Manajemen Keuangan Usaha Kecil Rumahan

Salah satu kendala perkembangan usaha kecil rumahan adalah kesalahan dalam melakukan manejemen keuangan. Seringkali hasil yang diperoleh langsung digunakan penuh untuk biaya hidup sehari-hari. Akibatnya usaha seringkali harus jalan ditempat meski telah dijalankan beberapa tahun lamanya.

Penyebab lainnya adalah ketiadaan pencatatan pengeluaran dan pemasukan yang rapi sehingga cashflow tidak dapat langsung diketahui positif atau negatifnya.

Manajemen Keuangan Usaha Kecil Rumahan

Sebuah usaha kecil rumahan sesungguhnyalah tidak memerlukan sebuah manajemen keuangan yang rumit; mengingat usaha yang dilakukan biasanya juga masih sederhana.  Banyak ahli menyarankan bahwa manejemen keuangan pasar pagi adalah jenis pengelolaan terbaik bagi usaha ini.

Manajemen keuangan pasar pagi adalah sebuah teknik pengelolaan keuangan dengan menggunakan bank sebagai akuntan usaha Anda. Artinya seluruh pemasukan dan pengeluaran usaha, seluruhnya melalui pencatatan bank. Selain lebih efisien, cara ini akan mencegah tercampurnya keuangan usaha dengan keuangan pribadi.

Manajemen keuangan ini sebetulnya masih sama dengan sistem pengelolaan cash flow pada umumnya, hanya beda dalam dokumentasinya saja. Tentu saja hal ini akan lebih mudah bila Anda memiliki rekening khusus, misalkan Rekening Bisnis yang dilengkapi dengan deskripsi dan transaksi yang lebih jelas.

Tips Keuangan Manajemen Pasar Pagi untuk Usaha Kecil Rumahan

Agar lebih efektif dan efisien, menajemen keuangan pasar pagi ini sebaiknya dikelola langsung oleh Anda sebagai pemilik sekaligus operator dari usaha kecil rumahan yang Anda jalankan. Atau jika Anda tidak cukup waktu dan cash flow diperkirakan cukup untuk membayar seorang karyawan, pilihlah karyawan yang belum berpengalaman, tenaga paruh waktu atau malah mencari tenaga magang.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa gaji yang Anda gunakan tetaplah gaji yang telah pemerintah sesuaikan (gaji standar). Jangan tergoda untuk menawarkan gaji berdasarkan omzet yang Anda peroleh bila usaha yang Anda jalani baru saja dirintis, hanya dengan tujuan agar karyawan bersemangat meningkatkan omzet.

Akan lebih baik, perhatian Anda fokuskan untuk mencari ide bagaimana agar omzet naik, dan gaji terpenuhi sesuai standar pemerintah. Jangan lupa, atur  cadangkan dana sebagai tambahan biaya operasional bila sewaktu-waktu ada kenaikan omset dan Anda butuh dana lebih.