Pentingnya Industri Padat Karya

Industri padat karya di Indonesia saat ini sedang mengalami kemunduran karena tergeser dengan industri padat modal yang lebih diminati oleh para investor. Padahal industri padat karya juga sama dibutuhkannya dengan padat modal terutama untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Industri padat karya adalah industri yang menggunakan sumber daya manusia secara massal dan lebih banyak ketimbang menggunakan mesin. Beberapa pekerjaan atau usaha yang merupakan industri padat karya antara lain adalah pengerjaan proyek konstruksi, pabrik-pabrik produksi, dan juga industri-industri lainnya yang lebih banyak menyerap tenaga kerja dibandingkan hanya berinvestasi dalam bentuk modal saja. Lalu, apa arti penting industri padat karya di Indonesia dan bagaimana upaya pemerintah untuk meningkatkan industri padat karya? Berikut adalah ulasannya:

Industri Padat Karya

Industri Padat Karya (sumber gambar: kemenperin.go.id)

Menyerap tenaga kerja berpendidikan rendah

Angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi di mana hampir dari setengah pengangguran di Indonesia hanya memiliki pendidikan sekolah dasar atau SD. Oleh karena itu industri padat karya sangat dibutuhkan karena industri padat modal hanya menyerap tenaga kerja yang terbatas dan umumnya mematok pendidikan minimal yang tinggi. Beberapa industri padat karya di Indonesia yang diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dengan pendidikan yang rendah adalah di sektor elektronik, tekstil, minuman dan makanan. Sedangkan untuk sektor teknologi seperti otomotif tidak menjadi fokus pemerintah untuk dikembangkan karena tenaga yang terserap harus memiliki keahlian khusus sehingga lebih sedikit jumlahnya.

Menarik investor langsung di Indonesia

Industri padat karya yang dikembangkan juga akan menarik para investor asing untuk berinvestasi secara langsung di Indonesia. Investasi langsung ini disebut dengan Foreign Direct Investment (FDI) di mana investasi ditunjukkan dengan pembukaan cabang atau pabrik dari perusahaan asing di Indonesia sehingga tenaga kerja di Indonesia bisa terserap dan mengurangi angka pengangguran.  Dengan banyaknya FDI yang masuk ke Indonesia tentu akan meningkatkan nilai ekspor produk dari Indonesia ke luar negeri dan bisa menaikkan GDP negara. Dengan GDP yang naik, pertumbuhan ekonomi negara juga naik sehingga secara langsung dan tidak langsung akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan industri padat karya

Karena punya peran yang penting, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan dan memperbanyak industri padat karya. Beberapa kebijakan yang sudah dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah:

  1. Industri atau pabrik yang bisa menyerap banyak tenaga kerja akan diberikan keringanan pengurangan jumlah pajak penghasilan bruto yang didapat dari penjualan produk.
  2. Industri dan pabrik yang berhasil menyerap tenaga kerja massal akan mendapatkan dispensasi untuk membayarkan upah buruh di bawah ketentuan upah minimum daerah/provinsi.

Tarif dasar listrik atau TDL yang akan diturunkan bagi industri

Kriteria perusahaan yang termasuk dalam industri padat karya adalah apabila perusahaan tersebut bisa menyerap sedikitnya 200 orang tenaga kerja lokal. Kriteria lainnya adalah dilihat dari biaya tenaga kerja yang sedikitnya sebesar 15% dari jumlah biaya produksi industri. Permasalahan industri padat karya di Indonesia saat ini adalah dilema yang terjadi karena perbedaan kepentingan buruh atau tenaga kerja dengan perusahaan yang bisa menimbulkan konflik. Tenaga kerja banyak melakukan demo dan sweeping demi menuntut kenaikan upah kerja, sementara perusahaan keberatan untuk menaikkan upah karena akan menaikkan biaya produksi dan lebih memilih untuk meninggalkan Indonesia dan berinvestasi di negara lain yang suasanya lebih kondusif.

Demikianlah uraian singkat seputar industri padat karya di Indonesia. Industri padat karya sangat dibutuhkan saat ini mengingat tingginya jumlah angka pengangguran di Indonesia.