Mengenal Istilah-istilah dalam Pajak Bea Cukai dan Cara Perhitungannya


Kehadiran internet membuka era baru dalam berbisnis, mengingat setiap orang bisa memulai apa saja bidang usaha yang digemari dengan pemasaran online, lucunya lagi untuk berbisnis dari sini tak memerlukan modal yang besar. Bahkan tanpa modal sekalipun Anda tetap bisa melakukannya, diantaranya adalah dengan menjadi dropshipper, istilah yang mungkin sudah tak terlalu asing lagi di telinga Anda bukan, kamu hanya perlu menawarkan dan mencari supplier terpercaya saja. Karena memang internet ini terbuka untuk umum, kita bisa menjadi konsumen maupun produsen yang berhubungan dengan negara-negara luar, dari sini kamu nantinya juga perlu mengenal pajak bea cukai.

pajak bea cukai

Penjualan ke luar maupun dalam negeri tentu ada batasannya, diantaranya produk yang keluar pasti akan dikenakan pajak melalui gatekeeper atau disini adalah mereka yang bekerja di bagian bea cukai, nilainya mungkin tak terlalu besar jika kamu akan mengekspor barang dengan jumlah banyak, namun juga sebaliknya, saat kamu mengeluarkan dalam jumlah kecil akan rugi untuk uang pajak saja. Tetapi bagaimanapun jika sudah mendapatkan konsumen dari luar, peluang untuk melebarkan pasar juga semakin besar.

 

E-commerce saat ini tengah merajai pasaran yang ada di dunia, berbagai macam start up tawarkan tempat mereka sebagai lapak untuk berjualan, nah disini perkembangannya terkadang tak hanya untuk masyarakat dalam negeri saja, melainkan juga luar negeri, mereka bisa dengan leluasa tawarkan barang-barangnya ke dalam, begitu juga dengan kita yang berasal dari Indonesia. Terkadang jika dilihat sekilas nilai dari produk Indonesia memang tergolong murah, apalagi kita kalah di dalam nilai tukar uang, tetapi saat konsumen asal luar memesan tentunya harga yang dikenakan berbeda, selain karena biaya pengiriman lebih mahal juga ada pajak yang harus dibayar.

 

Berikut ini ada beberapa istilah yang wajib untuk Anda kenali dalam pajak bea cukai, agar mudah dalam membedakan nantinya, yaitu:

 

  • Bea masuk, merupakan biaya atau nilai yang dikenakan oleh sebuah negara terhadap barang impor atau yang masuk ke wilayah mereka. Tiap negara memiliki kebijakan masing-masing seperti yang diatur dalam UU pajaknya.
  • Harga barang, harga arang atau cost merupakan nilai pokok dari penjualan tersebut, misalkan saja Anda menawarkan seharga 5 US$ untuk wilayah Indonesia, maka untuk wilayah luar juga sama, yang membedakan adalah biaya pajak yang ongkos kirimnya nanti.
  • Asuransi, karena memang memiliki jarak pengiriman yang cukup jauh ada biaya lain yang diberikan, yaitu asuransi, sebenarnya hal ini menjadi keuntungan bagi penjual maupun konsumen karena jika ada resiko yang terjadi maka barang akan diganti.
  • Ongkos kirim, yang menjadikan nilai barangnya semakin mahal sebenarnya berasal dari ongkos kirim, jika dalam pulau saja 20 ribu sudah cukup, sedangkan luar pulau lebih mahal, apalagi di luar negeri, Anda harus jauh lebih teliti, jangan hanya membeli satu barang jika itu termasuk produk luar, lebih banyak lebih bagus karena akan mengurangi biaya kirimnya.
  • PDRI, dikenal dengan nama pajak dalam rangka impor, nilainya ada 3 macam yaitu pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan dan pajak penjualan barang mewah.

 

Untuk menghitung nilainya ada rumus tersendiri yang digunakan, berikut ini diantaranya:

 

  • Bagi barang impor yang tak melalui jasa penitipan, disini nantinya uang tambahan berasal dari bea masuk, yang nilainya berasal dari CIF dikalikan dengan tarif biaya bea masuk berdasarkan aturan negara, akan ditambah dengan PPN 10% dan PPH 7,5% dari total keseluruhan.
  • Barang yang melalui jasa titipan, perhitungannya kurang lebih sama dengan rumus diatas, namun karena melalui jasa titipan sebelumnya nilai akan dikurangi pembebasan yang sudah ada, jadi jauh lebih rendah.
  • Barang yang dibawa melalui jasa transportasi udara atau pesawat bergantung pada armada yang digunakan dan jangka waktunya, biasanya nilainya jauh lebih kecil, apalagi jika dibawa langsung.
  • Tata cara pengeluaran barang dari perusahaan titipan yaitu:
  • Barang yang datang dari luar negeri dokumennya akan segera diperiksa.
  • Apabila barang tersebut harga, nilai dan juga jenisnya diragukan maka nilai pembiayaan akan dilakukan perhitungan ulang.
  • Dokumen yang sudah disetujui oleh bea cukai nantinya akan langsung ditetapkan pembayarannya.
  • Barang akan dikeluarkan dari gudang PJT
  • PJT hanya diberikan kesempatan selama 3 hari dalam melunasi biaya pembayaran pajak dan bea masuk.
  • Barang yang datang dari luar negeri akan ditetapkan oleh pihak pos sebagai barang hel by customer yang menjadi tanda bahwa paket tersebut harus diperiksa terlebih dahulu oleh pihaknya.
  • Barang akan langsung diperiksa oleh pihak pos dan customer
  • Petugas akan menetapkan nilai pembiayaan yang dikenakan dan untuk nilai diatas 50$ akan dikenai pajak.
  • Customer nanti akan menuangkan nilai perhitungan PPKP
  • Pihak pos harus melunasi semua pembayaran tersebut sebelum nantinya barang bisa diambil.
  • Sedangkan tata cara pengeluaran barang ari kiriman POS adalah:

 

Memang lebih rumit, namun ketika Anda mengetahui prinsipnya, maka ini menjadi salah satu cara untuk memperlebar jaringan usaha ke negara-negara lain. Biasanya mereka yang sudah terbiasa dengan ekspor dan impor ini juga tak terlalu bermasalah dengan cara perhitungan. Pajak bea cukai nilainya berbeda berdasarkan jumlah dan jenisnya, begitu juga sistem pengiriman yang digunakan. Untuk kamu yang terbiasa berbelanja secara online apalagi produk dari luar negeri tentu sudah tak asing dengan hal semacam ini.