Rutin ke Café dan Tetap Hemat? Bisa, Kok!

Sebagian masyarakat yang tinggal di kota-kota besar menganggap bahwa kegiatan seperti berbelanja ataupun pergi ke café merupakan salah satu bagian dari gaya hidup yang harus tetap dipertahankan. Namun, kita semua pasti akan berpikir bahwa kegiatan semacam itu membutuhkan banyak biaya dan bisa jadi menguras uang simpanan yang kita miliki. Tapi sesungguhnya, tidak melulu kegiatan serupa akan menimbulkan keborosan. Kegiatan belanja tanpa perencanaan yang tapat memang dapat membuat kita mengeluarkan dana berlebih. Namun jika kita merencanakannya dengan baik dan benar, maka hal tersebut tidak akan terjadi. Jadi, inti dari pengeluaran ini ada di perencanaan.

rutin ke cafe dan tetap hemat

Sama halnya dengan berbelanja, pergi ke café pun sesungguhnya memerlukan perencanaan yang baik agar terhindar dari pemborosan. Jika kita ingin pergi ke café pada tiap akhir pekan atau bahkan setiap hari, tentu saja bisa. Kita hanya perlu melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Sisihkan uang khusus untuk pergi ke café

Ketika kita menerima gaji atau mendapat uang berlebih, kita dapat menyisikan uang terlebih dahulu yang khusus diperuntukkan untuk kegiatan ini. Misalkan kita memiliki gaji atau pemasukan sebesar empat juta rupiah, kitra dapat mengalokasikan enam puluh persen untuk ditabung, tiga puluh persen untuk kebutuhan pokok, dan sepuluh persen sisanya untuk khusus mempertahankan gaya hidup dengan kegiatan ini.itu artinya, kita dapat pergi ke café sebanyak satu minggu sekali dengan catatan pengeluaran yang dilakukan maksimal hanya seratus ribu rupiah.

  • Siapkan bekal untuk penghematan

Mungkin dengan begini kita akan menjadi buah bibir teman-teman yang akan pergi dengan kita saat itu, tapi bukan mengapa. Kita tak harus membawa bekal lengkap dari rumah seperti nasi atau bento dari rumah, kita cukup membawa air minum atau makanan ringan untuk menemani kita duduk bersantai di café bersama dengan teman-teman kita. Toh yang penting dari kegiatan tersebut adalah berkumpul dengan teman-teman kit. Dan hal tersebut bisa sangat diatasi agar kantong kita tidak bolong setelahnya.

  • Lebih baik makan dulu sebelum pergi ke café

Jika kita merasa terlalu repot untuk membawa bekal saat bepergian, mungkin salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi masalah pemborosan ini adalah dengan lebih dulu mengisi perut sebelum pergi keluar rumah. Jika perut kita telah terisi penuh, maka makanan seenak apa pun yang ada di café nanti tidak akan mampu menggoda gairah kita untuk membeli dan memakannya. Jadi, penghematan biaya tetap bisa dilakukan dengan baik.

  • Berinisiatif untuk mengajak terlebih dahulu

Hal penting lainnya yang harus kita perhatikan agar dapat tetap hidup hemat sekaligus mempertahankan gaya hidup dengan mampir rutin ke café adalah dengan rajin melakukan riset tentang café-café dengan harga murah ataupun yang sedang mengadakan diskon. Setelah mendapatkannya, kita harus berinisiatif untuk mengajak teman-teman terlebih dahulu untuk mengarahkan mereka ke tempat yang sudah kita teliti harganya. Dengan begitu, pengeluaran akan sesuai dengan budget yang telah kita siapkan.

  • Perluas jaringan perkenalan

Ini bisa menjadi strategi lanjutan dari poin sebelumnya. Bila kita telah mengetahui dengan jelas tempat yang tepat dan sesuai dengan keadaan keuangan kita tersebut, sebaiknya kita jangan merasa sungkan untuk berkenalan dan melakukan sedikit pendekatan pada staff tempat tersebut. Apalagi jika kita bisa kenal dan akrab dengan orang yang cukup memiliki jabatan di tempat tersebut, maka bisa jadi kita akan mendapat diskon khusus tiap kali datang ke tempat tersebut. Karena biasanya, orang-orang yang berpengaruh di tempat seperti itu tidak menginginkan pelanggan tetap pergi dan mencari tenpat lain sebagai penggantinya.

Nah, setelah membaca poin-poin di atas, kita dapat menyadari bahwa pergi ke café secara rutin untuk menjaga kualitas gaya hidup ternyata tidak selamanya boros, kan? Hanya saja, kita harus tetap menjadi orang yang teliti dan bertanggung jawab atas kondisi keuangan kita nantinya. Jangan hanya sekadar mengikuti gaya hidup lalu terlarut hingga lupa bahwa kondisi keuangan kita sedang lumpuh atau carut-marut. Menjaga interaksi dan hubungan dengan orang lain melalui cara bergaul ini memang penting dan dapat dilakukan dengan mudah dan murah, tinggal bagaimana kita bijak mengatur pengeluarannya saja.