Pinjaman Modal Usaha dan KUR BRI

Butuh modal untuk usaha? Bagaimana kalo mencoba mengajukan kredit pada bank BRI. Bank BRI memiliki dua bentuk permodalan usaha, yaitu kredit Modal Kerja yang termasuk dalam layanan pinjaman ritel, dan kredit usaha rakyat.

Pembiayaan Modal Kerja bank BRI dapat digunakan untuk membiayai operasional usaha; mulai dari penyediaan bahan baku hingga operasional pasca produksi. Untuk itulah plafon yang diberikan untuk kredit Modal Kerja ini cukup besar, yaitu mulai dari Rp100 juta hingga Rp40 miliar; dengan pilihan tenor mulai dari 1-3 tahun. Namun, Anda tidak perlu kawatir, karena jangka waktu ini dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

Anda dapat mengajukan kredit ini dalam bentuk valas maupun rupiah. Selain untuk modal usaha, pinjaman juga dapat diajukan untuk  pembiayaan ulang kredit Anda selama persyaratan yang diperlukan dapat anda penuhi.

Untuk mendapatkan kredit modal kerja dari bank BRI, usaha Anda memiliki legalitas terlebih dahulu yang dibuktikkan dengan adanya nomor wajib pajak (NPWP), SIUP, dan SITU/TDP atau surat keterangan usaha. Sementara bila usaha merupakan sebuah badan usaha, maka Anda juga perlu melampirkan Akta Pendirian Usaha dan perubahannya.

Bentuk kredit yang kedua adalah Kredit Usaha Rakyat. Kredit Usaha Rakyat dari bank BRI terdiri dari beberapa macam yang masing-masing kredit memiliki persyaratan, agunan, serta plafon kredit yang berbeda-beda.

KUR Mikro adalah kredit modal kerja atau investasi yang diberikan kepada perusahaan perorangan dengan lama usaha minimal 6 bulan. Agunan yang perlu Anda sediakan hanyalah agunan pokok yang jenis dan besarnya ditentukan oleh bank proyek.

Bank BRI memiliki pelbagai layanan pinjaman modal usaha. Anda dapat memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Bentuk kredit individu yang kedua adalah kredit Ritel dengan plafon usaha mulai dari RP20 juta hingga Rp500 juta. Jenis kredit ini juga bisa diajukan oleh usah dalam bentuk kelompok atau badan usaha lain yang telah memiliki surat pengukuhan secara hukum. Suku bunga untuk Kredit Ritel adalah 14% dengan jangka waktu yang dapat disesuaikan sesuai dengan jenis kredit dan badan usaha yang mengajukan (usaha individu atau kelompok).

Ada pula kredit yang ditujukan untuk lembaga usaha berbadan hukum dan tidak sedang menikmati kredit dari pemerintah. Lembaga yang termasuk dalam kelompok ini adalah koperasi, KSP/ USP, Koperasi Sekunder, BPR/ BPRS, lembaga keuangan non bank, serta kelompok usaha dan LKM. Kredit yang diberikan disebut dengan KUR Linkage Program. Dan untuk mendapatkannya badan usaha tersebut harus memiliki AD/ ART yang jelas, legalitas usaha serta pengurus yang aktif.

Dengan mengacu pada persyaratan diatas, tentulah kini Anda dapat memutuskan jenis usaha manakah yang sesuai untuk usaha Anda.