pajak retribusi adalah

Anda tentu sudah mengenal istilah pajak. Bahkan, Anda mungkin seringkali berurusan dengan pajak. Entah itu pajak kendaraan, bangunan, serta pajak-pajak yang lainnya. Dalam pengertiannya, pajak adalah kewajiban finansial yang dikenakan negara atau institusi kepada pihak perseorangan maupun badan. Dana dari penarikan pajak tersebut digunakan untuk membiayai berbagai macam keperluan publik. Selain pajak, ada pula istilah retribusi yang terdengar lebih asing di telinga kita. Bahkan, tidak jarang orang menyamakan arti dari pajak dan retribusi. Padahal, berbeda dengan pajak, retribusi adalah merupakan pungutan yang dikenakan kepada masyarakat atau warga yang menggunakan fasilitas Negara.

Retribusi adalah pungutan dari daerah atas pemberian izin atau jasa tertentu dari  Pemerintah Daerah untuk kepentingan perseorangan atau badan, sedangkan pajak dipungut sesuai dengan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Berbeda dengan pajak yang atur oleh badan Pajak negara, retribusi dikelola langsung oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Membahas lebih lanjut mengenai pajak, jenis pajak dibagi menjadi dua bagian berdasarkan lembaga pemungut pajak, yakni Pajak Negara dan Pajak Daerah.

Di dalam Pajak Negara, jenis pungutan ditarik dari Pajak Penghasilan atau PPh (UU No. 7 Tahun 1983, diubah terakhir kali dengan UU No. 36 Tahun 2008) Pajak Pertambahan Nilai atau PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM (UU No. 8 Tahun 1983, diubah terakhir kali dalam UU No. 42 Tahun 2009), Bea Materai (UU No. 13 Tahun 1985) Bea Masuk (UU No. 10 Tahun 1995 jo. UU No. 17 Tahun 2006) dan Cukai (UU No. 11 Tahun 1995 jo. UU No. 39 Tahun 2007)

Sedangkan di dalam Pajak Daerah, sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah jenis-jenis Pajak Daerah dibagi menjadi:

  1. Pajak Provinsi

Meliputi Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

  1. Jenis Pajak Kabupaten/Kota

Meliputi Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame dll.

Untuk retribusi, pembagiannya menjadi tiga jenis yakni:

  1. Retribusi Jasa Umum, yang meliputi Retribusi pelayanan kesehatan, kebersihan, biaya cetak KTP, Pelayanan Pasar, pelayanan parkir di tepi jalan umum, dan lain-lain.
  2. Retribusi Jasa Usaha, yang meliputi Pemakaian kekayaan daerah, pasar grosir, tempat pelelangan, terminal, tempat penginapan, tempat rekreasi dan olahraga, dan lain-lain.
  3. Retribusi perizinan, yang meliputi Izin Mendirikan Bangunan, Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol, Izin Trayek, Izin usaha Perikanan dan lain-lain.

Saat Anda menghindari pembayaran pajak, menolak maupun melakukan perlawanan terhadap pajak, maka tindakan Anda tersebut termasuk tindakan melawan hukum sehingga Anda akan berurusan dengan hukum ketika tidak melaksanakan kewajiban Anda kepada negara. Karena itu, mempelajari dan mengetahui jenis-jenis pajak penting bagi semua orang agar tidak menemui masalah hukum.

Berbeda dengan pajak yang dikenakan secara menyeluruh untuk semua orang, retribusi adalah hal yang harus benar-benar diperhatikan ketika kita menggunakan fasilitas daerah dan mengambil manfaatnya bagi kepentingan kita sendiri. Terutama, ketika kita membangun bangunan atau membuka usaha. Karena hal yang menyangkut retribusi berhubungan dengan kekayaan daerah, maka sudah sewajibnya kita melaksanakan kewajiban membayar kepada daerah. Demikian sekilas informasi tentang  pajak dan retribusi. Semoga membantu Anda dalam memahami perbedaannya.