BPJS tanpa kartu keluarga

Jika sekarang ini Anda memiliki BPJS Kesehatan dan ingin menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat, apakah Anda sudah mengetahui prosedur rujukan untuk BPJS Kesehatan ini? harus diketahui mengenai sistem rujukan yang berada di BPJS Kesehatan adalah proses wajib yang harus diikuti oleh seluruh peserta BPJS Kesehatan sehingga suka atau tidak suka anda harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. biasanya, ada beberapa orang yang kebingungan menggunakan BPJS tanpa kartu keluargaBila Anda sudah terbiasa mempergunakan asuransi, sistem rujukan dalam BPJS Kesehatan akan terasa sedikit asing.

Di dalam memberi pelayanan kesehatan pada pesertanya, BPJS Kesehatan memiliki sistem yakni sistem rujukan. Di dalam sistem ini sudah terangkum ketentuan dan syarat mengenai peserta BPJS Kesehatan yang ingin memperoleh layanan kesehatan. untuk sebagian orang yang belum mengenal sistem ini, pasti akan merasa sedikit merepotkan serta membuat banyak orang kesulitan. Agar Anda dapat memanfaatkan BPJS Kesehatan dengan baik, Anda harus mengetahui seperti apa sistem dan prosedur rujukan yang dimiliki BPJS Kesehatan.

Penjelasan BPJS Tanpa Kartu Keluarga

Terdapat tingkatan rujukan dalam BPJS tanpa kartu keluarga atau pun yang menggunakan kartu keluarga. Bila sakit, fasilitas kesehatan mana saja boleh Anda datangi mulai dari puskesmas hingga rumah sakit besar. Selain itu di dalam asuransi kesehatan tidak ada rujukan, tetapi saat menggunakan BPJS Kesehatan Anda bukan berarti bebas untuk melakukan pemilihan fasilitas kesehatan. untuk fasilitas kesehatan di tingkat pertama, tempat pelayanan ini seperti klinik, puskesmas, hingga dokter umum, sedangkan untuk tingkat kedua adalah dokter spesialis, dan terakhir FKRTL, tempat pelayanan ini merupakan tingkat lanjutan jika Fakes II tidak dapat melayani seperti rumah sakit khusus atau rumah sakit umum.

Mungkin Anda bingung, mengapa harus terdapat pembagian Fakes? Adanya pembagian Fakes ini mempunyai tujuan agar pelayanan kesehatan bisa dilakukan dengan cara berjenjang. Di dalam prakteknya, pelayanan Fakes II hanya diberi atas dasar rujukan yang diberi oleh Fakes I. begitu pun untuk FKRTL baru diberikan atas rujukan Fakes II. Diberikannya rujukan untuk peserta BPJS Kesehatan dari pelayanan kesehatan level rendah ke level yang lebih tinggi didasari atas perujuk tidak bisa menangani pasien karena keterbatasan peralatan, fasilitas hingga pasien harus memperoleh penanganan dari spesialis.

Fakes I merupakan gerbang awal yang dimiliki oleh peserta BPJS Kesehatan untuk memperoleh layanan kesehatan. pasien dari BPJS Kesehatan wajib datang di Fakes I terlebih dulu, bila mengalami masalah kesehatan serta ingin memperoleh penanganan. Jika sesudah dilakukan pengecekan dirasa perlu dirujuk, akan dibuatkan surat rujukan di dokter spesialis. Di dalam sistem BPJS Kesehatan, peserta dapat memilih Fakes I untuk tempat yang akan memberi layanan kesehatan pertama kali. Lebih-lebih bila peserta melakukan pendaftaran dengan cara online. Penting diingat, peserta BPJS hanya dapat berobat di Fakes I yang sudah dipilih sebelumnya.

Bagaimana dengan BPJS tanpa kartu keluarga yang pasiennya berada dalam kondisi darurat? Peserta dapat langsung memperoleh pelayanan Fakes I maupun lanjutan yang sudah bekerja sama atau pun yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pasien juga akan memperoleh penanganan tingkat lanjut tanpa adanya surat rujukan. Peserta yang memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus dirujuk di fasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, jika kondisi pasien sudah memungkinkan dipindahkan.