Pahami ilmunya sebelum Sahabat memulai investasi reksadana

Pahami ilmunya sebelum Sahabat memulai investasi reksadana

Reksadana kini semakin banyak direkomendasikan untuk investasi. Meski relatif menguntungkan namun investasi yang satu ini memerlukan persiapan khusus terutama bagi Sahabat UangTeman yang baru pertama kali hendak mencoba.

Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai investasi reksadana

1. Pahami ilmunya

Agar tujuan kita tercapai sesuai dengan yang kita harapkan, memahami ilmu adalah langkah pertama yang harus dilakukan.

Ada banyak istilah dalam reksadana yang harus dipahami oleh pemula; misalkan nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih), Manager Investasi, Bank Kustodian, Kontrak Investasi Kolektif hingga jenis-jenis Reksadana yang masing-masing memiliki keunggulan kekurangan yang berbeda-beda.

Tidak hanya itu, Sahabat juga harus mampu menilai bagaimana profil kinerja manager investasi termasuk juga propektus dari reksadana yang hendak dibeli.

2. Siapkan administrasinya

Bila telah memahami ilmunya, maka langkah selanjutnya untuk mulai berinvestasi direksadana adalah menyiapkan kelengkapan administrasi Sahabat.

Sahabat harus memiliki NPWP dan setidaknya berusia diatas 21 tahun untuk dapat mulai membeli jenis investasi ini.

3. Tentukan jenis reksadana yang hendak dibeli

Untuk dapat menentukan jenis reksadana yang hendak dibeli, penting bagi Sahabat untuk menentukan tujuan dan jangka waktu Sahabat berinvestasi direksadana terlebih dahulu.

Tujuan Sahabat berinvestasi akan menentukan jenis reksadana apa yang sebaiknya Sahabat ambil. Untuk tujuan kurang dari satu tahun, jenis reksadana pasar uang sangat cocok untuk Sahabat. Sementara untuk jangka waktu 3-5 tahun rekasadana jenis saham atau campuran merupakan jenis yang paling tepat.

Reksadana jenis terproteksi atau pendapatan tetap sebaiknya hanya diambil ketika tujuan investasi Sahabat jangka waktunya lebih dari 5 tahun.

Meskipun begitu, jenis pemilihan reksadan tetap dikembalikan kepada investor, tak masalah bila hendak memilih jenis reksadana pendapatan tetap meskipun jangka waktu investasinya hanya kurang dari satu tahun. Bukankah resiko investasi tetap merupakan tanggung jawab dari Sahabat sebagai investor bukan?

Nah, setelah ketiga langkah diatas Sahabat siapkan, sekarang saatnya Sahabat memilih bank kustodian yang hendak Sahabat jadikan rekan dalam berinvestasi. Bagaimana cara memilih bank Kustodian? Tunggu artikel kami selanjutnya, ya…

Pic. Source: http://asiaroxy.com via Bing.com

SEO enthusiast since 2009 | Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.