Perbedaan Mendasar Online Shop dan Marketplace

Bisnis e-commerce tidak bisa dijauhkan dari konsep marketplace dan juga konsep online shop. Meski sering dihubungkan, tapi kedua konsep tersebut merupakan konsep yang sangat berbeda. Perbedaan konsep antara keduanya sangat mendasar terkait hubungan antara konsumen dengan produsen dan juga cara kerjanya. Perbedaan mendasar dari kedua konsep tersebut akan dijabarkan di dalam artikel ini.

Konsep marketplace

Konsep marketplace

Konsep marketplace (sumber gambar: marketplaceeurope.co.uk

Marketplace adalah sebuah lokasi jual beli produk dimana seller dan juga konsumen bertemu di suatu tempat. Seller akan menjual barangnya di lapak yang sudah disediakan oleh e-commerce dengan konsep marketplace. Barang yang dijual di marketplace tersebut kemudian akan diiklankan oleh pihak e-commerce untuk mendapatkan konsumen yang potensial. Kesuksesan e-commerce dengan konsep marketplace ini ditentukan oleh banyaknya jumlah seller dan juga konsumen yang bergabung di website e-commerce tersebut.

Pada dasarnya konsep e-commerce dengan menggunakan cara ini hanyalah persoalan pengiklanan. Konsep jual belinya mirip dengan konsep di pasar tradisional. Pasar akan semakin terkenal jika ia memiliki banyak penjual dan banyak pembeli. Semakin banyak penjual maka akan semakin lengkap produk yang dijual sehingga semakin banyak pembeli yang datang.

Untuk mendapatkan lapak berjualan, seorang seller tidak dibebankan biaya sewa. Hal ini menyebabkan banyak orang yang ingin mendaftar untuk melakukan jual beli di e-commerce dengan konsep tersebut. Lantas bagaimana pihak e-commerce marketplace mendapatkan keuntungan? Pihak e-commerce marketplace akan mendapatkan keuntungan dari pihak seller dengan memanfaatkan iklan premium. Oleh karena itu pelaku e-commerce marketplace harus pandai pandai mengiklankan marketplacenya agar bisa menjadi marketplace yang populer di kalangan pembeli.

Konsep online shop

Konsep online shop

Konsep online shop (sumber gambar: dreamstime.com)

Konsep online shop atau konsep toko online adalah sebuah konsep dimana seorang penjual membuka sebuah toko di dunia maya dan dikendalikan jarak jauh atau secara elektronik. Toko yang memiliki konsep demikian bisa jadi memiliki official store tapi ada juga yang tidak memilikinya, semuanya tergantung dari pemilik online shop itu sendiri ingin memiliki toko online atau tidak. Beberapa online shop yang terkenal di dunia e-commerce antara lain adalah Berrybenka, Lazada, Bhineka, Zalora dan masih banyak online shop lain yang populer.

Tidak seperti e-commerce dengan konsep marketplace, e-commerce dengan konsep online shop ini hanya memiliki 1 orang penjual dan orang tersebut memiliki e-commerce-nya sendiri. Untuk melakukan jual beli jenis e-commerce dengan konsep online shop, Anda perlu memikirkan mengenai pengiriman barang, proses packaging dan lain sebagainya. Konsep ini memiliki margin keuntungan yang lebih besar karena dapat menentukan sendiri keuntungan sesuai yang diinginkan. Apalagi jika e-commerce ini adalah e-commerce yang sukses. Ketika e-commerce sudah menjadi online shop yang populer maka Anda tidak perlu melakukan persaingan harga sehingga keuntungan yang besar bisa anda dapatkan meski proses jual belinya sedikit lebih ribet daripada e-commerce yang menggunakan konsep marketplace.

Meski terlihat simple, mudah dan memberikan keuntungan yang banyak, membuat sebuah e-commerce bukanlah perkaran yang mudah, apalagi ketika akan memulainya. Kepercayaan konsumen yang sukar didapatkan adalah salah satu tantangan dalam membuka bisnis dengan cara e-commerce. Diperlukan sebuah usaha besar dan keras untuk memulai, menjalankan dan menjadikan e-commerce anda sebagai bisnis yang populer. Popularitas tentunya diperlukan untuk meningkatkan margin keuntungan. Semakin populer sebuah e-commerce maka akan semakin banyak pembelinya, baik itu e-commerce yang dengan konsep marketplace ataupun e-commerce yang memiliki konsep online shop.