pengajuan tersebut akan diproses dan diajukan ke pihak bank. Kemudian, dari pihak bank inilah yang akan membiayai KPR perumahan. Terkadang, di sinilah banyak orang mengalami masalah. Sebab, tidak semua pengajuan bisa langsung disetujui oleh pihak bank. Jika bank tidak menyetujui pengajuan tersebut, maka bantuan dinyatakan batal. Namun tenang, kita dapat mengajukan permohonan kembali walaupun telah ditolak.

  • Dilarang menjual rumah selama periode cicilan.

Selama periode cicilan, kita dilarang keras untuk menjual rumah yang kita cicil dengan pinjaman tersebut. Periode cicilan berkisar antara lima sampai dengan lima belas tahun. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan yang dikeluarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan mengeni peraturan holding period. Nah, di dalam peraturan tersebut terdapat wacana tentang rentang masa huni minimal dengan tujuan untuk menghindari spekulan. Selain itu, bila kita sudah melewati masa holding period, kita juga tidak dapat menjual rumah kepada pihak ketiga secara langsung. Kita harus terlebih dahulu menghubungi pihak BPJS Ketenagakerjaan brulah pengalihan ha katas rumah dapat diajukan.

  • Periode masa cicilan.

Periode masa cicilan yang bisa kita dapatkan berkisar antara lima sampai dengan lima belas tahun. Jika aplikasi permohonan kita sudah disetujui oleh semua pihak, maka proses cicilan tersebut sudah dapat dilakukan dengan lancar. Kita hanya perlu menaati dan mematuhi segala peraturan yang berlaku dari semua pihak pendukung.

Demikianlah beberapa hal yang harus kita penuhi untuk dapat menikmati layanan pembelian rumah melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang disediakan oleh pemerintah ini. Jadi, sudah siap menjalani tahun yang baru dengan rumah baru pula?

Continue reading
kredit pemilikan rumah

Tahun Baru, Rumah Baru? Pilih Jenis KPR Yang Tepat!

Biasanya, dalam momen-momen yang baru, pasti banyak orang yang berlomba-lomba pula untuk memperbarui segala hal yang dimiliki. Misalnya, tahun ajaran baru sekolah, kita mengajak anak-anak untuk membeli perlengkapan sekolah yang baru agar sang anak lebih semangat dalam menimba ilmu. Begitu pun dengan yang terjadi pada momen ini, tahun baru. Selain memperbarui semangat dan harapan untuk masa yang akan datang, tak jarang pula pembaruan properti menjadi pilihan untuk menyambut itu semua. Tahun baru, rumah baru!

kpr baru

Untuk mewujudkannya dengan segera, biasanya KPR atau Kredit Pemilikan Rumah akan menjadi pilihannya. Sebagai produk pembiayaan kredit dari bank atau perusahaan pembiayaan yang berasal dari lembaga sekunder untuk keperluan pembelian tempat tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dijual oleh pengembang atau non-pengembang dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga properti, KPR dapat menyempurnakan impian tahun baru yang kita punya. KPR ini akan sangat membantu dalam meringankan beban biaya kita dalam usaha kepemilikan rumah ataupun properti lainnya.

Mengapa bisa?

Jelas saja karena dengan fasilitas kredit yang diberikan ini, kita dapat membayarnya dengan sistem cicilan. Uang muka yang harus kita sediakan hanya berkisar antara 20-30% dari harga seutuhnya yang kita bayarkan ke bank atau lembaga penjamin, setelah itu kita dapat menjalankan kredit rumah dengan mengangsur sisanya. Tentunya, dengan bunga yang akan dibebankan kepada kita sebagai pengangsur, ya. Ketika pengajuan kredit disetujui, bank atau lembaga tersebut akan memegang hak milik properti sampai pelunasan kredit dilakukan.

Di Indonesia sendiri, ada tiga jenis kredit pemilikan rumah yang berlaku, yaitu:

KPR Subsidi

  • KPR jenis ini diatur oleh pemerintah (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dalam skema yang disebut dengan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan).
  • Kredit pemilikan rumah ini ditujukan kepada masyarakat dengan penghasilan yang rendah yang belum memiliki rumah hunian.
  • Rumah yang dibiayai oleh jenis kredit pemilikan rumah ini maksimal adalah rumah dengan tipe 36.
  • Rumah subsidi ini tidak boleh dijual setidaknya dalam kurun waktu lima tahun pertama.
  • Suku bunga flat 7,25% sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit.
  • Tenor atau masa cicilan untuk kredit pemilikan rumah ini maksimal dua puluh tahun.
  • Kredit pemilikan rumah ini bebas dari pajak pertambahan nilai (PPN).

KPR Non-Subsidi (Komersial)

  • Kredit pemilikan rumah jenis ini boleh diperuntukkan bagi semua golongan masyarakat.
  • Syarat dan ketentuan untuk pengajuan kredit pemilikan rumah jenis ini ditetapkan oleh bank atau lembaga pemberi kredit.
  • Suku Bungan disesuaikan dengan naik turunnya BI Rate atau kebijakan bank atau lembaga.
  • Dikenalkan oleh sistem value of money, sehingga jika kita terlambat atau menunggak dalam proses pembayaran maka akan dikenakan sanksi berupa denda.
  • Tenor atau masa cicilan berkisar antara 5-25 tahun.
  • Jenis properti yang bisa diajukan dengan kredit jenis ini adalah rumah, ruko, rukan, dan apartemen.

KPR Syariah

  • Kredit pemilikan rumah jenis ini menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli).
  • Nilai lebih dari kredit pemilikan rumah jenis ini adalah tidak mengenal sistem bunga.
  • Cicilan yang harus kita bayarkan setiap bulannya dalam kredit jenis ini adalah flat selama masa tenor berlangsung.
  • Kredit ini tidak mengenal sistem value of money, berbeda dengan jenis KPR pada poin sebelumnya, sehingga jika kita terlambat atau menunggak pembayaran maka kita tidak akan dikenakan denda.
  • Tenor atau masa cicilan berkisar antara 5-15 tahun.
  • Properti yang bisa diajukan dengan jenis kredit ini adalah rumah, ruko, rukan, dan apartemen.

Nah, itulah dia jenis-jenis kredit pemilikan rumah yang berlaku di Indonesia. Mungkin, memang, tak banyak perbedaan yang mencolok dari ketiga jenis kredit pemilikan rumah yang telah dipaparkan di atas. Namun jika kita menilik lebih dalam dan lebih lanjut ketiganya, maka kita akan menemukan perbedaan yang cukup kentara. Kemudian, kita tinggal menyesuaikan mana yang sekiranya tepat untuk kita sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita sebagai calon pengaju kredit pemilikan rumah tersebut.

Tahun baru dengan suasana tempat tinggal yang baru akan menjadi dambaan tiap keluarga, bukan? Mari pilih yang terbaik dan yang paling tepat untuk keluarga tanpa harus membebankan kehidupan di depan.

Continue reading
kredit pemilikan rumah

Mengenal KPR Syariah dan Keunggulannya

Bagaimana kemunculan masyarakat kelas menengah muslim di Indonesia?

Keberadaan masyarakat kelas atas dan kelas bawah memberi jeda yang sangat besar di masyarakat pada awalnya. Oleh sebab itu, sebagian kelompok masyarakat memiliki keinginan untuk masuk dalam kelas atas, tetapi belum mampu menjangkaunya. Sementara, kelompok tersebut tidak ingin dikatakan masuk dalam kelas bawah. Maka itu, tersebentuklah apa yang kita kenal sekarang sebagai masyarakat kelas menengah.

Continue reading
Cara Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah
kredit pemilikan rumah

Cara Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah

Mengajukan kredit pemilikan rumah atau KPR bisa memakan waktu yang cukup lama karena proses yang cukup rumit. Meski begitu, KPR merupakan solusi yang tepat bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian sendiri meski dengan pendapatan yang pas-pasan. Dengan mengajukan KPR ke bank misalnya, Anda bisa tinggal di rumah sendiri dengan membayar cicilan kepada bank dengan ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati sebelumnya. Namun tidak semua bank akan menyetujui pengajuan KPR karena tentu saja bank tidak ingin terjadi kredit macet. Berikut adalah cara mengajukan kredit pemilikan rumah agar Anda tahu prosesnya dan bisa melakukan persiapan.

Siapkan biaya

Siapkan biaya

Siapkan biaya (sumber gambar: huffingtonpost.com)

Ada beberapa produk KPR yang bisa Anda pilih, salah satunya dalah KPR dengan uang muka atau DP (Down Payment) dan tanpa uang muka. Besaran uang muka yang musti Anda bayarkan kepada developer atau perantara tergantung dari kebijakan developer atau dari bank, namun umumnya besaran uang muka sekitar 30% dari nilai rumah. Biaya lain yang musti Anda siapkan selain uang muka adalah biaya tanda jadi untuk bukti pemesanan rumah kepada developer, biaya provisi, dan juga biaya asuransi.

Persyaratan yang lengkap

Cara yang kedua adalah melengkapi persyaratan dokumen. Masing-masing bank bisa memiliki ketentuan dokumen yang berbeda, namun pada dasarnya persyaratan dokumen secara umum untuk mengajukan KPR adalah sebagai berikut:

  1. KTP yang masih berlaku
  2. Kartu keluarga
  3. Buku nikah
  4. NPWP
  5. Slip gaji atau laporan keuangan apabila Anda seorang wiraswasta
  6. Surat keterangan bekerja bagi Anda yang karyawan
  7. Rekening buku tabungan selama 3 bulan terakhir.

Jika Anda tidak mengikuti program KPR dari bank dan mengajukan rumah sesuai dengan minat Anda sendiri, berikut adalah syarat dokumen yang harus dipenuhi:

  1. Fotokopi sertifikat tanah
  2. Sertifikat IMB
  3. Fotokopi surat tanda jadi dari developer atau pemilik rumah yang menyatakan persetujuan untuk menjual rumah tersebut.

Baca juga : Detail Lengkap persyaratan Kredit tanah

Proses appraisal

Proses appraisal

Proses appraisal (sumber gambar: blog.quizzle.com)

Menaksir berapa nilai rumah yang akan di-KPR-kan adalah proses selanjutnya yang dilakukan oleh pihak bank. Apabila bank sudah bekerja sama dengan developer dari rumah yang Anda inginkan maka proses ini bisa dilewati dan tidak menambah biaya lagi. Tetapi apabila Anda ingin membeli rumah bekas atau dari developer yang belum bekerja sama dengan bank maka pihak bank akan mengirim orang untuk melakukan appraisal terhadap rumah tersebut. Biaya penggunaan jasa appraisal ini ditanggung oleh debitur, kecuali Anda mengajukan KPR ke bank syariah yang proses appraisal-nya tidak dipungut biaya.

Persetujuan kredit

Apabila bank setuju dan mengabulkan ajuan KPR Anda, maka proses selanjutnya adalah bank akan mengeluarkan Surat Persetujuan Kredit atau SPK. Dalam surat tersebut akan tercantum nama notaris yang ditunjuk bank untuk mengurus persyaratan misalnya Perjanjian Kredit, Akta Jual Beli, biaya balik nama, pajak, dan masih banyak lainnya. Biaya jasa notaris ini Anda sepakati sendiri dengan notaris yang ditunjuk karena bank tidak menetapkan biaya ini.

Tanda tangan akad kredit

Tanda tangan akad kredit

Tanda tangan akad kredit (sumber gambar: blog.duitpintar.com)

Puncak dari prosesnya adalah tanda tangan akad kredit dan penyerahan surat-surat dokumen asli atas kepemilikan tanah dan bangunan. Semua pihak yang hadir dalam proses penandatangan ini tidak boleh diwakilkan dan harus menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku.  Pada proses ini setelah semua dokumen diserahkan kepada notaris untuk diperiksa kemudian bank akan mentransfer uang pembelian rumah kepada developer atau pemilik rumah. Dokumen rumah yang sudah sah akan disimpan oleh bank sebagai jaminan kredit.

Continue reading