Hal-hal Unik Seputar Uang Baru Rp 75.000

Tepat di perayaan kemerdekaan ke-75 RI, Bank Indonesia merilis uang baru Rp 75.000. Edisi yang langsung diburu banyak kolektor ini sempat menuai beberapa kontroversi. Berikut adalah beberapa informasi unik seputar uang baru Rp 75.000.

Cara mendapatkan

Melansir dari Kompas.TV, untuk mendapatkan uang baru Rp 75.000 bisa melalui pendaftaran online. Namun, jika kamu kehilangan kesempatan awal saat pendaftaran online, ada opsi untuk ikut system penukaran kolektif.

Ya, Bank Indonesia kini menerapkan sistem penukaran kolektif. Sistemnya yaitu satu orang atau per Kartu Tanda Penduduk (KTP) bisa mewakili minimal 17 orang. Bagaimana cara system kolektifnya? Cukup dengan mengunduh formulir permohonan penukaran dan formulir daftar pemesanan di situs pintar.bi.go.id, nantinya jadwal penukaran uang akan dikirimkan via email

Oh iya, jangan coba-coba bagi kamu yang sudah mendapatkan uang pecahan Rp 75 ribu ini untuk mendaftar lagi ya karena setiap orang hanya berhak mendapatkan satu lembar saja. 

Baca juga: https://uangteman.com/blog/blog/nama-pahlawan-di-uang-baru/

Edisi terbatas

Seperti dilansir dari Kompas.com, uang baru Rp 75.000 ini tidak ditujukan untuk peredaran secara bebas sehingga dicetak secara terbatas. Sebagaimana diketahui, berbeda dengan uang edisi khusus HUT ke-25 RI dan HUT ke-50 RI yang berupa koin, uang baru Rp 75.000 ini berupa lembaran dari kertas.

Meski begitu, penampakan uang Rp 75.000 ini tetap dapat dijadikan koleksi dalam waktu yang lama. Asalkan, penyimpanannya harus dilakukan secara benar, jangan asal dimasukkan ke dompet. Penyimpanan paling sederhana dan aman, adalah uang baru Rp 75.000 dimasukkan ke dalam plastik.

Oh iya, untuk seri khusus HUT ke-75 ini, BI juga menyertakan plastik untuk menyimpan. Kalau mau lebih aman lagi, kamu bisa meniru yang dilakukan para kolektor uang, yaitu dengan menyimpan uang dalam bingkai. 

Baju adat

Penampakan uang baru Rp 75.000 memang memiliki desain yang memukau. Di salah satu sisinya tergambar ilustrasi sejumlah anak yang menggunakan pakaian adat mewakili daerah-daerah Nusantara. Namun, ada satu kontroversi yang sempat beredar yaitu adanya seorang anak yang mengenakan baju adat Cina di uang baru Rp 75.000.

Mengutip dari Tempo.com, pakaian yang dikenakan seorang anak laki-laki bermahkota dengan hiasan yang menjuntai hingga telinga itu bukan baju adat Cina. Itu adalah baju adat Suku Tidung yang tinggal di Kalimantan Utara. Suku Tidung merupakan sub Suku Dayak yang sebagian besar masyarakatnya memeluk agama Islam.

Baca juga: https://uangteman.com/blog/blog/lambang-palu-arit-di-uang-baru/

Bisa dibelanjakan

Melansir dari Republika.co.id, sempat beredar informasi yang menyatakan uang baru Rp 75.000 tidak bisa dijadikan alat tukar. Faktanya, uang Rp 75 ribu merupakan alat tukar yang sah seperti halnya uang beredar lainnya. Uang ini bisa digunakan dalam transaksi sehari-hari.

Info lain yang beredar yaitu uang baru Rp 75.000 disebut-sebut dicetak untuk menambah uang baru sehingga bisa mendanai defisit anggaran akibat pandemi Covid-19. tersebut. Faktanya, uang Rp 75 ribu yang diedarkan tidak menambah likuiditas pasar. Uang tersebut tidak menambah uang fisik dan sudah termasuk dalam jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Sebagai ilustrasi jika uang baru Rp 75.000 dibelanjakan di situs belanja online, kamu bisa mendapatkan berbagai macam barang. Misalnya nih, kalau kami adalah generasi 1990-an pasti ingin nostalgia membeli barang-barang jadul yang mungkin gak sempat kebeli waktu itu.

Untuk makanan, kamu bisa beli permen cicak. Permen berbentuk seperti telur cicak ini bisa kamu beli dengan uang baru Rp 75.000. Kira-kira kamu bisa dapat lebih dari 1.000 butir permen cicak.

Kalau kamu pengen yang manis-manis, langsung aja beli permen tac-tac yang biasanya ada rasa strawberi dan jeruk. Dengan uang baru Rp 75.000 kamu bisa dapat sekitar 375 permen! Wuih lumayan kan buat dibagi-bagiin ke tetangga kompleks.

Lanjut ke mainan jadul nih. Dengan uang baru Rp 75.000 kamu bisa beli perahu otok-otok. Sesuai Namanya, perahu ini akan mengeluarkan bunyi “otok-otok” pas bergerak di air. Nah, kalau uangnya dibelanjain semua kamu bisa dapat sekitar 21 perahu otok-otok dengan berbagai macam warna.

Terakhir nih, kamu bisa juga nostalgia mainin burung gabus. Kalau anak-anak sekarang tahunya cuma layangan, anak tahun 90-an main juga burung gabus. Burung yang terbuat dari gabus ini konsep nerbanginnya sama seperti pesawat kertas ya. Nah, dengan uang baru Rp 75.000 kamu bisa dapat 39 burung gabus!

Baca juga: https://uangteman.com/blog/blog/gambar-uang-baru-2017/