Penting! Teliti Saran Keuangan dari Teman

Sebagai makhluk sosial, manusia tentu tidak dapat hidup sendirian. Maka itu, kehadiran teman-teman di sekitar kita juga merupakan suatu kebutuhan. Untuk berbagi apa pun yang kita miliki dan rasakan, susah dan senang, suka dan duka. Mereka yang terkadang bahkan tampak lebih peduli dengan apa yang dapat membuat kita bahagia daripada diri kita sendiri. Maka tidak heran jika mereka seringkali memberikan saran yang menyangkut dengan kebahagiaan kita. Termasuk di dalamnya perihal keuangan.

Padahal, untuk urusan keuangan sebaiknya dapat kita laksanakan sebijak mungkin, tanpa terburu-buru, dan lebih objektif. Sebab, hanya kita sendiri yang paling mengetahui bagaimana keadaan keuangan kita, sejumlah apa pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dengan sedetil-detilnya. Sehingga, hanya kitalah yang dapat mengambil keputusan yang paling baik untuk masalah keuangan kita. Masukan dan saran tentunya boleh kita dengar dan pertimbangkan, tapi jangan pernah menelan mentah. Kaji lagi dan pelajari lagi baik dan buruknya.

Nah, ini dia beberapa saran dari teman perihal keuangan yang harus banyak-banyak kita pertimbangkan:

  1. Biasanya, teman memang jauh lebih peduli dengan apa yang dianggapnya bisa membuat kita bahagia. Maka seringkali ketika kita sedang bersama mereka di suatu tempat dan melihat sesuatu yang kita inginkan maka mereka akan mengatakan, “Yasudah, selagi ada uang beli saja. Kapan lagi ada diskon/barang begini?” Padahal, hal yang kita lihat adalah hal yang belum tentu kita butuhkan. Saran semacam ini sebaiknya bisa kita hindari. Tentunya, buat agar penolakan kita atas saran teman tersebut tidak menyakiti hatinya. Ingat, masih banyak kebutuhan besar lain yang mewajibkan kita untuk banyak berhemat dan menabung.
  2. Kadang, orang-orang belum paham benar dengan arti kehadiran dari kartu kredit. Kartu kredit bisa dibilang utang yang harus kita tanggung dan bayarkan dengan jumlah yang tidak sedikit. Bunganya saja bisa mencapai 30%-40% dalam setahun. Itu pun masih terlepas dari biaya lain seperti biaya administrasi yang harus rutin kita bayarkan. Maka itu, kita perlu mempertimbangkan dengan baik ketika teman kita berkata, “Sudahlah, pakai kartu kredit saja. Gak perlu repot pakai uang tunai, tinggal gesek.”
  3. Rutinitas sehari-hari yang kita lakukan terkadang membuat kita jenuh dan bosan. Teman yang peka dapat melihat hal tersebut sebagai suatu kondisi yang mengharuskan kita untuk menghirup udara segar. Dan ajakan untuk travelling merupakan sesuatu yang umum dilakukan oleh teman. Namun, travelling sejatinya memiliki kelas-kelas tersendiri. Misal teman berkata, “Beli ini, yuk, untuk travelling nanti. Kayaknya kita butuh ini, deh. Biar keren kayak mereka.” Hindarilah. Jika memang betul-betul butuh liburan, kita bisa mencoba yang sederhana seperti berlibur ala backpacker. Itu dapat lebih menyenangkan dan menantang tanpa perlu modal besar.
  4. Seperti yang sudah banyak disebut di atas, teman terkadang jauh lebih mementingkan kebahagiaan kita. Maka, jika melihat kita susah pasti hasrat ingin membantu itu akan datang dengan menggebu-gebu di dalam dirinya. Jika kita berada pada keadaan ingin membeli sesuatu tetapi uang kita tidak mencukupi, tak heran jika mendengar mereka berkata, “Ya sudah pakai uangku dulu saja, gantinya nanti juga bisa. Gampanglah.” Dari kondisi seperti ini, yang harus kita lihat pertama ialah apa yang kita inginkan. Coba teliti lagi, apakah hal tersebut benar kita butuhkan ataukah hanya untuk pemenuhan keinginan semata? Karena kita harus menghindari utang sebisa mungkin, walaupun kepada teman dekat sendiri.

teliti

Itulah beberapa saran dari teman perihal keuangan yang harus kita kaji ulang, kita pilah, kita pertimbangkan, bahkan harus kita tolak. Seorang teman memang tak melulu dapat menggunakan uangnya untuk membantu kita mendapatkan sebuah kebahagiaan, tapi saran-saran keuangan seperti yang telah disebutkan di atas juga adalah sebuah usaha membuat kita bahagia.

Namun sekali lagi, kita perlu banyak memerhatikan hal-hal yang ada di diri kita dan lebih peka terhadap keadaan keuangan kita. Seperti, berapa banyak uang yang kita miliki di dompet, berapa isi saldo tabungan, pun dengan rencana pengeluaran kita. Teman memang tidak akan mengetahui dengan detail perihal kebutuhan keuangan kita, maka itu semua keputusan hanya ada pada genggaman kita sendiri. Jadi, bijaklah dalam mengelola keuangan pribadi!