Beberapa dekade yang lalu, pengguna hijab cukup susah jika ingin bekerja di sektor tertentu dengan penghasilan yang sangat besar. Misalnya, di sektor pertambangan, konstruksi, dan juga aviasi. Tetapi, hal tersebut nampaknya sudah bergeser beberapa waktu belakangan ini. Sudah cukup banyak hijabers (sebutan bagi para pengguna hijab) yang melanglang buana di dunia entrepreneurship. Tidak tanggung-tanggung, tiap bulannya, penghasilan yang diraih mereka ini bisa mencapai ratusan juta rupiah! Angka yan cukup fantastis bukan?

Para wanita muslim Indonesia ini mendapatkan uang tersebut lewat kreativitas yang mereka miliki, dan ternya laku keras di pasar Indonesia, yang kebetulan merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Tentunya, peluang ini tidak disia-siakan begitu saja oleh mereka. Mengingat pasar fashion wanita Indonesia terus berkembang dan identitas gender pemiliknya bukan lagi sesuatu yang harus dipikirkan. Asal produk yang dipasarkan berkualitas, dengan cara pemasaran yang baik, mereka dapat menjualnya ke banyak sekali konsumen.

Berikut uangteman hadirkan 3 hijabers Indonesia dengan penghasilan super besar yang berhasil dirangkum, sebagai inspirasi bagi anda yang ingin mengikuti jejak mereka.

hijabers

Sumber: wolipop.detik.com

Fatimah Habsyi, perias henna profesional

Tentunya tidak terpikirkan sebelumnya, jika menghias henna dapat dijadikan profesi dengan penghasilan yang tinggi. Hal ini dengan gambling ditampik oleh Fatimah Habsyi, yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi perias henna profesional, pekerjaan yang telah ditekuninya beberapa tahun belakangan ini.

Awalnya, profesi yang ia geluti ini dilakukan karena ketidaksengajaan. Dimulai dari bakatnya menggambar di kanvas, ia dimintai tolong oleh temannya untuk menghias tangan sang kakak yang sedang menikah menggunakan henna. Ternyata di luar dugaan, hasil yang sangat bagus dan menarik membuat para tamu undangan yang datang menyarankannya untuk beralih profesi menjadi seorang henna artist (sebutan untuk perias henna profesional).

Sejak saat itu, orderan pun membanjir dan gadis berdarah Portugal-Arab ini kerap kali mendapatkan orderan dari seluruh Indonesia, bahkan juga dari luar negeri seperti Nepal dan juga Brunei Darussalam. Ia mengakui jika dalam sebulan, penghasilannya bisa mencapai 50 juta rupiah! Tertarik mencoba profesi ini?

Hijabers

Sumber: hijup.com

Diajeng Lestari, pemilik situs Hijup.com

Berawal dari kejenuhannya bekerja di sebuah kantor marketing research, Diajeng Lestari mulai mendirikan situs penjualan hijab bernama Hijup.com yang mulai diluncurkan sejak tahun 2011. Awalnya, pertumbuhan bisnis yang ia kerjakan tersebut cukup lambat, mengingat ia tetap harus membagi waktunya dengan pekerjaan di kantor. Akhirnya ia pun memutuskan resign dan fokus mengembangkan situs e-commerce ini dibantu oleh sang suami, yang kebetulan merupakan pemilik dari Bukalapak.com.

Selang berjalan beberapa tahun, akhirnya bisnis yang ia jalankan ini berhasil di pasaran dan menjadi salah satu market leader di pasar fashion muslim Asia, dengan pelanggannya yang berasal dari berbagai negara. Saat ini, terdapat lebih dari 500 brand yang telah bergabung dan ikut memasarkan produknya di situs tersebut dengan sistem partnership. Beberapa waktu yang lalu, Hijup.com pun mendapatkan investasi dari konsorsium beberapa badan investasi dari Amerika Serikat, yang jumlahnya mencapai puluhan juta dollar Amerika. Hingga saat ini, taksiran transaksi yang terjadi mencapai ratusan juta rupiah tiap harinya.

hijabers

Sumber: dream.co.id

Melissa Burhan, memulai bisnis dari menjadi seorang penjahit

Meninggalkan buah hati seorang diri di rumah saat bekerja, tidak pernah menjadi hal yang mudah bagi seorang ibu. Hal tersebut juga yang dirasakan oleh Melissa Burhan. Demi merawat buah hatinya, ia rela banting setir dari seorang pegawai bank menjadi penjahit rumahan. Wanita yang biasa disapa Mel ini memulai sebuah brand kecil bernama The Burblepearl lewat hasil buah tangannya sendiri.

Berawal dari desakan bathinnya untuk menjadi ibu yang lebih baik bagi anaknya, akhirnya di tahun 2015 ia pun memutuskan keluar dari pekerjaannya di kantor dan memulai bisnis aksesoris berbahan dasar manik-manik. Ia memulai bisnis tersebut dengan modal awal berupa uang sejumlah 870 ribu rupiah. Tak disangka, karena hasil buatan tangannya yang bagus dan berkualitas, akhirnya ia pun kebanjiran order.

Hingga saat ini, ia menjadi salah satu produsen aksesoris manik-manik bagi beberapa desainer ternama dan juga beberapa butik. Dengan penghasilan mencapai puluhan juta tiap bulannya, ia pun tidak perlu lagi khawatir meninggalkan sangn anak tanpa pengawasan.

Sebenarnya, selain 3 tokoh hijabers di atas, masih banyak wanita muslim lainnya yang ikut mendulang kesuksesan lewat karya-karyanya. Terbukti, modal uang bukan lah satu satunya hal yang membuat seseorang memperoleh kesuksesan. Dengan tekad bulat dan kemauan untuk terus belajar, penghasilan puluhan juta rupiah akan dengan mudah anda dapatkan. Semoga sukses.