Fakta atau Mitos kalau Pengeluaran di Bulan Ramadan Lebih Hemat?

Banyak yang bilang kalau pengeluaran selama bulan Ramadan relatif lebih hemat dibandingkan bulan biasa. Mitos atau fakta ya? Yuk kita coba bedah lebih jauh!

Secara tidak langsung, biaya untuk makan siang memang berkurang dikarenakan kita berpuasa. Tapi, apakah kamu yakin kalo gak ada pengeluaran lainnya? Ternyata, mulai bermunculan nih pengeluaran-pengeluaran khusus yang hanya ada di bulan Ramadan, sebut aja biaya buka puasa bersama. Buka puasa bersama itu rata-rata gak hanya satu kali.

Ada grup alumni teman SMA, kuliah, teman kantor, teman arisan belum lagi teman kawan lama waktu kecil. Dari banyaknya acara buka puasa bersama, kamu bisa menghabiskan kurang lebih Rp 100.000 per acaranya. Jika terhitung ada 5 acara, kamu sudah mengeluarkan uang Rp 500.000 dalam beberapa pekan. Akan tetapi, total tersebut belum termasuk biaya makan kamu untuk berbuka selama sebulan misalnya seharga makan siang kamu biasanya, kurang lebih bertambah Rp 750.000.

Dibandingkan pada saat kamu tidak berpuasa dan biaya makan siang setiap harinya misal adalah Rp 25.000, dalam sebulan mengeluarkan Rp750.000. Dari sisi pengeluaran untuk makan, faktanya kamu memiliki pengeluaran tambahan karena bukber.

Hal lainnya yang menjadi pengeluaran khusus kamu berikutnya adalah biaya pulang kampung. Buat kamu yang punya tradisi pulang ke kampung halaman karena termasuk orang rantau atau adanya saudara dan orang tua di sana, kamu pasti akan memikirkan hal ini sebagai prioritas kamu. Kenapa? Karena pulang kampung menjadi biaya yang paling besar di antara lainnya.

Pulang kampung identik dengan kendaraan, jika bawa kendaraan sendiri kamu harus memikirkan biaya servisnya, ada juga bingkisan untuk saudara di kampung, dan oleh-oleh untuk tetangga ketika pulang. Jika kamu naik kendaraan umum, seperti kereta, pesawat atau kapal, kamu perlu untuk siaga sebulan sebelum Ramadan, agar mendapatkan tiket promo.

Perumpamaannya, kamu akan membawa mobil bersama sanak keluarga seperti tradisi mudik lebaran sebelumnya. Secara keseluruhan kamu perlu mempersiapkan minimal anggaran Rp 1.000.000 untuk bensin dan Rp 700.000 untuk biaya tol. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran yang tadinya tidak ada di bulan ini menjadi bertambah Rp 1.700.000.

Masih persoalan pulang kampung, jika kamu telah bekerja dan berkeluarga kemudian memiliki beberapa ponakan serta saudara yang masih kanak-kanak di kampung, tradisi angpao tidak bisa kamu hindari. Setidaknya budaya memberi uang pada anak kecil dari orang dewasa menghabiskan sekitar Rp 500.000 tapi tergantung dan kembali lagi kepada individu masing-masing.

Bagi wanita yang telah berkeluarga, kamu akan memikirkan untuk memberikan bingkisan untuk saudara di kampung seperti alat salat atau makanan khas dari tempat tinggalmu. Di sini kamu membuat pengeluaran lainnya dan jika ditotal kurang lebih akan mengeluarkan Rp 700.000, ditambah dengan pengeluaran sebelumnya, kamu sudah menghabiskan Rp 2.400.000.

Nah, dari segi biaya pulang kampung sudah terlihat bahwa meskipun biaya makan siang kamu berkurang, tapi ada biaya lainnya yang hadir saat bulan Ramadan.

Terus kalau gak pulang kampung gimana, gak bertambah dong pengeluaran? Eits, belum tentu. Bagi kamu yang tidak menjalankan tradisi pulang kampung saat lebaran dan telah berkeluarga, biasanya kamu akan membuat perencanaan untuk memasak, menghias rumah persiapan dalam menerima tamu, mempercantik diri misalnya dengan membeli baju baru. Di sini, kamu bisa saja menghabiskan Rp 500.000 ditambah dengan tradisi angpao untuk anak-anak di lingkungan rumah, total kamu mengeluarkan Rp 1.000.000.

Jika dipikir-pikir, pulang kampung memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi hal itu tidak menjadikan masalah bagi kamu karena sudah tradisi di Hari Raya. Berdasarkan perumpaan yang dijelaskan sebelumnya, fakta yang betul yaitu pengeluaran di bulan Ramadan cenderung lebih boros. Namun, sebenarnya sah-sah aja jika memang pengeluaran sedikit bertambah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, karena bulan Ramadan sama seperti hari raya umat agama lainnya yang jatuh setahun sekali.

Momen ini sangat dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan bersilahturahmi bersama keuarga. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa mengontrol diri ya! Hindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak dibutuhkan dan membuat anggaran penerimaan dari THR jika kamu sudah bekerja. Sehingga kamu bisa efektif menggunakan penerimaan untuk pengeluaran khusus.