Cara Mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Covid-19 Rp 600 Ribu/Bulan

Covid-19 dan peraturan PSBB di beberapa wilayah membuat perekonomian masyarakat terguncang. Pemerintah pusat menyikapinya dengan berbagai kebijakan. Salah satunya melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang ekonominya terdampak Covid-19. Apa itu BLT? Berapa besar bantuan dana yang diberikan? Siapa saja yang berhak menerimanya? Berikut informasi lengkapnya.

Pengertian BLT

BLT adalah program bantuan program bantuan pemerintah berjenis pemberian uang tunai atau beragam bantuan lainnya, baik bersyarat (conditional cash transfer) maupun tak bersyarat (unconditional cash transfer) untuk masyarakat miskin. Negara yang pertama kali memprakarsai BLT adalah Brasil. Besaran dana yang diberikan dan mekanisme yang dijalankan dalam program BLT berbeda-beda tergantung kebijakan pemerintah di negara tersebut.

Indonesia merupakan negara penyelenggara BLT. Tahun 2005 adalah tahun pertama kali Indonesia melakukan BLT. Program ini berlanjut pada tahun 2009 dan di 2013 berganti nama menjadi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Program ini diselenggarakan sebagai respon kenaikan harga (BBM) dunia pada saat itu. Tujuan utama dari program ini adalah membantu masyarakat miskin agar bisa tetap memenuhi kebutuhan hariannya. 

Bantuan Sosial Covid-19

Tahun 2020, program BLT kembali diselenggarakan pemerintah Indonesia. Program ini disebut juga bantuan sosial covid-19 karena diadakan bertepatan dengan pandemic virus ini. Dilansir dari Liputan6.com, dalam kebijakan ini, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengucurkan dana senilai Rp 22,4 triliun untuk 12.487.646 kartu keluarga miskin.

Dalam tindak lanjutnya, Kemendes PDTT telah melakukan perubahan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Peraturan ini diubah menjadi Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020.

Perubahan peraturan ini ditujukan untuk mengatur penggunaan Dana Desa guna mendukung pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, peraturan ini juga memuat aturan Padat Karya Tunai Desa dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa).

Siapa penerima bantuan social covid-19

Sasaran penerima BLT paling utama tentu saja keluarga miskin non Program Keluarga Harapan (PKH) atau masyarakat yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).Selain itu, BLT ini juga akan diberikan pada masyarakat yang belum mendapatkan manfaat Kartu Prakerja, kehilangan mata pencaharian, belum terdata (exlusion error), dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis.

Sementara itu, Kompas.com melaporkan, BLT ini akan diberikan senilai Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan bagi keluarga miskin.Warga yang mendapatkan BLT adalah mereka yang berdomisili di luar Jabodetabek. Sementara di Jabodetabek, saat pandemi Covid-19, warga miskin tidak mendapatkan uang tunai melainkan berupa paket sembako dengan nilai sama, yakni Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan.

Penyaluran BLT ini dilakukan kepada para keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan pemerintah daerah di luar Jabodetabek.  Menurut Kemensos, ada sekitar 9 juta jiwa yang masuk ke dalam kategori penerima BLT ini.  Namun demikian, pemerintah masih melakukan penyisiran data terhadap penerima manfaat tersebut. 

Syarat penerima bantuan social covid-19

Pemerintah menetapkan sejumlah syarat bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan sosial Covid-19. Berikut ini persyaratannya: 

1. Calon penerima merupakan masyarakat yang masuk dalam pendataan RT/RW dan berada di desa.
2. Calon penerima adalah mereka yang kehilangan mata pencarian di tengah pandemi corona.
3. Calon penerima tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah pusat. Artinya, calon penerima BLT dari Dana Desa tidak menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Paket Sembako, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja.

Jika calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tetapi belum terdaftar oleh RT/RW, maka bisa mengomunikasikannya ke aparat desa.  Jika calon penerima memenuhi syarat, tetapi tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Penduduk (KTP), bisa tetap mendapat bantuan tanpa membuat KTP lebih dulu. Namun, penerima harus domisili di desa tersebut dan akan dicatat alamat lengkapnya. 

Jika penerima sudah terdaftar dan valid maka BLT akan diberikan melalui tunai dan non-tunai. Non-tunai diberikan melalui transfer ke rekening bank penerima. Namun, jika penerima tidak memiliki rekening bank, maka bisa segera menghubungi aparat desa dan bank milik negara terdekat.  Selain itu, Himpunan Bank Negara (Himbara) juga mempermudah proses pencairan langsung penerima BLT secara nontunai, tanpa dikenai biaya dan bunga. Cukup menyerahkan fotokopi KTP kepada kepala desa (kades), kemudian kades yang akan menyerahkan kepada bank-bank milik negara yang dilibatkan dalam program ini.

BLT sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan tentu bisa membantu masyarakat yang ekonominya terdampak PSBB dan Covid-19. Sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan bantuan ini. Kalau kamu tidak termasuk kriteria masyarakat tersebut, UangTeman siap bantu kamu melewati tantangan ini bersama-sama.  

Kabar baiknya, UangTeman kini punya dua produk baru yaitu Cicilan yang bisa memberikan pinjaman hingga Rp 20 juta dan Cicilan Ringan yang bisa memberikan pinjaman hingga Rp 10 juta. Cara mengajukan pinjamannya juga mudah tanpa perlu tatap muka, cukup dari aplikasi.