Cara Hadapi Pasangan yang Boros!

Perubahan dalam kehidupan memang akan terjadi ketika meninggalkan masa lajang dan menikah. Namun, hidup baru bersama pasangan mungkin akan membuka berbagai sifat yang kita belum ketahui sebelumnya. Salah satunya adalah perilaku keuangan pasangan kita.

Perbedaan dalam perilaku keuangan dalam jangka panjang akan menjadi masalah apabila dibiarkan, apalagi jika salah satu pihak memiliki sifat senang menghamburkan uang alias boros. Bisa-bisa uang bulanan bersama habis sebelum tanggal pemasukan berikutnya. Atau lebih parahnya lagi, terjebak berbagai tunggakan cicilan yang menggunung.

Ada beberapa tips dan cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi situasi ini, tentu saja tanpa perlu bertengkar dengan pasangan tercinta.

  • Bicarakan rencana masa depan. Setiap keluarga sebaiknya memiliki rencana masa depan yang menyangkut pengaturan keuangan dan tabungan dana bersama. Beberapa hal yang ingin kita dan pasangan capai bersama dalam tahun-tahun mendatang akan membantu menekan keinginan menggunakan uang untuk hal-hal yang kurang penting.
  • Tentukan prioritas penggunaan uang. Setelah membicarakan rencana dan impian masa depan, tentukan prioritas pengeluaran perbulan. Beri skenario step by step dengan jelas berdasar prioritas pengeluaran bulanan, apa saja yang harus dibelanjakan dengan uang  setelah gajian, berdasar prioritas terpenting.
  • Bayar tagihan segera setelah pemasukan datang. Untuk mencegah cicilan menjadi tidak terbayar karena terlupa dan uangnya habis digunakan untuk keperluan lain, segerakan membayar segala tagihan dan cicilan sekaligus setelah uang gaji masuk ke rekening. Jangan menunggu tanggal jatuh tempo karena bisa saja terlewat atau uangnya keburu habis untuk pos pengeluaran lainnya.
  • Pisahkan tabungan dan pos pengeluaran dengan detail. Setelah membayar semua tagihan bulanan, pisahkan sisa uang dalam beberapa pos pengeluaran seperti transport, uang belanja/uang makan, dan jangan lupakan untuk menyisihkan sebisa mungkin sebagai tabungan.
  • Batasi pemakaian kartu kredit. Hal ini mungkin terdengar klise di masa sekarang, tapi menggunakan kartu kredit sebaiknya dibatasi untuk hal-hal yang sangat diperlukan dan minimalisir cicilan dengan waktu yg panjang. Mengingat kartu kredit biasanya digunakan untuk membeli barang konsumsi seperti belanja bulanan, cicilan barang elektronik dan gadget, atau promo tempat makan dan tiket liburan, maka membayar lunas semua pengeluaran di bulan sebelumnya lebih baik agar menghindari bertumpuknya bunga, kecuali terdapat promo cicilan dengan bunga 0%.
  • Ingatkan hal-hal yang lebih penting untuk dibeli. Terkadang, orang yang memiliki sifat boros memiliki naluri impulsif dalam membeli suatu benda yang diinginkan, padahal tidak terlalu diperlukan. Ketika sifat impulsif ini muncul, sebagai pasangan kita sebaiknya mengingatkan mengenai impian-impian di masa depan juga barang-barang yang lebih penting untuk dibeli.
  • Kurangi pengeluaran dengan alternatif yang lebih hemat. Terkadang sifat boros tidak hanya suka membeli benda yang kurang bermanfaat, tapi juga benda yang harganya terlalu mahal bagi ukuran kantong dan fungsi tambahannya tidak terlalu diperlukan. Oleh karena itu carilah alternatif lebih murah dari benda yang ingin dibeli, lalu bandingkan harga, fungsi serta kualitasnya. Cari yang benar-benar sesuai antara fungsi yang dibutuhkan dan harga yang akan kita bayar.
  • Cari hobi bersama yang menghasilkan uang. Karena sifat boros atau hobi berbelanja ini cukup sulit dihilangkan, salah satu trik lainnya untung mengatasi kekurangan uang akibat pemborosan adalah mencari sumber pemasukan baru. Karena sumber tambahan ini biasanya cukup memakan waktu luang kita, cobalah mencari cara bagaimana hobi kita dapat menghasilkan uang. Hobi memasak? Bisa menerima pesanan katering atau buka preorder resep spesial. Hobi menjahit? Bisa membuat beberapa baju, tas atau bantal rumah dan sejenisnya kemudian dijual. Intinya kreatifitas dalam mengubah hobi menjadi pundi rupiah baru.