Hal yang Perlu Diperhatikan Pihak Sekolah dan Siswa di Era New Normal

Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, yakni pada 13 Juli 2020. Bagaimana kesiapan sekolah menyambut era new normal? Seperti apa protocol kesehatan yang harus diketahui siswa dan orang-orang di sekolah? Mengutip dari laman Covid19.go.id, hal pertama yang sebaiknya diperhatikan yaitu Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi COVID-19. 

new normal di sekolah
Persiapan dari pihak sekolah

Setelah itu, setiap sekolah perlu menyediakan sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. 
Selain itu, pihak sekolah juga perlu menginstruksikan untuk melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya, seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga yang teratur, tidak merokok, dan membuang sampah pada tempatnya. Terkait kebersihan, pihak sekolah juga perlu membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan desinfektan. Hal ini khususnya di pegangan pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard, dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. 
Kegiatan lain yang sebaiknya diperhatikan yaitu memonitor absensi (ketidakhadiran) warga sekolah. Jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak nafas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri. Perlu juga memberikan imbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/ sakit tenggorokan/sesak napas untuk mengisolasi diri di rumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain. 

Tidak masuk karena sakit

Bagaimana kalau ada yang warga sekolah yang terpaksa tidak masuk karena sakit? Jika ini terjadi sebaiknya pihak sekolah tak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada). Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernafasan, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Pihak sekolah perlu segera mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu. 
Hal penting lainnya yaitu pihak sekolah harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga sekolah yang punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Makanan

Terkait makanan, ada beberapa yang sebaiknya diperhatikan pihak sekolah. Pertama yaitu memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang. 
Seluruh warga sekolah juga sebaiknya hindari berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit. Selain itu, hindari kontak fisik langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dsb) dan Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah (berkemah, studi wisata).

Skrining

Hal terakhir yang perlu diperhatikan yaitu melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua tamu yang datang ke institusi pendidikan. Untuk urusan jemputan anak, warga sekolah dan keluarga yang berpergian ke negara dengan transmisi lokal Covid-19 dan mempunyai gejala demam atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas sebaiknya tak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area sekolah dulu ya.