bisnis investasi
bisnis investasi

Pengertian Bisnis Investasi atau Saham Serta Makanan Ringan

Salah satu cara yang dapat dilakukan seseorang untuk mendapatkan uang atau penghasilan adalah dengan melakukan investasi. Investasi merupakan istilah yang menyangkut mengenai keuangan dan ekonomi. Investasi sering disebut dengan penanaman modal. Menurut teori ekonomi, investasi adalah pembelian dan produksi dari suatu modal barang yang digunakan untuk melakukan produksi di masa yang akan datang.

Penjelasan investasi

Investasi dapat diartikan juga sebagai mengeluarkan sejumlah uang atau dana atau menyimpan sejumlah uang pada suatu harapan yang di masa depannya dapat memberikan keuntungan secara finansial. Pertambahan tingkat bunga yang tinggi akan menurunkan minat investor untuk menanamkan modal dalam suatu perusahaan atau bisnis lain. Tingkatan bunga menunjukkan biaya kesempatan dari penanaman modal daripada meminjam untuk mendapatkan bunga.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para investor adalah sebagai berikut:

– Tidak adanya rencana investasi secara jelas karena rencana tersebut berkaitan dengan masa depan investor itu sendiri.
– Tidak sedikitnya investor yang kurang sabar dan ingin secepatnya menikmati keuntungan dari modal yang sudah ditanam. Sifat yang terburu-buru tanpa memikirkan rencana jangka panjang, akan menghancurkan bisnis itu sendiri dan modal yang sebelumnya ditanam dapat beresiko tidak dapat kembali.
– Informasi berlebihan yang diterima investor dapat membuat analisa yang seharusnya dirancang secara matang dan teliti menjadi tidak rapi dan kabur atau tidak jelas.
– Gampangnya terpengaruh dengan bisnis yang menjanjikan yang ditawarkan seseorang. Hal yang paling sering terjadi adalah terpengaruh bisnis yang cepat kaya atau balik modal dalam sekejap dan melupakan hukum ekonomi High Risk High Return yang merupakan hukum yang paling mendasar.

Tipe investor

Melakukan bisnis investasi merupakan salah satu bisnis pasif. Artinya, tanpa bekerja, Anda akan menerima uang sebesar bagian atau modal yang telah Anda tanam sebelumnya pada sebuah bisnis. Mengenali sebuah bisnis dan kebutuhan investasi merupakan langkah awal sebelum memutuskan untuk melakukan penanaman modal. Salah dalam memilih sebuah bisnis untuk dijadikan lahan investasi, akan membawa kerugian untuk investor di masa kedepannya.

Tipe-tipe investor berdasarkan pada tingkat penerimaan resiko dalam berinvestasi, antara lain yaitu:

– Tipe konservatif merupakan tipe yang tidak berani dalam menghadapi suatu ketidakpastian dan kerugian. Tipe ini lebih memilih bisnis yang aman dan dapat memperhitungkan keadaan yang akan terjadi selanjutnya. Tipe ini sangat mengutamakan keamanan daripada keuntungan besar namun beresiko, misalnya deposito 100 persen.
– Tipe moderat merupakan tipe yang lebih berani mengambil resiko. Tipe ini akan mempertimbangkan dengan hati-hati bisnis yang akan ditanami modal dan membatasi dana yang akan diinvestasikan hingga mencapai porsi atau tingkatan tertentu.
– Tipe agresif merupakan tipe yang berani menghadapi resiko tinggi dan berani memutuskan sesuatu yang memiliki resiko yang tinggi. Tipe ini mengharapkan keuntungan dengan mengambil segala resiko yang ada dan menghadapi konsekuensi.

Investasi saham

Saham merupakan bukti kepemilikan dari suatu perusahaan atau badan usaha. Saham yang Anda miliki membuktikan jika Anda merupakan salah satu pemilik dari perusahaan tersebut sesuai dengan besaran saham yang dimiliki. Berinvestasi saham dapat membawa keuntungan yang besar atau dapat pula membawa kerugian yang besar pula. Jika perusahaan berjalan dengan baik, maka akan membawa keuntungan yang tidak hanya untuk perusahaan namun juga untuk para pemegang saham.

Keuntungan yang diterima oleh para investor pada sebuah perusahaan ditentukan oleh keputusan suatu perusahaan dalam menghadapi masalah atau putusan. Keuntungan yang didapatkan investor didapatkan dari:

– Capital Gain atau keuntungan yang berasal dari pertumbuhan nilai aset dan modal suatu perusahaan atau badan usaha.
– Deviden atau keuntungan yang berdasarkan pada pembagian sebagian laba yang diperuntukkan bagi para pemegang saham di perusahaan tersebut.

Jenis saham

Pada dasarnya, saham dibedakan menjadi 2 kategori utama. Pertama, saham biasa yang merupakan sertifikat atau surat yang berfungsi sebagai bukti dari kepemilikan suatu perusahaan. Pemilik saham ini memiliki hak untuk mendapatkan sebagian dari pendapatan tetap dan menanggung resiko kerugian yang dialami oleh suatu perusahaan. Karakteristik jenis saham ini adalah memiliki hak suara untuk memilih komisaris, hak didahulukan jika terdapat penerbitan saham baru, memiliki tanggung jawab yang terbatas tergantung pada jumlah investasi yang diberikan.

Kedua, saham preference atau saham stock yang merupakan saham yang pemiliknya memiliki hak yang lebih tinggi dibanding dengan saham biasa. Secara umum, karakteristik dari saham ini adalah gabungan dari obligasi dengan saham biasa yang dapat menghasilkan pendapatan tetap namun terkadang tidak mendapatkan hasil. Karakteristik preferred stock yaitu:

– Memiliki tingkatan.
– Memiliki prioritas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan saham biasa dalam pembagian deviden.
– Deviden kumulatif.
– Konvertibilitas yaitu dapat ditukar dengan saham biasa tergantung pada kesepakatan pemegang saham dengan organisasi penerbit.

Tips berinvestasi

Sebelum memulai berinvestasi, berikut beberapa tips yang dapat dipertimbangkan untuk penanaman modal:

1. Jika ingin berinvestasi saham, sebaiknya mengenali perusahaan tersebut terlebih dahulu dengan mencari informasi selengkapnya untuk bahan pertimbangan.
2. Menjadi investor juga harus berpikiran seperti pengusaha yang rasional dan realistis serta mampu mempertimbangkan dan memikirkan kesempatan dan resiko yang dihadapi.
3. Jangan tergoda begitu saja dengan harga saham yang murah pada suatu perusahaan. Karena harga saham menjadi salah satu indikator dari perusahaan tersebut. Jika harga terlalu murah, maka besar kemungkinan perusahaan tersebut sedang dalam masalah.
4. Jangan terlalu berspekulasi dan takut mengambil resiko
5. Jangan terlalu melakukan transaksi yang tidak hanya akan membawa beban psikologis karena harga pasar yang tidak tentu namun juga karena terdapat biaya transaksi.
6. Sebaiknya berinvestasi dalam jangka waktu tertentu terlebih dahulu sebelum melanjutkan berinvestasi ke waktu yang lebih lama dan dalam jumlah yang lebih besar.
7. Sebaiknya cermat dalam mengelola keuangan untuk menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukan yang dapat terpengaruh karena investasi saham yang dilakukan.

Investasi di bidang kuliner

Bidang kuliner merupakan salah satu bidang yang memiliki prospek tinggi jika dibandingkan dengan bidang lainnya. Namun, bidang ini juga rentan terhadap kegagalan karena tidak sedikitnya orang yang melakukan bisnis di bidang ini. Salah satu bisnis di bidang ini adalah makanan ringan. Jenis ini termasuk salah satu yang memiliki banyak peminat karena sebagian besar memerlukan makanan ringan di kala santai.

Jika Anda merupakan salah satu yang tidak bisa dalam meracik atau memasak sesuatu, Anda dapat menggunakan uang yang Anda miliki kepada seseorang yang pandai dalam membuat makanan ringan. Selain dapat berguna untuk orang tersebut memulai suatu usaha, investasi tersebut dapat menjadi tabungan yang jika usaha makanan ringan tersebut berkembang, modal yang diberikan sebelumnya akan balik modal dan Anda dapat menggunakannya untuk menanam modal di usaha tersebut. Sehingga Anda akan memperoleh pendapatan tersendiri sesuai dengan dana yang diinvestasikan.

SEO enthusiast since 2009 | Life isn't about finding yourself. Life is about creating yourself.