Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Tanah merupakan salah satu instrumen yang bisa dijadikan sebagai ladang investasi. Untuk mengukuhkan bukti bahwa tanah tersebut adalah milik Anda, maka sertifikat tanah pun harus dimiliki. Sertifikat itu sendiri dikeluarkan dari Badan Pertanahan Nasional melalui kantor pertanahan dari masing-masing wilayah. Jika Anda baru saja membeli tanah, maka Anda perlu mempertimbangkan untuk mengurus balik nama sertifikatnya. Tentunya ada biaya balik nama sertifikat tanah yang perlu Anda bayarkan juga selain tenaga yang tak sedikit.

Sebagai pembeli, tentu Anda harus bisa mengurus semua proses ini sendiri. Pengurungan sertifikat yang dimaksud adalah untuk mendapatkan SHM atau Sertifikat Hak Milik dimana SHM ini merupakan bukti kepemilikan terkuat atas tanah ataupun lahan lantaran sudah tidak ada campur tangan yang lain lagi atau kemungkinan untuk kepemilikan dari pihak lainnya. Status dari SHM ini pun juga tidak memiliki batas waktu. Ada baiknya proses balik nama ini segera dilakukan begitu akad jual beli telah disepakati sehingga bisa meminimalisir segala resiko di kemudian hari.

Pada dasarnya, alur dan syarat untuk balik nama sertifikat tanah ini tidak terlalu rumit, namun terkadang adanya birokrasi dari masing-masing kantor pertanahan di wilayah memang agak berbeda-beda sehingga perlu dipahami.

Berikut ini alur balik nama seritifikat tanah:

  1. Penjual dan pembeli menandatangani AJB atau Akta Jual Beli di hadapan PPAT. Apabila AJB belum ditandatangani pihak penjual, pembeli, serta PPAT dan saksi, maka proses balik nama tidak akan bisa dilakukan.
  2. Selanjutnya penjual harus sudah melunasi Pajak Penghasilannya dan pembeli sudah melunasi BPHTB atau Bea Perolehan Hak Tanah Bangunan. Jika pembayaran PPh, BPHTB hingga PBB belum dibayar, maka proses balik nama tidak akan bisa dilakukan. Untuk itu, pastikan kedua belah pihak sudah melunasinya.
  3. Jika penjual dan pembeli sudah melunasi seluruh biaya dari AJB dan juga biaya balik nama sertifikat tanah ke PPAT ditunjuk, maka selanjutnya bayar juga jasa PPAT di muka untuk pelayanan yang lebih maksimal. Nantinya agar pembeli bisa langsung mengambil sertifikat yang sudah jadi tanpa ada biaya tambahan lainnya.
  4. Kantor PPAT akan membantu dalam pengurusan balik nama ke BPN setempat bersama dengan sertifikat asli, fotokopi KTP dari penjual dan pembeli, akta jual beli, bukti lunas PPh hingga bukti lunas BPHTB. Semua yang diserahkan ke pihak BPN adalah sertifikat yang asli dan juga salinannya.
  5. Apabila sesuai dengan jadwal serta prosedur semua sudah terlewati, maka proses balik nama ini normalnya akan bisa selesai dalam waktu 2 minggu saja, tetapi kenyataan yang ada adalah sampai 2 bulan. Hal ini biasanya karena PPAT mengurus segala keperluan balik nama dengan cara kolektif.

Dalam hal biaya balik nama sertifikat tanah, Anda perlu menyiapkan nominal yang sebetulnya tidak terlalu besar jika dilakukan sendiri. Namun jika ingin simpel, maka bisa menyerahkan kepengurusan dengan bantuan notaris dimana biaya terbesar adalah justru dari jasa ke notaris ini. Biaya pertama adalah pengecekan keaslian sertifikat di BPN dengan biaya 25ribu sampai 100ribuan. Selanjutnya ada biaya untuk membayar AJB sekitar 0,5% hingga 1% dari nilai jual obyek pajak. Sedangkan untuk biaya balik nama ini bergantung dari luas tanahnya yakni 50ribu tambah 1 per mil dari NJOP. Jangan lupa untuk selalu memastikan jika tanah yang ditransaksikan tidak dalam suatu sengketa mengingat hal ini akan merugikan Anda nantinya.