Mulai Kerja di Kantor? Ini Aturan Cegah Covid-19 di Era New Normal

Beberapa perusahaan sudah ada yang mulai menerapkan kerja di kantor seperti biasa. Di tengah pandemi yang masih terjadi, para pekerja harus bisa beradaptasi dengan situasi new normal (kenormalan baru). Apa aja sih yang harus diperhatikan manajemen serta para pekerja?

Mengutip dari laman Kementrian Kesehatan, ada beberapa panduan yang harus diikuti manajemen perusahaan untuk mencegah penularan Covid-19. Pertama yaitu pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang COVID19 di wilayahnya.  Informasi ini secara berkala dapat diakses di http://infeksiemerging.kemkes.go.id. dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat.

Kedua, membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja. 

Ketiga, pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan. 

Keempat, tak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma. Kelima, membuat pengaturan bekerja. Dalam hal ini menentukan pekerja yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

Aturan bekerja di kantor

Bagaimana jika ada pekerja yang harus tetap bekerja di kantor? Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Misalnya melakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja menerapkan Self Assessment Risiko Covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

Selain itu, manajemen juga sebaiknya membuat pengaturan waktu kerja yang tak terlalu panjang (lembur). Hal ini bisa membuat pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh. 

Eh tapi, gimana kalau ada pekerja shift? Nah pengaturan tentang ini juga ada kok. Jadi, jika memungkinkan hilangkan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari). Jika tak memungkinkan, pekerja shift 3 diutamakan hanya untuk mereka yang berusia kurang dari 50 tahun. 

Aturan lain untuk pekerja

Aturan lain yang harus dipatuhi pekerja yaitu wajib menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja. Pekerja juga sebaiknya mengatur asupan nutrisi makanan. Pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

Manajemen juga perlu memberikan dukungan berupa fasilitas tempat kerja yang aman dan sehat. Pastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya. Jaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC. 

Tak hanya itu, manajemen juga perlu menyediakan sarana cuci tangan, memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan, memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar, serta menyediakan handsanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, dan pintu lift). 

Jaga jarak

Physical Distancing dalam semua aktivitas kerja juga perlu diatur. Misalnya melalui pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktivitas kerja. Misalnya, pengaturan meja kerja dan pengaturan kursi saat makan siang.

Manajemen juga perlu mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja. Mulai dari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi. 

Membudayakan etika batuk dengan cara tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam. Jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya. 

Asupan makanan dan vitamin

Tak lupa sebaiknya pekerja melakukan olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman dan anjuran berjemur matahari saat jam istirahat. Pastikan juga selalu makan makanan dengan gizi seimbang serta hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat shalat dan alat makan. 

Untuk selalu memenuhi asupan makanan dan vitamin, kamu bisa mengandalkan UangTeman. Apalagi UangTeman kini punya produk baru dengan pinjaman lebih besar dan durasi pengembalian yang lebih lama. Ya, kamu bisa pinjam hingga 20 juta dengan cicilan hingga 6 bulan!