5 Cara Agar Bisa Punya Rumah Sendiri dalam Setahun

Siapa sih yang tak ingin memiliki hunian sendiri bersama keluarga dengan nyaman? Pasti kamu juga mau, kan! Nah, agar kamu dapat mewujudkan impianmu memiliki hunian sendiri dalam setahun, intip yuk cara-cara yang bisa kamu lakukan di bawah ini!

Menabung 20% dari Penghasilan Bulanan
Sebesar atau sekecil apapun gaji yang kita terima, menyisihkan sebesar minimal 20% dari nominal gaji bulanan adalah kewajiban kita mulai saat ini. Pisahkan tabungan ini dalam rekening khusus dan tidak tercampur dengan rekening untuk biaya hidup atau pengeluaran harian. Selain tabungan, kita juga dapat memilih skema investasi lain seperti deposito dan reksadana. Namun semua pilihan tergantung kemahiran kita juga. Jangan memilih investasi high risk, high return seperti saham dan forex apabila kita tak berpengalaman dalam bidang ini, karena meskipun memiliki presentase hasil investasi yang menggiurkan, investasi semacam ini memiliki resiko yang sangat tinggi. Bisa-bisa tabungan yang kita kumpulkan dengan susah payah akan amblas tak bersisa.

Coba Ajukan Kartu Kredit Selama Menabung untuk DP

Sementara kita masih menabung, ambil penawaran kepemilikan kartu kredit (kalau belum memiliki kartu kredit sama sekali). Kenapa kita harus memiliki kartu kredit? Karena dengan adanya kepemilikan kartu kredit, akan terlihat komitmen kita dalam mencicil sesuatu selama setahun. Bank penyedia KPR biasanya akan mengecek kemampuan pemasukan dan keteraturan pembayaran dari calon nasabah melalui riwayat kepemilikan cicilan kartu kredit dan riwayat rekening koran bank tempat kita menabung dan menaruh uang. Namun ingat, hal ini bisa juga menjadi jebakan. Disiplin dalam menggunakan kartu kredit sangat diperlukan, karena tujuan kita adalah menambah kepercayaan pihak bank untuk mengambil KPR, bukan menambah beban hutang yang harus dibayar. Maka, janganlah pakai kartu kredit apabila tidak perlu, dan usahakan bayar semua tagihan kartu kredit sekaligus di bulan berikutnya tanpa mencicil, karena nanti akan terkena bunga.

Beli Emas atau Logam Mulia

Setelah tabungan atau investasi tadi jumlahnya terkumpul cukup besar, segera pindahkan investasi kita untuk membeli emas. Kenapa harus emas? Mungkin terdengar sangat old fashioned, karena generasi lampau memang banyak berinvestasi dengan logam mulia ini, namun karena nilai intrinsiknya yang tinggi, harga emas cenderung lebih stabil secara internasional daripada nilai tukar mata uang. Saat situasi negara sedang tidak stabil dan memengaruhi nilai mata uangnya, nilai emas tidak akan terpengaruh secara signifikan. Jadi tabungan kita tetap aman. Nilai emas juga naik lebih cepat daripada rumah, dimana harga emas tumbuh sebesar 15-20% per tahun, sementara nilai properti rata-rata tumbuh 10-15% per tahunnya. Jadi simpanan emas kita akan lebih cepat tumbuh nilainya daripada rumah.

Survei Rumah yang Diinginkan

Kumpulkan emas atau logam mulia secara disiplin, sampai kita menemukan rumah yang nilai DP-nya sesuai dengan simpanan logam mulia itu.
Jika simpanan dalam bentuk emas sudah mencukupi, segera survey bursa properti untuk menemukan rumah yang sesuai. Lokasi yang bebas banjir, strategis, dekat dengan jalan raya, kampus besar atau pusat perbelanjaan akan menaikkan harga tawarnya ketika nanti akan dijual kembali.

Cari Bank Penyedia KPR

Cari KPR dari bank penyedia layanan cicilan properti yang memiliki bunga paling ringan, dan sesuai dengan kemampuan pendapatan kita.
Setelah berhasil mendapatkan rumah yang diinginkan, masih ada perjuangan selanjutnya yang harus dilakukan, yaitu disiplin membayar cicilan bulanan KPR secara rutin selama 5-15 tahun. Bisa membayar DP saja belum menjadikan rumah sepenuhnya milik kita. Pelunasan dan penyerahan sertifikat hak milik baru akan dilakukan setelah cicilan kita lunas. Kalau tak mahir membayar cicilan dan sampai tertunggak, rumah itu bisa ditarik kembali dan disita oleh pihak bank. Maka,  kita harus memprioritaskan dahulu pelunasan cicilan rumah.