Tips Mendesain dan Menata Rumah Minimalis 2 Lantai

Bagi pasangan yang baru saja berumah tangga atau memiliki anak, tentu memiliki keinginan untuk memiliki hunian sendiri seperti rumah. Namun kendalanya adalah harga tanah di daerah perkotaan cenderung mahal. Sehingga banyak orang yang lebih memilih membangun rumah dan tinggal di daerah suburban atau pedesaan. Jika jarak tempuh rumah menuju tempat kerja masih bisa ditolerir mungkin tidak masalah. Namun jika tidak mau tak mau harus tetap memiliki rumah di perkotaan yang notabene tak jauh dari kantor. Salah satu solusi dalam membangun rumah di tengah mahalnya harga jual tanah adalah rumah minimalis 2 lantai.

Di era modern seperti sekarang ini, masyarakat cenderung menyukai segala sesuatu yang minimalis, praktis namun fungsional. Oleh karena itu, tak jarang menemukan hunian minimalis baik 1 atau 2 lantai atau lebih. Selain karena keterbatasan lahan, orang-orang cenderung menyukai rumah minimalis karena lebih mudah perawatannya, lebih mudah dibersihkan. Rumah minimalis bukan berarti rumah yang sempit, dengan desain dan penataan yang baik, rumah minimalis dengan 2 lantai bisa menjadi hunian yang sangat nyaman dan menyenangkan:

  1. Menyewa jasa arsitek.

Sebelum Anda memutuskan untuk membangun rumah minimalis, ada baiknya meminta bantuan arsitek untuk mendesain dan merancang rumah impian Anda. Sebab perlu keahlian khusus untuk memanfaatkan lahan sempit yang ada sehingga pembagian atau pembuatan ruangan di dalam rumah dapat menjadi maksimal. Arsitek tentu lebih memahami bagaimana memaksimalkan lahan yang ada menjadi lebih fungsional, termasuk juga untuk taman, carport atau halaman belakang.

  1. Desain interior.

Untuk rumah minimalis 2 lantai, perlu tips khusus untuk mendesain bagian dalam agar nampak lebih lega. Hindari penempatan sekat-sekat pemisah antar ruangan dan maksimalkan pencahayaan ruangan dengan memasang jendela berbingkai besar dan gorden yang berwarna cerah. Begitu juga dengan warna cat tembok, pilih warna-warna yang cerah seperti krem atau putih dan kusen yang berwarna gelap untuk memberikan keseimbangan warna. Namun jika Anda ingin memakai warna-warna yang sedikit playful seperti kuning, biru, merah atau ungu, sebaiknya warna kusen dan furniture dibuat cerah. Hindari penempatan ornamen atau hiasan dinding yang berlebihan pada dinding.

  1. Keramik dan plafon.

Pilihlah keramik yang berukuran lebar dan juga berwarna cerah, yaitu 60×60 cm untuk memberikan kesan lapang pada ruangan Anda. Anda juga bisa menggunakan lantai kayu sebagai pengganti keramik lalu lapisi dengan karpet lantai yang berwarna mild seperti coklat muda atau krem. Jarak antara plafon dengan lantai sebaiknya juga dibuat lebih tinggi, minimal 3 meter, untuk menjaga agar ruangan tidak terasa pengap atau sumpek dan sirkulasi udara bisa menjadi lancar.

  1. Ruangan dan perabotan serbaguna.

Agar memaksimalkan penempatan ruangan pada rumah minimalis 2 lantai, jadikanlah ruangan di rumah Anda menjadi serbaguna, misalkan ruang keluarga yang jadi satu dengan ruang tamu. Selain itu Anda juga bisa menjadikan ruang makan menjadi satu dengan dapur agar memudahkan penyajian masakan saat akan makan bersama. Manfaatkan juga ruang tidur Anda sebagai ruang baca sekaligus ruang santai. Balkon lantai 2 juga bisa menjadi tempat yang asyik untuk mengobrol. Gunakan juga perabotan yang lebih serbaguna, tempatkan lemari buffet besar serbaguna di antara ruang keluarga dan ruangan makan sebagai pemisah ruangan, atau bisa juga diganti dengan dinding kaca.