biaya ganti plat motor

Di tahun 2017, banyak perubahan biaya yang ditetapkan oleh pemerintah salah satunya adalah biaya ganti plat motorSTNK, BPKB yang banyak diprotes oleh masyarakat di Indonesia. Hal yang menyebabkan sebagian besar masyarakat protes adalah biaya yang berkaitan dengan kepemilikan kendaraan sepeda motor tersebut naik bahkan hingga lebih dari 100%. Perubahan tersebut diberlakukan oleh pemerintah mulai tanggal 6 Januari 2017.

Aturan mengenai biaya pengurusan STNKB atau Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor serta BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) ini diberlakukan untuk pemilik:

  • Kendaraan bermotor yang baru pertama kalinya.
  • Untuk pemilik yang mengurus surat kendaraan seperti BPKB/STNK kendaraan lama per 5 tahun sekali.
  • Pemilik yang hendak mengurus balik nama untuk kendaraan bermotor yang dimilikinya.
  • Penerbitan nomor cantik untuk kendaraan bermotor baik yang roda 2, 3 ataupun 4.

Berdasarkan pada PP 60/2016, kenaikan terjadi untuk biaya administrasi STNK serta biaya administrasi TNKB. Jika melakukan balik nama maka akan dikenakan BBN-KB. Menurut kantor Staf Presiden mengemukakan jika kenaikan administrasi berlaku untuk pengurusan mengenai surat kendaraan yang berjangka waktu 5 tahun sekali dan bukan mengenai pajak kendaraan motor. Pihak Istana juga menyebutkan jika kenaikan dari biaya administrasi tersebut nantinya akan dikembalikan lagi ke masyarakat guna meningkatkan pelayanan publik yang memiliki kaitan atau berhubungan dengan pengurusan surat kendaraan bermotor. Misalnya untuk pelayanan perbaikan kualitas surat kendaraan dan kenyamanan serta peningkatan keamanan berkendara.

Perubahan kenaikan tarif serta biaya tersebut di dasi atas PP no. 60 tahun 2006 dan sebelumnya sudah ada diskusi kelompok atau focus group discussion yang sudah dilakukan sejak 2 tahun yang lalu. Ada beberapa alasan mengapa biaya administrasi seperti biaya ganti plat motor. 

Menurut kantor staf presiden mengemukakan jika hal tersebut bertujuan untuk:

  • Meningkatkan dukungan anggaran guna untuk perbaikan pelayanan STNK di kantor Samsat tiap daerah.
  • Meningkatkan biaya perawatan untuk peralatan Samsat serta dukungan biaya jaringan sehingga bisa online di seluruh polres ataupun Polda se-Indonesia ke NTMC POLRI atau korlantas POLRI.
  • Modernisasi peralatan komputerarisasi Samsat yang ada di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk mewujudkan standar pelayanan.
  • Penambahan anggaran untuk sarana dan prasarana kantor Samsat se-Indonesia sehingga berstandar nasional.

Peraturan yang diresmikan pada tanggal 2 Desember 2016 dan diberlakukan pada tanggal 6 Januari 2017 yang lalu ini, biaya baru untuk kendaraan bermotor adalah:

  • Roda 2 atau 3:

  • Penerbitan STNK Rp 100.000.
  • Penerbitan TNKB Rp 60.000.
  • Penerbitan BPKB Rp 225.000.
  • Penerbitan surat mutasi Rp 150.000.
  • Roda 4 atau lebih:

  • Penerbitan STNK Rp 200.000.
  • Penerbitan TNKB Rp 100.000.
  • Penerbitan BPKB Rp 375.000.
  • Penerbitan surat mutasi Rp 250.000.

Sedangkan untuk biaya ganti plat motor ataupun mobil ataupun kendaraan bermotor lainnya dengan nomor cantik biayanya berkisar Rp 5-20 jutaan.

Rincian biaya tersebut dengan nomor pilihan yaitu:

  • 4 angka dan ada huruf di belakang : Rp 5 juta.
  • 4 angka tidak ada huruf di belakangnya : Rp 7,5 juta.
  • 3 angka ada huruf di belakang Rp 7,5 juta.
  • 3 angka tidak ada huruf di belakang Rp 10 juta.
  • 2 angka ada huruf dan tidak ada huruf di belakang: Rp 10 juta dan 15 juta.
  • 1 angka ada huruf dan tidak ada huruf di bagian belakang : Rp 15 juta dan Rp 20 juta.