Mengenal Fenomena Body Shaming : Pengertian, Jenis, dan Dampaknya

Untuk yang sering scrolling dan berselancar di media sosial, pasti gak asing dengan istilah “Body Shaming”. Sampai saat ini, per tanggal 10 September 2020, tagar body shaming memperoleh sekitar 133 ribu unggahan di kanal instagram. Fenomena ini sering terjadi seiring berjalannya kemajuan teknologi. Kasus ini pun bisa dibilang tidak sedikit. Sepanjang tahun 2018, ada pengaduan kasus body shaming yang ditangani oleh polisi sebanyak 966 kasus.

Pengertian Body Shaming

Jadi sebenarnya apa itu body shaming? Body shaming merupakan tindakan dalam mengomentari fisik, penampilan, atau citra dari seseorang yang terkadang dilakukan secara tidak sadar sebagai bentuk candaan atau ejekan. Perlu diketahui juga bahwa body shaming termasuk jenis perundungan secara verbal.

Hal-Hal Yang Termasuk Body Shaming

Nah, kira-kira kalian sudah tahu belum hal apa saja yang dapat dikatakan sebagai bentuk tindakan body shaming? Berikut penjelasannya.

  1. Fat Shaming
    Jenis body shaming ini merupakan jenis yang paling sering terjadi. Fat shaming adalah komentar negatif terhadap seseorang atau orang-orang yang memiliki ukuran badan di atas berat badan normal atau plus size.
  2. Skinny
    Kebalikan dari fat shaming, skinny atau thin shaming adalah komentar negatif terhadap seseorang yang memiliki ukuran badan yang terlalu kurus.
  3. Rambut Tubuh
    Nah, kalau jenis body shaming satu ini dapat dilihat dari komentar negatif yang diberikan kepada seseorang yang memiliki rambut atau bulu halus berlebih pada tubuh.
  4. Warna Kulit
    Bukan hanya rasis, ternyata dengan mengomentari warna kulit seseorang dapat dikatakan sebagai tindakan body shaming lho.
Dampak Body Shaming

Walau beberapa orang masih menganggap ini adalah hal ringan, perlu kamu ketahui bahwa body shaming memiliki dampak yang cukup serius seperti berikut :

  1. Menurunkan Rasa Percaya Diri
    Gangguan psikologis dapat terjadi pada korban body shaming. Hal ini dikarenakan korban body shaming akan merasa bahwa perkataan orang lain tentang bentuk tubuhnya adalah sesuatu yang benar. Oleh karenanya, korban akan merasa rendah diri dan tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya.
  2. Meningkatkan Risiko Penyakit Degeneratif
    Korban body shaming khususnya fat shaming sering kali mengalami peningkatan berat badan karena adanya gangguan psikologis yang berdampak pada pola makan, sehingga korban body shaming yang berbadan gemuk tidak bisa mengendalikan porsi makannya dan akan semakin gemuk serta memicu risiko obesitas.
  3. Meningkatkan Risiko Self Harm dan Bunuh Diri
    Korban body shaming mudah mengalami depresi karena psikologisnya terguncang akibat komentar negatif terhadap penampilan atau citra tubuh dirinya. Depresi bisa menjadi salah satu pencetus seseorang melakukan self harm atau menyakiti diri sendiri dan tindakan bunuh diri.

Baca juga :
https://uangteman.com/blog/blog/6-tips-cara-mengatasi-depresi/
https://uangteman.com/blog/blog/3-penyebab-gangguan-kesehatan-mental/

Akibat komentar negatif yang dilontarkan kepada korban body shaming, tak jarang mereka bertekad keras untuk melakukan perubahan demi menghindari salah satu bentuk bullying tersebut. Korban akan mulai mencari tahu dan memilih role model untuk diikuti dengan tujuan menyempurnakan penampilan. Mulai dari diet ketat, melakukan perbaikan pola makan, berolahraga, dan belajar berdandan. Dengan adanya fenomena body shaming, individu perlu memahami bagaimana cara menghargai dan apresiasi kondisi tubuh yang dimiliki atau dikenal dengan body positivity.

Tidak perlu menahan diri untuk makan karena takut gemuk, tidak perlu takut berani mencoba berdandan karena takut dibilang menor, dan tidak perlu merasa jelek karena tidak memiliki kulit putih merupakan bentuk body positivity terhadap diri sendiri, karena pada dasarnya kecantikan bukan dinilai dari luar saja. Nah, untuk yang sedang menjalankan diet, pastikan dilakukan dengan tepat dan benar ya. Untuk kamu yang sedang mencoba olahraga atau ngegym, jadikan motivasi olahraga atau ngegym sebagai media untuk mempersehat badan dengan bonus penurunan badan sebagai hasilnya ya.

Baca artikel lainnya :
https://uangteman.com/blog/blog/demam-sepeda-melanda-saat-new-normal-alasan-manfaat-dan-cuan-bisnisnya/

Sumber :
– Geofani, Dela. 2019. Pengaruh Cyberbullying Body Shaming Pada Media Sosial Instagram Terhadap Kepercayaan Diri Wanita Karir Di Pekanbaru dalam Jurnal Online Mahasiswa FISIP Vol.6 Edisi III
– Fauzia, T.F dan Lintang R.R. 2019. MEMAHAMI PENGALAMAN BODY SHAMING PADA REMAJA PEREMPUAN dalam ejournal3.undip.ac.id
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/02/17/120846220/dapat-sebabkan-bunuh-diri-ini-bahaya-body-shaming?page=all