4 Kiat Ampuh Manajemen Keuangan yang Sehat

Memiliki penghasilan yang tinggi tidak menjamin orang tersebut bisa memiliki tabungan untuk keperluan masa mendatang. Pola hidup konsumtif membuat biaya sehari-hari menggelembung cukup besar sehingga penghasilan pun ludes. Sebaliknya, ada beberapa orang yang berpenghasilan terbatas justru mampu menabung untuk keperluan tertentu. Hal ini membuktikan bahwa seseorang bisa sukses secara finansial tidak ditentukan berapa gaji bulanan yang diterima. Melainkan bagaimana orang tersebut cerdas dalam manajemen keuangan.

Pentingnya Mengelola Penghasilan

Seseorang tidak perlu menunggu sukses dan berpenghasilan besar untuk bisa menikmati kondisi keuangan yang sehat. Diperlukan kesadaran tinggi dalam mengatur keuangan sekaligus menekan gaya hidup yang terlalu konsumtif. Alhasil, dengan managemen penghasilan yang tepat , keuangan akan lebih sehat dan bisa menyiapkan masa depan. Setidaknya memiliki tabungan ataupun membayar asuransi baik asuransi kesehatan, maupun asuransi aset dan berinvestasi dengan penghasilan yang dimiliki.

Kiat Mengatur Keuangan Supaya Sehat

Merasa selalu dirundung keuangan yang tipis sebaiknya tidak terlalu terburu-buru menyalahkan kecilnya gaji yang diterima. Kroscek dahulu apakah manajemen keuangan yang dilakukan sudah tepat? Apabila masih bingung, berikut kiat me-managemen penghasilan supaya lebih sehat:

1. Kenali biaya yang akan dikeluarkan,
Setelah menerima penghasilan sebaiknya bagi-bagi ke dalam post biaya yang secara rutin dikeluarkan dan perhitungkan nilainya dengan cermat. Membagi penghasilan untuk pengeluaran rutin akan membantu mengendalikan pengeluaran lebih ke post lain yang tidak terduga.

Pastikan dalam membagi penghasilan tersebut juga menyediakan post biaya untuk kebutuhan biaya sewaktu-waktu, biaya masa depan, dan sebagainya. Artinya sejak awal Kita sudah membagi penghasilan secara sehat, yakni tidak hanya untuk kebutuhan hari ini saja. Melainkan juga mempertimbangkan untuk menyiapkan pemenuhan kebutuhan mendadak di kemudian hari. Perincian yang jelas akan membantu mengetahui kondisi keuangan setelah semua kebutuhan diberi jatah sehingga mencegah gaya hidup boros.

Baca juga: Sulit Mengatur Keuangan Keluarga? Ikuti 5 Cara Mengatur Keuangan Keluarga Ini!

2. Menghemat biaya harian,
Sebagai upaya terbaik untuk memulai managemen keuangan secara sehat sebaiknya anda pertimbangkan untuk mengatur pengeluaran harian. Caranya dengan memberikan jatah berapa nilai uang yang dikeluarkan setiap hari dan berusaha untuk tidak melebihinya. Misal, untuk kebutuhan uang makan per hari katakanlah Kita jatah sekitar Rp 25-30ribu. Usahakan pengeluaran untuk makan memang di angka tersebut, jikalaupun melebihi usahakan hari berikutnya di bawah jatah tersebut. Biaya harian yang di jatah dan dibuat hemat ternyata membuat Kita lebih intens dalam mengendalikan hasrat belanja sehingga lebih hemat.

3. Pertimbangkan membuat rekening secara khusus,
Merasa kesulitan menabung apabila uang tunai tersimpan di dompet atau lemari, maka bisa mempertimbangkan untuk membuat rekening khusus. Buka rekening di bank yang berbeda dan usahakan untuk tidak mengambil isi rekening tersebut apabila tidak mendesak. Rekening akan semakin tebal sehingga nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu saja, misal membeli mobil atau rumah. mengendalikan diri untuk tidak mengambil dana tabungan menjadi upaya untuk mensukseskan sistem pengaturan penghasilan dengan sehat.

4. Mengubah lingkungan,
Memilih lingkungan dengan dukungan penuh untuk mengatur keuangan ternyata memiliki peran signifikan untuk memperbaiki kondisi keuangan. Apabila selama ini sering berinteraksi dengan orang-orang yang terlalu royal dalam membelanjakan gajinya. Maka pertimbangkan untuk mencari teman baru, namun tidak perlu menyakiti teman lama cukup hindari perlahan dan ungkapkan alasannya dengan bijak. Perubahan lingkungan memang berat namun untuk menjadikan manajemen keuangan lebih mudah dipraktekkan maka pilihan seperti ini sebaiknya diambil.