4 Trik Atur Pengeluaran Bukber di Bulan Ramadan

Banyak yang bilang pengeluaran keuangan selama Ramadan bisa lebih hemat karena gak ada biaya makan siang. Kenyataannya, justru pengeluaran keuangan kita malah semakin membengkak. Salah satu penyebabnya datang dari godaan ajakan buka puasa bersama (bukber). Gimana caranya agar bukber bisa tetap jalan, tetapi keuangan tetap aman?

Riset Tirto pada 2017 terhadap lebih 300 responden warga Jakarta, yang 50 persen di antaranya kelas menengah, ini bisa menjadi gambaran. Menurut riset tersebut, selama Ramadan justru pengeluaran rumah tangga malah makin meningkat.

Porsi yang lumayan menguras biaya ada di acara bukber. Riset tersebut menunjukkan, warga Jakarta harus mengeluarkan dana tambahan Rp 1-3 juta selama Ramadan. Gak hanya itu, 3,1 persen responden lainnya bahkan harus mengeluarkan dana tambahan Rp 6 juta per bulan. Nah, biar pengeluaran keuangan tetap stabil, ada beberapa trik yang bisa kamu lakukan nih.

1.      Seleksi grup bukber

Biasanya undangan ajakan bukber ramai datang di minggu kedua Ramadan. Mulai dari teman SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, sampai teman yang sebenarnya gak dekat-dekat banget.

Bahkan, kadang ada juga undangan bukber yang datang pas awal-awal puasa. Bayangkan, kalau setiap minggu ada 3 ajakan bukber, berarti dalam sebulan ada 12 acara bukber yang harus diikuti.

Biar gak boros, kamu perlu seleksi ajakan dari grup bukber. Misalnya, kamu diajak bukber bareng temen-temen SMP. Padahal, kamu gak begitu akrab di dalam grup itu. Nah, kalau kondisinya kayak gini, lebih baik tolak halus ajakan dari mereka.  

Beda cerita kalau kamu diajak grup bukber yang isinya teman-teman dekat. Kalau ajakan bukber kayak gini, sebaiknya kamu ikut. Tapi, kalau grup ini ajak bukber sampai lebih dari sekali, lebih baik kamu tolak secara halus aja.

2.   Ikut menentukan tempat bukber

Memilih tempat bukber memang gampang-gampang susah. Karena gak mau ribet, biasanya banyak orang lebih memilih pasif. Dalam hal ini, mereka biasanya ikut keputusan lokasi bukber suara terbanyak.

Masalahnya, kadang-kadang lokasi bukber yang dipilih teman-teman kurang cocok sama budget. Misalnya, harga menu-menunya yang tergolong cukup mahal. Kalau sudah seperti ini, biasanya kamu terpaksa rela mengeluarkan budget yang berlebih.

Selain itu, faktor lokasi juga penting diperhatikan. Jangan sampai lokasi bukber yang dipilih terlalu jauh dari tempat kamu. Misalnya, kamu ngantor di Jakarta, bukbernya di Bogor. Selain mahal di ongkos, kamu juga akan terburu-buru agar sampai tempat bukber tepat waktu.

3.   Cari promo voucer tempat makan

Selain ikut aktif cari tempat bukber yang oke, kamu juga sebaiknya rajin cari info promo voucer tempat makan. Di momen Ramadan ini, ada banyak tempat makan yang menawarkan aneka voucher promo bukber.

Ada yang menawarkan diskon, menu promo, hingga menu paket buy 1 get one free. Tawaran promo seperti ini lumayan membantu gak hanya buat kamu, tetapi juga teman-teman yang lain.

Oh iya, kamu juga bisa membawa botol minum sendiri biar lebih hemat. Karena biasanya harga minuman di restoran lumayan tinggi.

4.   Atur budget untuk bukber

Dari awal, sebaiknya kamu sudah menyisihkan pos-pos pengeluaran selama Ramadan. Khusus untuk pos bukber, kamu misalnya bisa mengatur budget maksimal Rp 150 ribu sekali bukber.

Jangan lupa batasi juga frekuensi bukber dalam sebulan. Misalnya maksimal 4 kali bukber dalam sebulan. Kadang ada juga bukber dadakan. Nah, kalau yang mengajak adalah teman dekat atau atasan, kamu sebaiknya atur pos khusus bukber dadakan ini ya.

Bukber memang seolah jadi acara wajib setiap Ramadan. Selain ajang makan-makan, bukber juga bisa sekaligus jadi ajang silaturahmi. Namun, kamu perlu atur-atur trik agar pengeluaran bukber selama Ramadan bisa tetap aman. Semoga 4 trik di atas bisa membantu. Selamat bukber!